SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI

SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI
Kesalahan


๐™Ž๐™š๐™ข๐™ค๐™œ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–


๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–


๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ


๐™‰๐™ค ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฉ โŒ


โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โŠนโŠฑโœซโŠฐโŠนโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€


Liu yan tidak membuangnya waktu mengajak yeri pergi ke agen pemasok membeli krim salju melihat harga yang sangat mahal liu yan sedikit enggan tapi jika tidak membeli pasti ibunya akan memarahinya


Setelah selama sehari menemani liu yan yeri kembali sebelum cheng pulang tapi di tengah jalan melewati keluarga lama chen


Yeri tidak munafik yang harus bersikap baik pada orang jahat,tapi sebaliknya yeri marah pada keluarga itu karena membuat suaminya memiliki hidup yang susah


Mata mereka saling bertemu yeri tidak takut mengabaikan orang-orang itu kembali ke rumah


Paman cho dan bibi wu mendegus tidak senang menatap yeri dengan galak dan mengumpat karena menjadi wanita vixen


Yeri tidak peduli pendapat mereka selama suaminya percaya padanya .


Kembali ke rumah yeri tidak beristirahat melainkan ke dapur membuat beberapa kue yang pernah di ajarkan oleh ibu liu padanya


Karena ibu liu adalah nona dari tuan tanah kaya dia memiliki lusinan pelayan dan lebih berpendidikan dari mereka dan pernah keluar negeri tapi karena ibu liu adalah orang yang baik dan bijaksana dia tidak hanya berpendidikan tapi juga menguasai beberapa keterampilan seperti memasak, menyulam, bermain catur dan beberapa hal lain


Karena ibu liu melihat yeri adalah teman baik putrinya dia tidak pelit mengajarkan keahlian dalam membuat kue kepada yeri


Mengingat langkah-langkah yang diajarkan yeri membuat beberapa kue kering memasukan ke dalam toples sebagai cemilan


Cheng yang pulang dari pabrik baru saja memasuki pintu masuk desa tapi di hadang oleh pemuda pelajar lama


Mengerutkan dahi cheng menatap dengan tidak senang


Tapi pemuda itu melihat wajah tidak senang cheng meminta maaf dengan cepat


" ada apa? "


" kamerad cheng bolehkah aku meminta bantuan untuk mengirimkan surat ke kantor pos " tanyanya


Cheng tidak tertarik berbuat baik pada orang didepannya ini " tidak jika kau mau mengirim kau bisa menunggu hari minggu atau minta paman li membiarkan kau libur "


" cheng kenapa kau sangat pelit aku hanya meminjam sebentar "


Suara pihak lain seakan mengeluh tentang cheng.


" jangan pikir aku tidak tau apa tujuan asli mu " begitu suara cheng jatuh pihak lain agak gelisah tapi cepat tenang


' tidak mungkin cheng tau '


" emang apa tujuan ku " tanyanya balik


Cheng smrik menatap orang didepannya seperti badut " kau ingin membawa fangyi bukan ke kota "


Pihak lain terkejut tidak ada yang tau tentang urusannya dengan fangyi


" tidak perlu mengelak aku memiliki bukti dan saksi , aku tidak peduli kau mau melakukan apa tapi jika kau menganggu aku maka akan ku tunjukkkan aku bukan orang yang mudah di ganggu " cheng melepaskan tatapan tajam


Pihak lain meneguk ludah ketakutan dengan momentum cheng


Melihat tidak ada jawaban cheng mengedari sepedeh membiarakan pemuda itu berdiam diri disana


Dari mana cheng tau tentu saja dia tau karena terlahir kembali ingatkan kehidupan dulu masih sangat jelas di pikiran cheng. Dan dia tau bahwa pemuda pelajar lama tidak bersalah hanya karena dia masih muda dan tidak bisa melihat buruk dan baik dia menjadi budak pertama fangyi


Cheng tidak berniat ikut campur urusan orang lain karena mereka harus belajar melihat sesuatu dengan sendiri.


Sampai di rumah cheng melihat cerobong asap menyala langsung meletakkan sepedah berjalan memeluk yeri dari belakang


" ah cheng " kaget


Cheng menghirup aroma harum dari tubuh gadis itu


yeri yang sedang memasak air penasaran dengan hal itu


Cheng melihat diam gadis itu tidak senang karena di abaikan langsung membalik tubuh gadis itu dan memaksa ciuman ganas


Yeri terkejut bereaksi melingkarkan tangan pada leher pria itu


Beberapa menit berlalu merasa oksigen menipis yeri memukul punggung pria itu.


Dengan terpaksa melepaskan bibir yang membuatnya candu itu wajah yeri merah menghirup oksigen dengan serakah


" menantu ayo "


Cheng tersenyum membawa yeri ke kota setelah mengunci semua pintu dan jendela rumah


Keduanya pergi ke kota yeri penasaran apa yang ingin ditunjukkan oleh cheng kepadanya


Berjalan sedikit ke arah komplek cheng membawa yeri ke sebuah bangunan rumah sangat luas tapi sedang mengalami perbaikan


yeri bingung menatap suaminya yang tersenyum padanya " ini adalah rumah kita "


Yeri terkejut " suami apakah ini nyata " yeri agak linglung


Melihat itu cheng terkekeh menjitak dahi yeri dengan pelan " dasar bodoh tentu saja benar apakah kau meragukan kemampuan suami mu "


Yeri mengelengkan kepala percaya pada suaminya tapi berkata dengan penasaran " suami semua uang keluarga ada di tangan ku dari mana uang itu berasal apa kau melakukan sesuatu yang salah " tanya yeri takut cheng mendapatkan masalah


Hati cheng menghangat melihat kekhawatiran gadis itu


" jangan khawatir ini adalah bonus dari pabrik dan uang dari hasil menjual obat "


Mendengar penjelasan suaminya yeri lega dia tidak mau suaminya dalam masalah


Cheng mengandeng tangan gadis itu membawanya melihat sekeliling disaat yeri melihat dengan antusias matanya tiba-tiba melihat pohon persik yang ditanam di tengah halam


" apa kau suka "


yeri melihat suaminya yang menatap dengan lembut dia dengan jujur mengangguk bahagia


Kedua pasangan itu tidak berbicara banyak tapi pemahaman di antara mereka sangat bagus dapat membuat semua orang cemburu


Sebelum kembali pulang Cheng mengatakan dengan percaya diri kepada yeri " percayalah setelah rumah ini jadi kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita " suara Cheng begitu lembut


yeri tentu saja percaya dia menangis bahagia. Cheng melihat istrinya meneteskan air mata tersenyum lembut mengelap air mata istrinya


yeri bahagia bisa menikah dengan suami yang baik dan selalu menempatkannya pertama dalam segala hal


Beberapa pasangan tuan yang melirik ke arah mereka mau tidak mau berseru bahwa hubungan anak muda itu sangat bagus....


Bahkan beberapa bibi meminta cheng untuk lebih bersikap baik pada istrinya Cheng tidak marah mengangguk dengan percaya diri menerima semua perhatian tulus mereka


yeri yang menangis malu tapi juga senang jika mereka pindah karena tetangga di sini semua ramah dan baik


Kedua pasangan itu kembali ke desa saat malam hari karena sepi yeri berani memeluk pinggang Cheng menempatkan wajahnya di punggung gadis itu


Cheng merasakan nafas gadis itu juga tidak bisa bahagia dia senang bisa kembali menikmati waktu indah ini tidak perlu melakukan hal bodoh dan mendapatkan cacian bahkan tatapan jijik dari sekitar


Dan yeri tidak perlu di gosipkan oleh wanita-wanita tidak perasaan itu


Sinar rembulan menambahkan kesan romantis antar keduanya....


Tanpa mereka sadari seorang memandang mereka dari belakang pohon


" fangyi ada apa?? " suara pria dibelakangnya bertanya


" tidak ada hanya saja bukan kah kau lebih mampu dari pada Cheng kenapa dia dapat bekerja di pabrik dan kau tidak " suara wanita itu merasa tidak adil


Pria itu tersenyum menarik lebih dekati sehingga memutuskan jarak diantara mereka " sayang jika kau bisa mendekati Cheng membuat dia jatuh cinta kita dapat mendapatkan segalanya "


Wanita itu cukup enggan karena menyukai pria di hadapannya itu tapi karena bujukan pacarnya dia setuju.