
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Karena tuan ainng banyak sekali prestasi banyak pemimpin menyangka dia pensiun di usia ini
Tidak ada yang berani berbicara seperti itu pada nya dan bahkan para petinggi militer juga tidak mungkin berani
Tapi disini seorang direktur kecil di pabrik berani berbicara seperti itu membuat wajahnya marah
" karena kau tidak senang makan pergi " usir tuan ainng
Langsung mencap berkas pabrik orang itu dengan stempel merah dengan tulisan penolakan tegas.
Para pemimpin juga setuju dengan perintah tuan ainng berdiri bangkit dari kursinya keluar dengan tegas diekori para pemimpin
Dan untuk direktur itu di terduduk di kursi dengan wajah tertekan bahkan asisten di belakangnya tak kalah takut juga
Awalnya direktur li ingin mengucapkan simpati tapi cheng langsung membawa direktur kembali karena disaat seperti ini orang seperti itu akan menjadi gila
Direktur li tidak menolak mengikuti cheng merasa cheng sangat masuk akal
Pulang dari pertemuan dan mendapatkan dana tambahan lagi kali ini direktur langsung mengatakan pada pemimpin dan mulai memproduksi kain dengan warna baru yang lebih du sukai oleh para wanita
Cheng juga tidak kalah sibuk karena bagian keuangan harus membantu mencatat pengeluaran dan pendapat yang diterima serta membayar hutang bahan sebelumnya
Sibuk selama sehari saat jam pulang kaki cheng lemas di kursi meregangkan kelelahan
" bocah minum ini " paman go tersenyum memberikan air pada cheng
Cheng tidak menolak kebaikan paman go minum langsung
" paman terimakasih "
Paman go melambaikan tangan santai membereskan berkasnya , cheng juga tidak diam bangkit segera beres-beres pulang
Dirumah
Yeri baru saja menyelesaikan jahitan nya menatap baju itu dengan tersenyum lembut
Kemudian segera berjalan keluar dari rumah dengan gorden yang dibuat langsung memasang dengan hati senang
Baru saja selesai mengangumi gorden yang telah terpasang suara pintu diketuk membuat yeri segera berlari membuka pintu berfikir itu adalah cheng
Tapi ternyata itu bukan cheng melainkan chenyer yang datang ke sana
" saudari ipar " panggilnya tersenyum
Yeri tau bahwa bhubungan cheng dengan keluarga paman , bibi dan neneknya tidak baik jadi hanya mengangguk
Chenyer tersenyum " saudari ipar apakah saudara cheng ada di rumah " tanya chenyer melirik sana sini
" dia belum pulang " jawab yeri tetap tersenyum ramah
Chenyer langsung berbinar " saudari apakah aku boleh masuk? " tanya chenyer
Yeri ingin menolak karena suaminya tidak ada di rumah tapi dia tidak bisa jadi hanya menerima dengan pasrah
Chenyer tersenyum langsung masuk seperti rumah sendiri langsung duduk di meja makan dengan santai
" saudari aku tidak akan lama-lama aku ingin meminta sesuatu "
Yeri langsung paham kenapa tiba-tiba chenyer datang kerumahnya
Chenyer berhenti sebentar kemudian melihat sekeliling dengan iri baru kemudian menahan nada iri berbicara dengan tersenyum " saudari bisakah kau meminjamkan aku uang 200 yuan, aku akan mengantinya saat panen "
Yeri tentu memiliki uang tapi itu adalah tabungan keluarga jadi dia juga harus meminta pendapat cheng " chenyer kau bisa langsung mengatakan pada cheng "
Wajahnya agak sedikit kurang ramah menahan marah berkata " saudari ayolah aku membutuhkannya "
Yeri tidak ingin memberikannya bagaimana pun ini adalah uang hasil jerih payah suaminya bekerja dengan keras
" tidak "
Senyum wajah chenyer runtuh menatap yeri dengan tidak bahagia " saudari kenapa kau begitu pelit aku adalah adik ipar "
yeri ingin menjawab tapi saudara cheng datang dari luar " keluarga kami tidak meminjam uang "
Chenyer terkejut melihat cheng pulang tiba-tiba " saudara aku akan mengembalikannya saat panen "
Cheng menatap dengan tidak percaya " siapa yang akan mengembalikannya kau atau paman cho yang bahkan poin pertanian tidak pernah sampai target "
Kata-kata cheng membuat chenyer gelisah " saudari aku janji akan mengembalikannya "
" kalau begitu mari kita ke paman cho untuk memintanya menandatangani perjanjian oui "
Chenyer ketakutan dia tidak mau ayahnya tau
" saudari tidak "
Cheng siapa keluar tapi chenyer lebih dahulu pergi dengan berlari dia tidak mau cheng datang ke rumahnya dan mengatakan itu jika itu terjadi ayahnya akan memukul sampai mati dan akan membuat di pendarahan semua orang akan tau dia hamil
Reputasinya akan hancur tidak itu tidak boleh!!
Tapi chenyer lupa bahwa reputasinya surah hancur sejak lama bahkan tidak ada bibi di desa yang mau menikahi putra atau putri pada keluarga lama chen....
Mereka tidak siap memiliki besan penghisap darah apalagi sama kerabat seperti itu apalagi pada mereka
Bahkan jujur dari keluarga lama cheng sudah terkenal sebagai penganggu di desa dan sangat tidak disukai oleh anak-anak desa
Cih emang ya gen kelas duanya telah terlihat sejak dini
Setelah kepergian chenyer, yeri khawatir cheng akan sedih jadi memegang tangan cheng dengan nata khawatir " jangan khawatir aku tidak apa-apa "
yeri tidak bertanya tapi pergi mengambilkan air gula untuk cheng
Menerima perawatan dari istri cheng bahagia
Setelah itu cheng pergi menganti pakaian , sekalian cheng ingin menberikan hadiah melihat barang yang bagus di sistem cheng memilih gelang giok yang sangat indah cocok dengan tangan gadisnya
Keluar dari kamar cheng melihat yeri tengah menyajikan makanan dimeja melihat makanan rumah itu cheng merasa kembali ke rumah
" cheng ayo makan " yeri tersenyum
Cheng mengangguk duduk bersama keduanya menyantap makanan, yeri tersenyum melihat cheng makanan dengan lahapย dia juga sesekali membantu menambahkan hidangan ke mangkuk cheng
Selesai makan cheng berdiri langsung mencuci piring tanpa banyak bicara yeri juga duduk tersenyum pada cheng memberikan semangat
Hal seperti inilah yang di inginkan cheng sederhana tapi bermakna
Menyelesaikan mencuci piring cheng dibawa yeri ke dalam kamar dengan muka misterius menatap cheng dengan tersenyum
Yeri mengeluarkan sesuatu dari lemari
Memegang baju di lenganya cheng terpana senyumnya mengembang mengecup pipi gadisnya itu
" aku juga punya sesuatu untuk mu " cheng tersenyum mengeluarkan kalung giok dari sakunya
Yeri tidak bisa tidak terkejut " cheng ini "
" ini adalah adalah peninggalan ibu ku karena tidak bisa digunakannya jadi simpan lah dulu " ujar cheng bohong karena tidak mungkin mengatakan tiba-tiba dia membelinya bukan
Mendengar itu yeri merasa kalung giok lebih berarti daripada yang lain dengan hati-hati mengeluarkan kotak kayu yang berisi uang maharnya kemudian menyimpan kalung giok bersama dengan uangnya dan meletakkan kembali di tempat aman dan tak lupa menguncinya
Cheng juga menyimpan baju itu berencana akan digunakan saat pergiย bekerja
Membayangkan semua orang melihatnya mengunakan baju buatan istrinya sudut mulut cheng terangkat dengan cepat