
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ
Liu yan tidak membuangnya waktu mengajak yeri pergi ke agen pemasok membeli krim salju melihat harga yang sangat mahal liu yan sedikit enggan tapi jika tidak membeli pasti ibunya akan memarahinya
Setelah selama sehari menemani liu yan yeri kembali sebelum cheng pulang tapi di tengah jalan melewati keluarga lama chen
Yeri tidak munafik yang harus bersikap baik pada orang jahat,tapi sebaliknya yeri marah pada keluarga itu karena membuat suaminya memiliki hidup yang susah
Mata mereka saling bertemu yeri tidak takut mengabaikan orang-orang itu kembali ke rumah
Paman cho dan bibi wu mendegus tidak senang menatap yeri dengan galak dan mengumpat karena menjadi wanita vixen
Yeri tidak peduli pendapat mereka selama suaminya percaya padanya .
Kembali ke rumah yeri tidak beristirahat melainkan ke dapur membuat beberapa kue yang pernah di ajarkan oleh ibu liu padanya
Karena ibu liu adalah nona dari tuan tanah kaya dia memiliki lusinan pelayan dan lebih berpendidikan dari mereka dan pernah keluar negeri tapi karena ibu liu adalah orang yang baik dan bijaksana dia tidak hanya berpendidikan tapi juga menguasai beberapa keterampilan seperti memasak, menyulam, bermain catur dan beberapa hal lain
Karena ibu liu melihat yeri adalah teman baik putrinya dia tidak pelit mengajarkan keahlian dalam membuat kue kepada yeri
Mengingat langkah-langkah yang diajarkan yeri membuat beberapa kue kering memasukan ke dalam toples sebagai cemilan
Cheng yang pulang dari pabrik baru saja memasuki pintu masuk desa tapi di hadang oleh pemuda pelajar lama
Mengerutkan dahi cheng menatap dengan tidak senang
Tapi pemuda itu melihat wajah tidak senang cheng meminta maaf dengan cepat
" ada apa? "
" kamerad cheng bolehkah aku meminta bantuan untuk mengirimkan surat ke kantor pos " tanyanya
Cheng tidak tertarik berbuat baik pada orang didepannya ini " tidak jika kau mau mengirim kau bisa menunggu hari minggu atau minta paman li membiarkan kau libur "
" cheng kenapa kau sangat pelit aku hanya meminjam sebentar "
Suara pihak lain seakan mengeluh tentang cheng.
" jangan pikir aku tidak tau apa tujuan asli mu " begitu suara cheng jatuh pihak lain agak gelisah tapi cepat tenang
' tidak mungkin cheng tau '
" emang apa tujuan ku " tanyanya balik
Cheng smrik menatap orang didepannya seperti badut " kau ingin membawa fangyi bukan ke kota "
Pihak lain terkejut tidak ada yang tau tentang urusannya dengan fangyi
" tidak perlu mengelak aku memiliki bukti dan saksi , aku tidak peduli kau mau melakukan apa tapi jika kau menganggu aku maka akan ku tunjukkkan aku bukan orang yang mudah di ganggu " cheng melepaskan tatapan tajam
Pihak lain meneguk ludah ketakutan dengan momentum cheng
Melihat tidak ada jawaban cheng mengedari sepedeh membiarakan pemuda itu berdiam diri disana
Dari mana cheng tau tentu saja dia tau karena terlahir kembali ingatkan kehidupan dulu masih sangat jelas di pikiran cheng. Dan dia tau bahwa pemuda pelajar lama tidak bersalah hanya karena dia masih muda dan tidak bisa melihat buruk dan baik dia menjadi budak pertama fangyi
Cheng tidak berniat ikut campur urusan orang lain karena mereka harus belajar melihat sesuatu dengan sendiri.
Sampai di rumah cheng melihat cerobong asap menyala langsung meletakkan sepedah berjalan memeluk yeri dari belakang
" ah cheng " kaget
Cheng menghirup aroma harum dari tubuh gadis itu
yeri yang sedang memasak air penasaran dengan hal itu
Cheng melihat diam gadis itu tidak senang karena di abaikan langsung membalik tubuh gadis itu dan memaksa ciuman ganas
Yeri terkejut bereaksi melingkarkan tangan pada leher pria itu
Beberapa menit berlalu merasa oksigen menipis yeri memukul punggung pria itu.
Dengan terpaksa melepaskan bibir yang membuatnya candu itu wajah yeri merah menghirup oksigen dengan serakah
" menantu ayo "
Cheng tersenyum membawa yeri ke kota setelah mengunci semua pintu dan jendela rumah
Keduanya pergi ke kota yeri penasaran apa yang ingin ditunjukkan oleh cheng kepadanya
Berjalan sedikit ke arah komplek cheng membawa yeri ke sebuah bangunan rumah sangat luas tapi sedang mengalami perbaikan
yeri bingung menatap suaminya yang tersenyum padanya " ini adalah rumah kita "
Yeri terkejut " suami apakah ini nyata " yeri agak linglung
Melihat itu cheng terkekeh menjitak dahi yeri dengan pelan " dasar bodoh tentu saja benar apakah kau meragukan kemampuan suami mu "
Yeri mengelengkan kepala percaya pada suaminya tapi berkata dengan penasaran " suami semua uang keluarga ada di tangan ku dari mana uang itu berasal apa kau melakukan sesuatu yang salah " tanya yeri takut cheng mendapatkan masalah
Hati cheng menghangat melihat kekhawatiran gadis itu
" jangan khawatir ini adalah bonus dari pabrik dan uang dari hasil menjual obat "
Mendengar penjelasan suaminya yeri lega dia tidak mau suaminya dalam masalah
Cheng mengandeng tangan gadis itu membawanya melihat sekeliling disaat yeri melihat dengan antusias matanya tiba-tiba melihat pohon persik yang ditanam di tengah halam
" apa kau suka "
yeri melihat suaminya yang menatap dengan lembut dia dengan jujur mengangguk bahagia
Kedua pasangan itu tidak berbicara banyak tapi pemahaman di antara mereka sangat bagus dapat membuat semua orang cemburu
Sebelum kembali pulang Cheng mengatakan dengan percaya diri kepada yeri " percayalah setelah rumah ini jadi kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita " suara Cheng begitu lembut
yeri tentu saja percaya dia menangis bahagia. Cheng melihat istrinya meneteskan air mata tersenyum lembut mengelap air mata istrinya
yeri bahagia bisa menikah dengan suami yang baik dan selalu menempatkannya pertama dalam segala hal
Beberapa pasangan tuan yang melirik ke arah mereka mau tidak mau berseru bahwa hubungan anak muda itu sangat bagus....
Bahkan beberapa bibi meminta cheng untuk lebih bersikap baik pada istrinya Cheng tidak marah mengangguk dengan percaya diri menerima semua perhatian tulus mereka
yeri yang menangis malu tapi juga senang jika mereka pindah karena tetangga di sini semua ramah dan baik
Kedua pasangan itu kembali ke desa saat malam hari karena sepi yeri berani memeluk pinggang Cheng menempatkan wajahnya di punggung gadis itu
Cheng merasakan nafas gadis itu juga tidak bisa bahagia dia senang bisa kembali menikmati waktu indah ini tidak perlu melakukan hal bodoh dan mendapatkan cacian bahkan tatapan jijik dari sekitar
Dan yeri tidak perlu di gosipkan oleh wanita-wanita tidak perasaan itu
Sinar rembulan menambahkan kesan romantis antar keduanya....
Tanpa mereka sadari seorang memandang mereka dari belakang pohon
" fangyi ada apa?? " suara pria dibelakangnya bertanya
" tidak ada hanya saja bukan kah kau lebih mampu dari pada Cheng kenapa dia dapat bekerja di pabrik dan kau tidak " suara wanita itu merasa tidak adil
Pria itu tersenyum menarik lebih dekati sehingga memutuskan jarak diantara mereka " sayang jika kau bisa mendekati Cheng membuat dia jatuh cinta kita dapat mendapatkan segalanya "
Wanita itu cukup enggan karena menyukai pria di hadapannya itu tapi karena bujukan pacarnya dia setuju.