
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Setelah kepergian zhang mu cheng mulai melihat petak sayurnya yang tumbuh dengan baik menyiram tanamam, cheng lanjut mengecek apakah masih ada makanan dan air minum di kandang ayam
Puas mengecek cheng duduk di bawah pohon menghirup udara yang masih bersih
Hingga hari menjelang malam cheng bangkit ke dapur memasak mie dan tambahan telur rebus cheng makan dengan lahap, cheng bisa masak yang lain tapi dia males
Selepas makan bangkit mencuci piring baru cheng masuk kedalam kamar melihat sistem diskon
Melihat-lihat cheng memilih minyak goreng 5 kaleng saja kemudian keluar dari antarmuka sistem cheng membawa senter cheng keluar kamar
Mengeluarkan bibit pohon peach cheng menanam di rumahnya karena ingat yeri menyukai buah beach
Melihat pohon telah tertanam cheng tersenyum menanti reaksi gadis itu
Suara speaker brigari terdengar
Cheng mengenakan mantelnya pergi ke aula brigadir disaat cheng datang sudah ramai dapat cheng liat keluarga lama cheng dan keluarga ye sudah tiba juga
Cheng mendekati keluarga yeย " ayah / ibu " sapa cheng
" apakah kau sudah makan " ibu ye khawatir menantunya belum makan
Cheng merasa hangat dengan perhatian calon mertuanya " ibu tenang saja aku sudah makan "
Ibu ye ingin berkata lagi tapi berhenti karena suara pama li terdengar " semuanya mungkin kalian tau kemarin petugas pemerintah telah mengecek desa kita ,mereka menyetujui aliran listrik ke desa kitaย " informasi dari paman li membuat cheng senang akhirnya tidak perlu pakek senter lagi
" yang inginย rumahnya mengunakanย listrik sihlakan membayar 2 dolarย itu sudah termasuk pemasang kabelnya " para warga langsung tidak mau memasang listrik karena harga yang diberikan
Tentu saja paman li melihat wajah mereka tidak memaksa untuk mengunakan listrik " bagi yang mau setelah ini selesai bisa langsung mendaftarkan nama ke sekertaris "
Benar saja setelah selesai hampir seluruh nya bubar kecuali 5 yaitu cheng, keluarga ye, paman du, paman ji, paman di .
Setelah mencatatkan nama mereka dan membayar mereka hanya perlu menunggu pemasangan besok sore
Cheng pulang bersama yang lain cheng melihat yeri kedinginan langsung melepaskan mantelnya " pakai "
Yeri yang dipasangkan mantel merasa malu " saudara cheng makasih "
" gadis bodoh "
Interaksi mereka tidak bisa dekat tapi suasana manis dapat terasa keluarga ye hanya menggeleng kepala tersenyum diam-diam, kecuali satu orang menatap seperti dunia berhutang jutaan padanya siapa lagi kalau bukan Baixong tapi dia tidak berani berbicara hanya dengan jujur menyaksikan saja karena suaminya telah sangat marah dan jika sampai dia bercerai dia akan menjadi janda dan Dinikahkan oleh keluarga ibunya demi uang mahar
Dia baru melihat wajah asli keluarga kelahiran saat suaminya ingin mengembalikannya mereka acuh acuh dan tidak mau tau
Sungguh bodoh dia memberikan semua makan itu pada keluarga ibunya
Bahkan bei wengi menuduhnya merencanakan ini padahal jelas-jelas itu adalah rencana ibunya agar mendapatkan menantu kaya
Tapi semua kotoran jatuh kepadanya hatinya mengerang marah ingin membunuh bei wengi itu tapi kemudia puas saat dia menikah dengan pemuda desa sebelah yang miskin
Bukan kah dia selalu membual tentang mendapatkan orang kaya untuk menjadi suaminya
Bah tidak tau malu mengharapkan cheng menjadi suaminya setelah berbuat tidak senonoh dengan kekasih gelapnya
Sesampai di rumah keluarga ye Baixong yang berkeliaran di pikirannya kembali ke dunia nyata masuk kedalam mengikuti suaminya tidak mau berlama-lama di dekat cheng ataupun yeri karena malu
" istirahatlah dengan baik " cheng tersenyum lembut mengelus gadis itu
" baik, ini mantel_ "
Yeri menikmati perhatian cheng kepadanya begitu pun cheng menikmati memanjakan yeri
Memaksa gadis itu masuk lebih dahulu barulah cheng berbalik pulang meningggalkan rumah keluarga ye
" apakah cheng kembali " tanya ibu ye
Yeri mengangguk dengan malu , ibu ye tidak mengoda putrinya membiarkan gadis itu kembali ke kamarnya dengan mantel cheng
" liatlah cheng belum menikah dengan yeri dia sudah memanjai gadis bau itu seperti itu " ibu ye berbicara dengan jijik tapi nadanya penuh kelembutan
Ayah ye tersenyum " itu bagus mereka tercipta untuk satu sama lain "
Ibu ye mengangguk melanjutkan menjahit pola bunga pada kerudung merah yang akan digunakan untuk pernikahan yeri
.
.
.
.
Keesokan harinya sebelum berangkat kerja cheng meminta bantuan bibi li dan bibi du untuk membantu persiapan pernikah tentu saja cheng memberikan 500 yuan pada bibi li yang sudah dianggap sebagai ibu sendiri
Akhirnya dia pergi bekerja dengan ketenangan hati dan hanya perlu menunggu pernikahaan terjadi
Disaat cheng masuk ke kantor paman pi dan paman go sudah tiba lebih dulu
" yo cheng kemari Terima lah permen pernikahan "
" paman go siapa yang menikah " tanya cheng bingung
" ini anak dari xulchu bahkan aku sendiri tidak tau anaknya menikah pagi-pagi ini dia memberikan permen pernikahan dan meminta maaf pada ku karena tidak bisa mengundang karena hanya mereka memutuskan untuk kerabat saja yang hadir " paman go hanya menghela nafas
" paman go ada apa? " tanya cheng
Paman go menggelengkan kepala " tidak ada hanya saja putra ku dia memiliki menantu yang telah melahirkan dan kekurangan makanan "
Cheng melihat paman pi yang tidak melihat kearah mereka berbisik kepada paman go " paman aku mempunyai teman menjual makana apa yang kau inginkan "
Paman go langsung berbinar mengecilkan suara " cheng apapun itu boleh apalagi telur dan ikan aku akan membeli "
Cheng mengangguk " paman bagaimana dengan 10 kati biji-bijian halus, 10 ekor ikan , 10 kati telurย "
Paman go tertegun dengan nilai yang di bicarakan " cheng apakah tidak masalah teman mu menyiapkan semua itu "
" paman yakin lah semua ini hasil desa kami " cheng menyakinkan paman go
Mendengar itu paman go lega dia tau ini adalah hasil desa
" bagus kalau gitu paman akan membayar dulu " paman go menyerahkan uang dan tiket yang berbeda-beda tentu saja jumlah uang telah di hitung paman go sesuai harga pasar setiap barang
" paman tunggu jam makan siang aku akan mengambilnya "
Paman go mengangguk senang tentu saja dia percaya pada cheng itulah kenapa dia memberikan uang lebih dahulu kepada cheng
Paman pi yang melihat mereka ber bisik-bisik merasakan cheng dan paman go membicarakan dirinya.
" apa yang kalian bicarakan " teriaknya marah
" oh bukan urusan mu " jawab paman go ketus
Paman pi menatap paman go dengan tatapan tajam begitu juga paman go membalas lebih tajam
Cheng yang berada di tengah-tengah tidak tau harus berbuat apa ' tolong '