
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐๐ฃ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Kembali kerumah matahari telah terbenam tapi tumben beberapa penduduk desa masih berada di luar suaranya keras membicarakan peristiwa yang terjadi tentang bocah yang digigit ular itu menyebar bahkan saat bangun bocah itu mengatakan dengan jelas bahwa neneknya meninggalkan dia saat ular itu mengigitnya
Mendengar dari dalam rumah cheng menghela nafas sukurlah kedua orang itu mau mendengar dia dan pertanyaan pada bocah itu
Melihat semua kejadian terjadi seperti dimasa lalu tapi ada yang berubah cheng berharap tidak ada efek kupu-kupu dari ini
Menyalakan lampu cheng melirik baju yang dia sobek tadi cheng langsung membuangnya dan mengeluarkan yang baru dari sistem tak hanya itu cheng juga sengaja menambah beberapa barang di rumah agar tidak menimbulkan kecurigaan
Seperti biasa cheng memperhatikan diskon sistem hanya ada 3 barang krim salju , kue ayam, dan kapas melihat itu sedang murah cheng membeli dengan banyak apalagi kapas yang sangat susah di beli di era ini
Puas melihat semakin banyak barang cheng tertidur setelah mematikan lampu
Beda halnya dengan keluarga chen lama dimana Zhu qiong marah karena neneknya menyajikan bubur milet yang tidak enak ' kemana dagingnya, kemana sayurannya '
Zhu qiong mengeretakan gigi tidak puas tapi demi rencana mendapatkan bantuan dari saudara cheng dia menyatap makana menjijikan itu
Kedua orang tua itu tidak peduli dengan cucunya tidak suka atau apa jika tidak suka jangan makan pikir mereka
Di sisi halaman lain chenyer berada di dalam kamar melihat wajahnya dengan tidak puas membayangkan jika dia tinggal di kota seperti Zhu qiong pasti dia akan putih, cantik, dan halus . Chenyer mengepalkan tangan tidak puas mengeluh kenapa kedua orang tuanya bukan pamannya atau kenapa saudara cheng tidak melihatnya sebagai adik perempuan dan memberi hal baik padanya
Mendegus sebal tertidur dengan jengkel
.
.
.
Sekitar jam 6 pagi suara speaker menadahkan ada masalah berbunyi tentu saja cheng bangun karena harus hadir ke pertemuan itu
Mengunakan baju cheng segera pergi aula pertemuan hampir semua penduduk telah hadir bahkan dari awal cheng masuk sudah terdengar seseorang nangis dan wanita tua mengomel serta seorang pria membela wanita yang menangis
Melihat lebih jelas ternyata itu orang yang menjadi topik hari ini adalah orangtua dari bocah yang di gigit ular dengan wanita tua itu
Cheng tidak ingin ikut campur mendekati ayah dan ibu ye " ayah apa yeri datang " tanya cheng tidak ingin gadisnya mendengar kata-kata kotor yang keluar dari wanita di depan
" tidak, ibu meminta dia untuk tidak ikut " jawab ibu ye tersenyum hapal dengan menantunya ini
" ah itu bagus " cheng lega kemudian menatap paman li dan sekertaris yang maju kedepan
" menantu shu katakan yang ingin kau katakan "
Ibu bocah itu menangis mengigit bibur dengan tekad kuat berbicara " kapten kau tau bagaimana kami bekerja siang dan malam bahkan suami ku selalu mengambil shift karena menghidupi keluarga tapi kemarin ibu mertua ku meninggalkan putra ku yang sedang di gigit ular bagaimana jika aku tidak datang menemukannya hari itu dia apakan pergi dari ku " suara tangis itu semakin keras
Pria di sampingnya membujuknya untuk berhenti menangis
" wanita tua katakan kenapa kau tidak membantu cucu mu " paman li bertanya dengan aura pimpinan
Paman li tau bahwa wanita seperti ini harus lebih di tegaskan " wanita tua jangan salahkan aku karena keras mendidik jika ku tidak mengatakan yang sebenarnya "
Wanita tua itu gemeteran ketakutan menagis " hidup ku sungguh sial memiliki menantu tak berbakti dan putra yang bodoh memfitnah wanita tua ini "
Semua desa menatap wanita itu dengan jijik tatapan penduduk desa membuat wanita itu malu tapi dia tidak mengakui kesalahannya
" ibu hiks jangan berbohong lien mengatakan semuanya " ujar ibu bocah itu
" penangih hutang berbohong " nadanya tidak mau kalah
Ibu bocah itu menatap ibu mertuanya dengan marah dan menatap suaminya dengan pasrah " kalau kau mengatakan anak ku penagih hutang mari bercerai "
Beberapa kata dari ibu bocah itu membuat para penduduk kaget karena walaupun para wanita di desa sering dipukul oleh suami mereka tidak berani bercerai karena takut di ktitik oleh masyarakat
Pria itu menatap tajam ibunya " ibu katakan yang sebenarnya dan jangan membuat aku harus memutuskan hubungan dengan mu " pria dengan dengan tegas berkata
Paman li yang melihat permasalahan menjadi seperti ini langsung menengahi " baiklah siapa yang berada di hutang utara dan melihat bocah lien digigit ular "
Setelah suara paman li terdengar seorang paman yang terkenal suka memburu keluar dari barisa " kapten aku berada di waktu disaat bocah keluarga shu digigit dan wanita tua itu pergi begitu saja "
Ibu dari bocah itu langsung ingat siapa orang itu adalah yang membawa anaknya kepadanya saat di ladang
Paman li menatap wanita tua itu dengan jijik " saksi telah ada apakah kau akan mengelak "
" aku tidak_ " wanita itu mencoba mengelak
Tapi langsung dipotong oleh ibu bocah itu menatap suaminya dengan sedih " mari kita bercerai aku tidak ingin ibu mu menyakiti putra ku lagi " nadanya telah menyerah dengan hubungan itu pria itu menolak dengan tegas " tidak kau adalah istri ku dan lien adalah putra ku yang harus pergi bukan kalian tapi dia "
Pria itu menunjuk ibunya dengan marah kemudian menatap paman li " kapten aku ingin memutuskan hubungan dari wanita jahat ini "
" apakah kau yakin " tanya paman li dan pria itu mengangguk dengan serius
" tidak aku tidak mau " para wanita tua di desa mulai memarahi wanita itu karena jahat kepada cucu apalagi para wanita tua yang tidak memiliki cucu laki-laki
Melihat hal seperti ini paman li langsung meminta sekertasi membawa pria yang bernama shuaing meletakkan cap sidik cari dan cap cap sidik jari wanita itu diambil secara paksa
Setelah semua selesai dibawah mata para penduduk barulah mereka bubar kembali ke rumah siap bekerja
Cheng yang keluar bersama ayah dan ibu ye berpamitan kembali ke rumah siap berangkat kerja untung saja sistem memiliki vitamin jika tidak dipastikan hari ini cheng tidak sehat karena kurang istirahat
Berkendara mengunakan kesepedah ke pabarik tak sengaja cheng melihat mobil mogok di pinggir jalan
Cheng berhenti menatap paman itu " paman apakah kau butuh bantuan " tanya cheng
Pria itu mengangguk " ya aku butuh mobil ku tidak mau berjalan apakah kau bisa memperbaikinya "
" bisa " cheng turun mendekati mobil itu melihat ternyata hanya ada sesuatu yang longgar mengencangkan cheng menatap paman itu
" paman liatlah "
Paman itu mencoba menyalakan dan hatinya lega saat mobil itu nyala melihat pemuda itu dengan senang " anak muda terimakasih kalau boleh tau siapa nama mu " tanyanya
" paman namaku cheng kua aku pekerjaan sementara di pabrik kain " cheng tersenyum pamit pergi