SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI

SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI
Manis


๐™Ž๐™š๐™ข๐™ค๐™œ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–


๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™


๐™‰๐™ค ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฉ โŒ


...โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โŠนโŠฑโœซโŠฐโŠนโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€...


" kenapa kau menutup mata kau akan melihatnya cepat atau lambat " goda cheng


Wajah yeri seperti kepiting rebus " cheng "


Cheng terkekeh " baiklah ayo masuk dulu"


Dengan lembut cheng membawa yeri masuk " ini " yeri menyerahkan kota makan pada cheng


Cheng tersenyum menerima kotak makan itu membuka tutup kotak itu melihat nasi yang masih hangat ada acar lobak, iga rebus, dan tumis sayur


Cheng tersenyum lebih cerah hatinya menghangat saat calon menantunya perhatian padanya


" saudara makan " ucap yeri dengan lembut


Cheng mengangguk memulai menyantap makanan dengan lahap rasa yang familiar membuat hidung cheng asam saat mengingat dia membuat yeri sedih dulu


Yeri tersenyum saat cheng menghabiskan makanan dengan lahap


" apakah paman dan bibi tau kau kesini " tanya cheng menatap yeri


Yeri merasa malu dan cemas " aku lupa "


" dasar bodoh " nada cheng lembut


Yeri tidak berani melihat ke arah cheng yang bertelanjang dada sedangkan cheng menatap yeri yang disinari oleh cahaya rembulan


" cantik " gumam cheng masih didengar oleh yeri


Membuat gadis itu semakin memerah malu


Cheng menarik gadis itu kedalam pelukannya wajah yeri terkejut tampak sangat imut dimata cheng


Cup


Cheng mencium bibir gadis itu rasa manis dari bibir yeri membuat cheng semakin kecanduan ciuman itu berubah menjadi *******, yeri terkejut dan tidak bisa berfikir lagi hingga oksigen menepis dia langsung memukul dada cheng


Melepaskan dengan lembut yeri menghirup udara dengan rakus menatap cheng dengan malu dan cheng menatap dengan tersenyum


" sekarang kau milik ku " bisik cheng bersentuhan dengan telinga yeri


Sekarang wajah yeri sepenuhnya memerah ๐Ÿ˜ณ


Cheng terkekeh tidak mengoda lagi berjalan ke kamar berpakaian


Yeri memegang wajahnya yang panas


Cheng keluar dari kamar " ayo aku akan mengantar mu pulang " suara cheng lembut mengengam tangan gadis itu


Yeri yang sedang sangat dekat dengan cheng salting tapi juga entah kenapa suka dengan perhatian cheng


Di gelapnya jalan desa hanya senter cheng yang menyinari jalan dengan bergenggaman pasangan itu sampai di rumah ye


" saudara cheng naaf merepotkan mu " yeri tersenyum


Cheng mengelus kepala gadis itu " tidak merepotkan untuk menantu ku " ucap cheng


" satu hal lagi aku akan bekerja di pabrik kain besok " tambah cheng


Yeri terkejut kemudian bertepuk tangan gembira " saudara cheng itu bagus, kau sangat hebat "


Cheng terkekeh melihat gadis itu bahagia untuknya, kemudian menyuruh gadis itu masuk karena sudah malam


Setelah yeri masuk kedalam barulah cheng berbalik pergi


Dibelakang pintu yeri memegang wajahnya mengingat kejadian saat dirumah cheng


Lain hal nya cheng yang kembali ke rumah tiba-tiba dihadang oleh sesok gadis yang tak lain adalah saudara Baixong


" cheng " suaranya sok lembut


Cheng menaikan alis males menatap gadis itu


" awas " cheng dengan dingin mengusir gadis itu


Bei wengi tertegun kemudian berkata dengan genit bahkan badannya sengaja dia majukan " cheng aku menyukai mu " ucapnya


Cheng merasa geli dengan gadis dihadapannya ini " pergi "


" siapa yang kau katakan murahan gadis ku hanya yeri dia tidak seperti mu yang mencoba merebut pria orang " nada cheng penuh penghinaan Bei wengi tidak bisa berkata-kata


Cheng langsung pergi meninggalkan gadis itu , cih apanya dia pikir cheng mudah di rayu


Bahkan sosok yeri lebih cantik dari pada wanita yang telah dia liat di dunia ini


Kembali ke rumah cheng langsung mengunci pintu masuk ke kamar membuka antar muka sistem


Melihat bahwa waktu diskon semakin singkat cheng buru-buru membeli radio, sepedah, kulkas, 50 kati daging babi, 50 kati beras dan 10 ekor ayam


Cheng menghela nafas hanya bisa membeli sedikit karena waktu yang singkat


Kemudian beralih melihat ruang penyimpanan hampir semuanya telah berlipat ganda membuat suasana hati yang tadinya buruk kembali membaik


Meletakkan kepala pada bantal cheng tertidur dengan lelap


.


.


.


.


Keesokan harinya


Cheng bangkit membersihkan diri kemudian ke dapur menyiapkan makanan sederhana untuk dirinya sendiri


Selesai menyantap cheng mengunakan baju yang dia beli di sistem dan mengunakan sepatu kulit siap pergi ke kota bekerja


Para penduduk yang keluar untuk membajak sawah langsung terkejut melihat penampilan cheng


" cheng kau mau kemana? " tanya seorang bibi


" oh bibi aku akan bekerja di kota " cheng dengan ramah memberi tau


Bibi itu terkejut " benarkah "


" iya bibi kalau begitu aku permisi " dengan sopan pamit menuju rumah paman du


Dengan menaiki gerobak keledai cheng sampai dikota langsung pergi ke pabrik untuk saja pabrik kain dekat jadinya cheng tidak perlu mengunakan bus tapi cheng memikirkan harus membeli sepeda karena sangat repot jika harus berjalan bolak-balik seperti ini


Sampai di depan pabrik kain , cheng menyerahkan surat kerjanya setelah mendapatkan persetujuan cheng langsung masuk kedalam menuju kepala bagian penerimaan


" halo kawan apakah kau pekerjaan akuntansi baru "


" iya itu aku " cheng tersenyum sopan


Pemuda itu menganguk mengantarkan cheng ke ruangannya " ini adalah ruangan akuntansi ada 3 orang tambah kamu "


" terimakasih kawan "


Melihat cheng sopan pemuda itu semakin puas dengan cheng kemudian berbalik pergi


Cheng masuk melihat ke meja didalam ruangan yang ada tiga hanya satu meja yang belum ada nama pemilik jadi itu pasti miliknya


Duduk di kursi itu cheng menunggu yang lain datang


Tak lama pintu terbuka menunjukkan dua pria masuk bersamaan mereka berbada umur yang satu sekitar 30 an dan yang satu 29 an


" hallo apakah kau anak baru itu " pria tua itu menyapa cheng


" benar paman mohon bantuannya kedepan " cheng dengan ramah


Pria itu menyukai pemuda yang ramah mengangguk langsung sedang yang satu tidak mengatakan apa-apa langsung duduk tanpa berbicara


" siapa nama mu " tanya pria yang berumur 30 itu pada cheng


" paman nama ku cheng kua "


" nama bagus kau bisa memanggil ku paman go dan yaitu kau bisa panggil dia paman pi "


" aku mengerti "


" bagus "


Tak lama seorang pria datang dan berkata " kalian semua ini adalah yang harus dibuat kan laporan hari ini " orang itu menyerah tiga dokumen


Paman pi yang duduk langsung bangkit tersenyum kepada pria yang memberikan berkas itu " tentu saja direktur "


Cheng menggelengkan kepala males dia sudah sering melihat orang penjilat seperti paman pi ini


Paman pi membagikan berkas itu pada mereka cheng juga tidak berlama-lama mengikuti paman go untuk bekerja langsung mengabaikan paman pi yang menjilat