
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Dipabrik cheng lebih bersemangat dari pada biasanya bahkan paman go menatap dengan geli membuat cheng malu
" paman kenapa kau melihat aku seperti itu " tanya cheng
" cih apakah karena kau memiliki istri makanya selalu ada bunga-bunga di sekitar mu " cibir paman go
Cheng merasa malu tapi tidak bisa di bohongin dia sangat senang
Paman go merasa geli tapi menjadi nostalgia mengingat waktu pertama kali dia menikah juga seperti cheng bahagia dan tertawa konyol sepanjang hari
Paman pi hanya melirik dengan kesal tidak peduli hanya membenamkan wajah ke berkas
Paman go mengingat sesuatu yang dilupa " cheng besok pabrik akan membuka penjualan didalam khusus para pekerja pabrik "
Cheng langsung sadar dilupa bahwa pabrik biasanya menjual pakaian cacat kepada para pekerja pabrik dengan harga murah
" paman untung kau mengingatnya aku hampir lupa, aku berencana mengajak menantu ku "
" dasar muda setelah menikah terus mengatakan menantunya "
Cheng menatap geli " paman go jangan mengoda ku "
Paman go tertawa tidak mengangguk cheng lagi dan kembali menyelesaikan pekerjaan, selama priode ini paman go telah melihat bahwa cheng anak baik, rajin dan jujur. Paman go menghela nafas sangat jarang pri seperti cheng terlahir di desa
Saat jam makan siang paman go dan cheng berkumpul di meja yang sama dengan paman xulchu, paman feng, dan paman zing
" seperti ada yang beda dari bocah ini " paman xulchu dengan tatapan menyelidiki
Paman go langsung berkata " tentu saja dia sudah menjadi seorang suami "
Semua di meja tertawa cheng tidak malu tapi mengangkat kepalanya bangga
Paman feng terkekeh geli " liatlah dia "
Suasana meja mereka bener-bener sangat harmonis bahkan koki dari kafetaria paman xu mau tidak mau ikut berbicara " ada apa ini, kenapa sangat ribut " dengan tersenyum datang meletakkan sepiring cumi-cumi tumis pedas
Paman go langsung mengacukan jempol senang
" bocah ini sudah menikah " jawab paman feng menatap paman xu
" yo bocah kau sudah dewasa ternyata " paman xu tertawa
" paman ini permen pernikahan " cheng mengeluarkan permen dari mantelnya
Paman go, paman xulchu, paman feng, paman zhig serta paman xu tidak menolak malah langsung mengambil dengan gembira " yo bocah jangan hanya memberikan permen tapi bawalah menantu mu mengunjungi kami "
Cheng mengangguk " paman aku pasti akan membawanya "
Disela-sela mereka berbincang paman xu menatap paman go " yo pak tua kalau tidak salah kau membeli banyak makanan untuk menantu mu bukan "
Paman go mengangguk karena waktu itu tak sengaja dia dilihat oleh paman xu untung saja itu temennya dan bukan musuhnya
" apakah kau bisa memberi tau aku siapa orang yang menjual itu? " tanya paman xu
Paman go tidak langsung memberi tau bahwa itu cheng tapi malah bertanya kembali " kenapa kau ingin tau?? "
Paman xu tidak menutupi permasalahannya langsung menceritakan bahwa petani tempat dia membeli bahan-bahan suka mengurangi bahan yang dia pesan dan menaikan harga membuat paman xu kesal setengah mati
Selesai paman go melirik cheng tentu saja cheng juga mengangguk tanda setuju
" kalau kau mau tanyakan pada cheng dia membantu ku mengisi kembali tubuh memenatu ku " jawab paman go
Cheng berfikir berapa yang harus diberikan tidak mungkin mengeluarkan secara langsung " paman aku bisa menyiapkan 10 kati biji-bijian halus, 10 kati sayuran , 5 kati daging, 10 kati ikan, 10 kati jamur, 10 kati telur "
" apakah paman mau ? " tambah cheng
Paman xu langsung berbinar mengangguk dengan cepat " cheng paman beli "
Paman feng, paman xulchu serta paman zhig terkejut dengan jumlah yang di lontarkan oleh cheng
Cheng melihat itu langsung berkata sambil tersenyum " paman jangan khawatir semua yang aku katakan itu karena aku memiliki hubungan baik dengan kapten brigadir dia pasti akan menjual pada paman xu "
Semua langsung mengerti kenapa cheng bisa dengan mudah mengatakan itu langsung menatap cheng dengan iri sungguh enak tinggal di desa tanpa khawatir makanan
Cheng merasa sedikit tidak enak melihat wajah iri dari sekitar
" paman aku akan membawakan mu besok "
Paman xu mengangguk bahunya agak rileks karena sekarang dia bisa memutuskan hubungan dengan petani tidak jujur itu
Setelah selesai makan mereka keluar dari kafetaria kembali ke bagian masing-masing
Dalam perjalan kembali ke kantor banyak orang yang menatap cheng karena iri di sukai oleh gadis dan memiliki pekerjaan yang tetap dalam waktu singkat
Cheng bernafas lega tidak ada rumor buruk tentangnya jika tidak dia akan tertekan jika gadisnya tau
Sampai di luar pintu suara ribut terdengar dari dalam ada suara paman pi dan suara wanita yang terdengar
" kenapa kau tidak bisa membantu keponakan mu bekerja disini " suara wanita itu tidak puas
" apakah pikir mudah apalagi dengan iQ bocah itu "
" jika mudah suruh dia mendaftarkan besok dan liat apakah dia lulus apa tidak " tambah paman pi
" tapi harusnya keponakan mu bekerja disini tapi kenapa tidak jadi " wanita itu bertanya
" ah pemilik pekerjaan itu menyerahkannya pada orang lain "
" bah siapa orang itu kenapa berani mengambil pekerjaan keponakan mu " suara wanita itu keras
Cheng mengerutkan kening apakah dia mengambil?
Dan cheng bingung kenapa wanita ini begitu sibuk dengan anak orang lain
" diam apakah aku ingin kehilangan pekerjaan karena keponakan tidak berbakti itu " paman pi tentu saja tidak bodoh selama beberapa hari telah melihat ketekunan cheng bekerja jika itu keponakan dia hanya akan meninggalkan bekerja padanya
" cih apakah seserius itu hingga kau akan di pecat " wanita itu merasa tidak akan ada masalah
" ya apakah kau pikir aku akan mengatakan ini dengan sengaja " paman pi tidak senang
Wanita itu melihat suaminya marah terdiam tidak puas membuka pintu siap pergi tapi bertemu dengan dua orang yang satu sudah dikenal karena bekerja dengan suaminya tapi begitu melihat cheng dia menatap dengan marah
Cheng tidak peduli bersama paman go masuk mengabaikan wanita itu
Tapi wajah itu benar-benar sama dengan keponakan paman pi apakah istrinya memberikan topi hijau padanya
* topi hijau : berselingkuh atau berzina dibelakang suami
Cheng tidak berbicara duduk pura-pura tidak tau apa yang terjadi sibuk mengerjakan berkas yang belum selesai.
Disaat wanita itu meninggalkan ruangan dengan tatapan tajam menatap cheng, cheng menghampiri paman go
" paman apakah itu istri paman pi " bisik cheng
Paman go mengangguk " benar ada apa? "
" paman apakah paman ingat saat keponakan paman pi datang aku melihatnya mempunyai tanda lahir di lehernya dan itu sama persis dengan tanda yang ada di leher istrinya " jelas cheng
Paman go langsung melirik paman pi yang sedang bekerja langsung menghela nafas lega takut di dengar dan membuat ribut " cheng aku juga berfikir seperti itu karena wajah anak itu sangat mirip dengan istrinya tapi jangan katakan ini pada orang lain itu urusan mereka "
Cheng mengangguk tidak melanjutkan tapi tanda mereka sadari paman pi mendengar tanpa sengaja mulai merenung