
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ
Bekerja di pabrik Cheng memiliki waktu kosong yang di pakai dengan menjual barang di pasar gelap atau pergi pembuangan sampah mencari harta karun lainnya
Tentu saja Cheng mengingat waktu jika mendekati jam pulang dia akan kembali dan pulang kerja bersama para karyawan lainnya
Sebelum pulang kerja Cheng berbelok ke gang yang sepi tidak ada orang sama sekali mengeluarkan daging babi, biji-bijian halus, tepung, gula dan minyak
Dengan tas lumayan banyak pulang ke rumah
" aku pulang "
" suami kau kembali " tersenyum senang
" apakah ada masalah "
Yeri Memgelengkan kepala " tidak ada tapi aku mendapatkan banyak jamur saat ke hutan "
Gadis itu menarik tangan Cheng membiarkan Cheng melihat hidagang yang dibuat " aku yakin ini enak "
Bersama dengan gadisnya mencicip setiap hidangan jamur rasa kaldu jamur di padu ayam sangat enak
Cheng sesekali menberikan potongan ayam paling besar untuk yeri
Baru saja selesai makan Cheng ingin bersantai bersama istrinya tapi ada saja tanya penganggu
Saat membuka pintu gadis dari pemuda pelajar itu datang ke rumah Cheng menatap mereka dengan acuh
" ada apa? "
Melihat sikap pihak lain sangat acuh li fanghai merasa dirugikan " aku ingin tinggal di rumah mu " suaranya seperti memerintah
" tidak "
Melihat penolakan itu fangyi buru-buru berkata dengan nada lembut dan mata polos berair " kamerad jangan menolak dulu kau tau bukan asrama pemuda pelajar sangat rusak kami ingin pindah ke sini jangan khawatir kami akan menbayar "
" tidak butuh uang, kalau kau ingin pindah katakan pada kapten "
Tanpa rasa simpati menutup pintu langsung mengabaikan wajah sok polos fangyi
Mereka tertegun merasakan dihina oleh kaki lumpur menjadi sangat marah bahkan fangyi yang telah mengeluarkan triknya merasakan seperti tertampar dengan keras
" Cheng apakah tidak apa menolak " tanya yeri khawatir
" jangan khawatir jika mereka mengusik mu aku akan melawan mereka " suara penuh perhatian dari Cheng membuat yeri tersenyum mengangguk
Kedua orang itu menyalahkan tv menonton bersama dengan menggandeng tangan layaknya orang mau nyebrang saja...
Kehidupan keluarga kecil Cheng berjalan dengan lancar bahkan jika gadis-gadis itu mencoba merusak reputasi Cheng mereka tidak akan bisa karena penduduk desa telah mendapatkan manfaat dari Cheng dan jika mereka membutuhkan kain mereka dapat membeli pada Cheng
Tentu saja manfaat seperti itu lebih baik dari pada membantu gadis dari asrama pemuda pelajar yang manja dan suka menghina mereka
Inilah yang diinginkan cheng jika memberikan sesuatu pada publik pasti publik akan memihak pada kita
Ketiga gadis itu hanya bisa kembali ke asrama dengan kelelahan diwajah mereka apalagi saat waktu makan bubur miliet beberapa tidak membantu menghilang rasa lapar mereka
Siang berganti malam Cheng seperti biasa setelah makan malam membawa yeri untuk berjalan-jalan di sekitar desa
Dan untuk pertama kalinya setelah menikah mereka tertidur tanpa melakukan apapun hanya saling memeluk satu sama lain
Walaupun begitu saat bangun esok harinya keduanya tetap tersenyum dan Cheng memberikan ciuman pagi pada yeri
Menyantap sarapan buatan yeri kemudian Cheng pergi bekerja dan tak lupa meminta yeri jika dia mau dapat ke kota membeli apapun yang dia mau
Merasakan penasaran yeri hanya dapat menunggu hingga Cheng kembali
Yeri tidak berdiam diri memberi makan hewan kemudian membuat baju baru untuk Cheng dan beberapa sapu tangan
Tak lama liu yan datang dengan gembira mengundang yeri untuk melihat kencan buatnya tentu saja yeri setuju karena penasaran seperti apa pemuda yang akan di temui oleh sahabatnya itu
Bergegas berganti baju yeri sangat cantik mau tidak mau liu yang berseru " orang mengira kau yang akan pergi kencan buta"
" apakah aku harus mengantinya "
" tidak seperti ini saja " liu yan menghela nafas
" jika aku pria aku pasti akan menikahi mu "
Dipuji cantik membuat yeri malu
Kedua gadis itu berjalan didesa mau tidak mau memuji yeri yang cantik dan beruntung
Sampai di rumah liu yan, yeri langsung di tarik kedalam kamar " dia akan datang sebentar lagi "
Yeri mengangguk membantu persiapan liu yan melihat sahabatnya yang gugup yeri tertawa
" aku jadi semakin penasaran siapa pria yang membuat mu bisa gugup seperti ini " tawa yeri pecah
Liu yan merasa malu saat di katakan secara langsung
" itu _ "
Terpotong oleh teriakan saudaranya makcomblang telah datang
Kedua gadis itu langsung membuka pintu sedikit menampakkan seorang pria agak lembut masuk duduk dihadapan keluarga liu yan a
" paman perkenalkan nama ku Gu jun aku yatim piatu karena keluarga ku meninggal saat kelaparan melanda negeri ini aku bekerja di pabrik memiliki gaji 50 yuan serta aku tinggal di bangunan yang disediakan pabrik. Paman aku telah menyukai putri mu sejak lama tapi aku tidak berani melamar tapi karena kencan buta ini aku berani datang karena tidak mau liu yan menikah sebelum aku mengatakan perasaan ini " jelasnya
Yeri Melihat pihak lain serius dan tulus batu dihatinya lega menatap sahabatnya yang memandang dengan serius juga
" apakah di tampan " yeri bertanya
" tampan " jawab reflek liu yan
Membuat yeri tertawa " ah liu yan kau sangat mesum "
Mendengar itu liu yan memerah malu ingin mengubur diri
Ayah dan ibu liu yan puas dengan segalanya untuk masalah tidak memiliki orang tua mereka tidak mempermasalahkannya
" bawa keluar liu yan " ucap ayah liu berarti setuju dan tinggal persetujuan dari liu yan
Merasa gugup liu yan dibawa keluar oleh yeri dan ibu liu
Mata Gu jun tidak dapat meninggalkan gadis pemalu yang keluar itu. Melihat itu harapan dan ketakutan Gu jun di tolak sirna diganti harapan
" bagaimana " tanya ayah liu
Melihat putrinya malu-malu keluarga liu tau sudah saatnya putri mereka menikah
Kemudian tinggal menentukan hari baik saja adalah 1 bulan dari sekarang
Setelah semua beres Gu jun tidak bisa tidak tertawa bodoh akibat terlalu bahagia
Yeri juga senang wajahnya semakin bersinar saat dia tersenyum ibu liu mau tidak mau bertanya apa yang yeri pakai
Setelah mengetahui bahwa itu krim salju ibu liu kaget tapi mengeluarkan uang meminta liu yan membeli krim salju dan mengunakan sebelum hari pernikahan tiba
Melihat ibunya sangat senang liu yan juga tak kalah bahagia dia tau bahwa pernikahannya adalah kekhawatiran ibunya nya
Setelah mendapatkan pernikahan ini ibu liu dapat meluruskan pinggangnya dan lebih rileks dari pada sebelumnya