SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI

SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI
Koi


๐™Ž๐™š๐™ข๐™ค๐™œ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–


๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™ฎ๐™–


๐™‰๐™ค ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฉ โŒ


...โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โŠนโŠฑโœซโŠฐโŠนโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€...


Setelah menyerahkan semuanya keluarga ye mengundang makcomblang untuk makan tapi karena makcomblang harus pergi ke kota jadinya dia menolak para tetua keluarga ye tidak lagi memaksa


" cheng kau harus makan disini " ibu ye dengan menatap dengan tegas


Cheng langsung menjawab " ok ibu " ucapan memanggilnya ibu ye dengan ibu membuat wanita itu bahagia


"Anak baik " dengan gembira pergi ke dapur menyiapkan makanan bersama yeri kedua pria itu menghela nafas kemudian berbicara tentang keadaan dikota mendengar itu ayah ye lebih antusias


" ah andai saja bocah bau itu bisa belajar dengan giat dan tidak membolos " ayah ye hanya bisa menyesal


" ayah jangan khawatir dengan kakak dia adalah orang yang mampu jika dia tidak bisa bekerja dikota bukan kah masih ada putranya "


Ayah ye mengangguk kemudian mengingat Baixong dia menggelengkan kepala " dengan ibu seperti itu lupakan saja "


Cheng juga tidak bisa berkata apa-apa mengenai masalah itu karena suasana diam itu cheng mengalihkan topik tentang hasil pertanian


Tentu saja ayah ye tau cheng mencoba mengalihkan pembicaraan tapi dia tidak marah malah semakin puas dengan Menatunya yang tau kapan harus lanjut berbicara dan kapan harus berhenti


Dengan pribadi seperti cheng keluarga ye dapat yakin menyerahkan putri mereka satu-satunya


" cheng, ayah penasaran dari mana kau dapat membeli banyak barang " ayah ye siap cheng menolak menjawab tapi siapa sangka cheng langsung menjawab


" ayah sebenarnya saat aku ke gunung aku menemukan ginseng, aku pergi ke kota menjualnya ternyata ginseng itu berumur 100 tahun harganya 20.000 yuan "


Mendengar uang banyak ayah ye terkejut dia tau ginseng sangat mahal tapi tidak tau harganya bisa sampai seperti itu


Ayah ye buru-buru berkata " cheng ayah tidak akan mengatakan ini pada siapa pun ingat simpan dengan hati-hati "


Cheng mengangguk inilah yang dia suka dengan calon mertuanya mereka tidak akan meminta apapun padanya ataupun menuntut kepadanya


" ayah aku mengerti "


" waktu makan " teriak ibu ye


Cheng dan ayah ye bangkit dengan gembira menuju meja makan di saat meja makan cheng tidak melihat kakak ye dan istri serta anak-anaknya tapi cheng tidak bertanya karena tidak mau ikut terlalu dalam ke urusan rumah tangga orang lain


" ibu makanan mu tetap sangat enak " puji cheng


" cih mulut mu sangat manis " ibu ye tapi tersenyum


Ayah ye dan yeri tertawa melihat itu dengan adanya cheng suasana tidak terlalu aneh


Bersandar di kursi " wah ibu jika aku terus makan seperti ini aku akan menjadi babi "


" kalau begitu jadi lah babi " ibu ye geli


Suasana harmonis itu tiba-tiba berhenti saat melihat Baixong dan kakak ye serta putranya masuk


" ibu / ayah kami kembali "


" kalian sudah pulang apakah sudah makan ? " tanya ibu ye


" ibu aku akan makan nanti " kakak ye tidak nafsu makan langsung masuk kedalam kamar


Melihat itu yeri tidak enak merasa bersalah seakan tau pikiran yeri cheng mengelus kepala gadis itu


Baixong yang ditinggalkan suaminya matanya memerah sedih merasa malu menatap yang lain ikut masuk kedalam kamar


Melihat ibu ye menghela nafasย  " nenek aku lapar "


" apakah kau sudah makan " tanya ibu ye merasa kasihan pada cucunya


Bocah itu menggelengkan kepala " ah kedua orang itu sudah dewasa bagaimana bisa membiarkan putranya lapar seperti ini " gerutu ibu ye marah


Cheng buru-buru mengedipkan mata pada yeri, melihat itu yeri langsung menanggil keponakannya " Yuchen ayo ikut bibi "


Bocah itu mengangguk mengikuti bibi kecilnya ke dapur


Ibu ye langsung mengingat tatapan putranya membuat amarahnya mereda " tapi membiarkan putranya lapar dimana hati mereka " ibu ye sedih


" ibu biarkan semua ini beberapa hari kita hanya harus melihat kedepannya "


Ibu ye mengangguk , ayah ye menepuk pundak istrinya " jangan terlalu memikirkan mereka, biarkan mereka menyelesaikan sendiri "


" aku tau hanya aku tidak tau kehidupan putra kita akan seperti ini "


" ini adalah pilihan saat memiliki gadis itu kita hanya menerimanya " ayah ye mengingat hari itu


" aku tau "


Disaat ayah ye berbicara tadi cheng sudah pergi ke dapur membiarkan mereka berdua


" cheng bagaimana " yeri cemas


" ayah sudah menenangkan ibu " cheng menjawab dengan lembut


Yeri mengangguk menyuapi putra kakaknya makanan selesai makan bocah itu berkata " bibi aku akan pergi bermain " setelah mengatakan itu dia berlari keluar


Di dapur kedua orang itu saling bertatapan " kenapa kau melihat ku seperti itu "


" sangat cantik " gumam cheng dapat didengar yeri


Yeri merasa malu melihat gadis itu malu cheng mendekati yeri membawanya masuk kedalam pelukan kedua mata saling bertemu. Cheng melihat bibi kecil itu ingin mencicipi nya tapi tiba dengar suara langkah kaki yeri langsung mendorong cheng dengan panik


Melihat siapa yang datang yaitu ibu ye cheng terbatuk ringan hanya yeri yang sudah merah seperti tomat


" ah kebetulan ibu disini aku akan pamit pulang dulu " cheng tersenyum pergi meninggalkan kedua wanita di dapur itu


Cheng yang hampir di pergoki sangat gugup tapi untung saja wajahnya dapat di kontrol dengan baik


Lalu keluar dari rumah cheng kebetulan cheng bertemu dengan zheng mu " saudara cheng "


" zheng mu bagaimana kencan buta nya "


" jangan katakan itu aku tidak mau " zheng mu merinding


Cheng tertawa " saudara cheng aku ingat apakah kau memiliki hasil buruang aku berniat membelinya "


" membeli " tanya cheng bingung


" iya aku melakukan bisnis menjual jadi apakah kau memilikinya aku akan membelinya dengan harga pasar "


Cheng mengangguk " ada apakah kau ingin "


Zhang mu meloncak kegirangan " kalau begitu saudara ayo kerumah ku aku akan membelinya sekarang "


" ok "


Cheng dan Zhang mu pergi ke rumah cheng " masuk tunggu aku akan pergi mengambilnya "


" ok saudara " Zhang mu menunggu di halaman


Cheng keluar dengan keranjang dengan babi utut, 5 ekor kelinci " apakah kau mau "


Zhang mu tertegun matanya berbinar " saudara aku akan mengambil semuanya "


Cheng terkekeh geli melihat wajah Zhang muย  , Zhang mu melihat babi ini sekitar 200 pon totalnya 550 dengan kelinci


Menerima uang itu Zhang mu menatap kagum cheng yang bisa membunuh babi seberat itu " saudara jika kau memilik hasil buruan lagi jual pada ku "


" aku mengerti kembali lah sebelum bibi Zhang mencari mu " ingat cheng


Zhang mu teringat ibunya yang marah saat dia kabur dari rumah " ah saudara kau membuat aku mengingat hal buruk "


" dasar anak ini kembali ingat jangan memberi tau orang kalau kau menjual daging saat ini " cheng mengingatkan karena takut yamen menangkap


Dua bulan lagi harus pemerintah mengizinkan untuk melakukan kewirausahaan dan universitas akan dibuka


"Saudara tenang saja aku lebih pintar dari dulu " Zhang mu dengan sombong


Cheng menggelengkan kepala geli