SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
TEKA-TEKI TELAH DIPECAHKAN [TAMAT]


Sean pun kembali fokus menatap pintu ruang bersalin sambil bertanya dalam hati, “Apakah itu akan sangat menyakitkan, apakah dia akan sangat kesakitan.”


Sedang berpiki seperti ini, Sean mendengar suara erangan keras Charlotte yang sedang mengejan. Dia lalu menarik kerah baju Enzo, dan seketika meletakan kepalanya di bahu Enzo. Tubuhnya gemetaran seakaan dia juga merasakan sakit yang sama seperti yang sedang Charlotte rasakan.


Enzo menepuk-nepuk punggung teman baiknya itu, suasana berubah menjadi hening, suara erangan pun berubah menjadi suara tangisan bayi. Mendengar ini Sean pun seperti meleleh dan kakinya terasa lemas, dia pun berlutut sambil memegangi sisi punggung Enzo.


Bayinya telah lahir dengan suara yang lantang menggelagar ketika menangis, Enzo pun merasakan kelegaan yang sama. Sean mendongak menatap Enzo yang sedang berdiri. Dengan mata berkaca-kaca kawan baiknya itu mengangguk, memberikan selamat kepada Sean Smith hanya dengan tatapan.


Tatapan mereka teralihkan ketika seorang perawat menjatuhkan beberapa botol obat, Posisi saat ini sungguh terlihat seperti adegan Sean sedang meminta Enzo untuk menikah dengannya. Menyadari hal ini Sean langsung saja mendorong tubuh Enzo, sesaat yang lalu terlihat mesra beberapa detik kemudian menjadi musuh.


“Hissh …” protes Enzo.


Dokter pun keluar dari ruang bersalin, “Selamat Tuan, itu adalah bayi laki-laki.”


Sean tidak bisa menahan keharuannya, dia pun menangis bahagia, “Apa aku sudah boleh ke dalam?” tanyanya.


Dokter mengangguk, dan segera membantunya memakai baju steril. Ketika Sean masuk, Charlotte sedang melakukan inisiasi menyusui dini. Ini merupakan permulaan menyusu dini yang dilakukan dengan usaha bayi sendiri segera setelah ia lahir. IMD dapat dilakukan dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap pada dada atau perut ibu tanpa terhalang oleh kain, selama minimal satu jam dimulai segera setelah bayi lahir. sehingga secara alami sang bayi akan mulai aktif merangkak untuk mencari dada ibu Setelah menemukan lalu segera menyusu.


Sean semakin terharu ketika melihat Peristiwa menakjubkan ini, ini adalah dua malaikat tak bersayapnya, yang mampu membawanya terbang tanpa ada rasa ketakutan untuk jatuh. Sean mendekati Charlotte, lalu menundukan kepalanya dan dengan lembut mencium kening Charlotte.


“Aku mencintai kalian,” ujar Sean seraya menggenggam tangan Charlotte.


Sean tersenyum haru, melihat jika putranya itu tengah menyusu di dada Charlotte, “Hei! Pelan-pelan saja, papa tidak akan berebut denganmu.”


Charlotte terlihat sangat lelah, melihat Sean sedang menatapi putra mereka dengan penuh cinta juga membawa haru di hati Charlotte. Setelah sekian banyak drama yang Katie buat dan juga ibu dan adik tirinya, sekarang nampaknya dia akan merengkuh kebaahagiannya bersama dengab pria yang dia cintai, bersama keluarga kecilnya sekarang.


Pada saat ini, ponsel Diana berdering. Dengan setengah mengantuk, dia menjawab panggilan ponsel itu, “Apa! sudah lahir?” ujar Diana terkejut.


Diana berusaha bangkit, tapi pegangan tangan Frezy di pinggul rampingnya sangat kencang. Diana menoleh sembari membangunkan suaminya itu, “Hei! Bangunlah, putra baptis kita sudah lahir.”


Frezy masih bergeming, Diana lalu menundukan kepalanya dan mencium kening suaminya itu dan berkata, “Bangunlah, putra baptis kita sudah lahir,” ulang kata Diana lagi.


Setelah dicium Frezy pun membuka kedua matanya, lalu berkata, “Ayo, kita pergi melihat.”


Frezy pun bangun dari ranjangnya dan segera melesat pergi mandi, Diana tertawa melihat tingkah kekanakan dari suaminya itu. Setelah rapi mereka pun segera pergi ke rumah sakit, “Dimana si bayi?” tanya Diana begitu sampai ke rumah sakit.


Ruang rawat inap Chharlotte adalah kamar rawat gabung dengan kamar bayi. Karena Sean tidak ingin berjauhan dari keduanya. Dia ingin mereka berada di satu kamar yang sama.


Setelah menelisik kesehatan ibu dan bayi. Dan, dinyatakan sehat oleh dokter maka barulah mereka bisa berada di dalam satu kamar.


Diana melihat dari balik kaca pemisah, “Oh ya ampun, mengapa dia begitu tampan,” pujinya.


Sean mendengarnya, tersenyum lalu dia terbatuk beberapa kali, seperti ingin menjawab jika ketampanan itu adalah gen dia yang menurun kepada putra semata wayangnya itu.


Frezy terdiam melihat wajah mungil yang tengah terlelap. Perlahan tangannya meraih tangan Diana, dan menggengamnya. Hati Frezy berdesir aneh, dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Bergeming, tanpa kata tiba-tiba air matanya menetes.


Diana menoleh, tersenyum lalu dia memeluk Frezy dari belakang. Merasakan dipeluk Frezy pun tersenyum, lalu mengusap-usap tangan istrinya itu. Mereka di sana saling bercengkrama, pada saat ini Sean berkata, “Kalian para wanita teruskan saja, aku dan Frezy ada hal yang harus dibicarakan.”


“Hasil Tes DNA sudah keluar,” ujar Sean sambil berjalan di koridor menuju ke taman rumah sakit.


Frezy bergeming beberapa saat, lalu menjawab,


“Jika begitu aku sudah siap.”


Frezy mengangguk, dengan alat new gen whole genome sequencing seluruh DNA dapat dianalisa dalam 40–48 jam. Kerajaan bisnis telah dihancurkan oleh Frezy, dan sekarang saatnya Frezy masuk ke dalamnya dan tampil sebagai penyelamat kerajaan bisnis Crownly, agar pijakan kakinya lebih kuat sebagai ahli waris utama yang selama ini telah menghilang dari keluarga Crownly.


“Aku ingin mengenalkanmu kepda seseorang,” ujar Sean.


“Siapa?” tanya singkat Frezy.


Sean mengambil ponselnya, mengetik pesan singkat, dan tidak menunggu lama datanglah seorang pria dengan berpakaian rapi, “Ini adalah Lucas, asistenmu. Aku telah memilihkan terbaik dari yang terbaik,” jelas Sean.


Frezy menatap Sean, lalu mengangguk. Dalam hati dia telah menganggap Sean adalah keluarga, yang tidak akan menyakitinya, memanfaatkannya apalagi menipunya. Jadi dengan senang hati dia menerima tawaran bantuan dari Sean itu.


“Halo,” sapa Frezy sembari memberi uluran jabat tangan kepada asisten barunya itu.


Sean menempatkan Lucas untuk membantu Frezy mengambil alih semua kerajaan Bisnis Crownly. Semua hal Teknik di internal atau pun di luar lapangan bahkan untuk mengurus hal-hal yang tidak tercatat di internal ataupun di luar lapangan.


Pergi berdua, pulang bertiga, meski sedikit terkejut tapi Diana tidak terlalu banyak bertanya, pada saat ini yang dia tahu adalah suaminya itu sedang berbisnis dengan Sean, jadi wajar saja jika memiliki satu asisten yang handal.


Setelah Diana dan Frezy pergi, maka pada saat ini datanglah Tuan Harold. Sean menyambutnya dengan hati senang, “Silakan duduk Tuan,” ujarnya.


“Mohon maaf jika pertemuan ini hanya bisa di kantin saja, “ ujar Sean kepada Tuan Harold.


“Tidak apa, minum kopi di mana saja bagiku sama saja,” ujar Tuan Harold seraya menyesap kopinya.


Mereka berdua berbincang ringan sambil sedikit tertawa kecil, “Terima kasih karena sudah percaya kepadaku,” ujar Sean.


“Aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu,” ujar balik Tuan Harold.


“Lihatlah aku sekarang, sepertinya aku sudah bisa pensiun dengan tenang, sekarang aku memiliki menantu yang luar biasa,” ujar Tuan Harold dengan senang.


Pada waktu itu, Sean sudah mengetahui tentang keberadaan Frezy lalu menawarkan kesepakatan kepada Tuan Harold, jika dia memiliki calon menantu luar biasa untuk Diana. Asalkan Tuan Harold mengikuti semua petunjuknya.


Tuan Harold menilai Sean selalu memiliki perhitungan Sean soal bisnis yang selalu tepat, jadi dia berpikir jika tawaran ini bukanlah tawaran biasa dan pasti Sean sudah memprediksi hasilnya dengan akurat. Karena itulah dia pun akhirnya mengiyakan tawaran dari Sean, agar menikahkan Diana dengan Frezy.


Tuan Harold juga berterima kasih karena Sean sudah begitu perhatian kepada apa yang terjadi kepada Frezy, dan bahkan mengirimkan salah satu asisten terbaiknya juga untuk membantu Frezy mengambil alih dan membangun kembali kerajaan bisnis Crownly. Teka-teki sudah terpecahkan, saatnya menikmati hidup.


Selama di rumah sakit, Sean tidak pergi ke kantor, beberapa asistennya datang membawa pekerjaan kepadanya. Pada hari ini, saatnya mereka kembali ke rumah. Tiba di rumah, pelayan sudah berdiri menyambut kedatangan Tuan muda kecil mereka.


Charlotte menggendong putranya itu, Charlotte di dorong di kursi roda oleh Sean. Semua pelayan menundukan kepalanya kepada Tuan Muda kecil. Sean membawa dua kesayangannya itu masuk ke dalam kamar, lalu membuka pintu kamar lain yang menghadap ke balkon luar, dengan pemandangan Bungan dan rerumputan yang sangat indah.


Sean bersimpuh di depan Charlotte, memandangi kagum kepada istri dan putranya itu, “Kalian begitu indah,” puji Sean.


Charlotte tersenyum sembari mengusap puncak kepala suaminya itu, lalu dia berkata, “Apa sudah memberitahu Ibu?”


Sean terdiam, lalu Charlotte mulai menasehati suaminya itu, “Akan ada kebaikan setelah ada kata maaf, dan selalu ada kebahagiaan untuk sesuatu yang di maafkan.”


Sean mencium sekilas bibir Charlotte lalu dia berdiri dan mengambil ponselnya, berjalan sedikit jauh. Lalu sedikit tersenyum ketika berbicara di ponsel. Selama ini Sean mengasingkan Ibunya itu untuk memberikan sedikit pelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


“Tuhan telah memberikan kita kehidupan yang baik, maka kita harus membalasnya dengan menjalani hidup ini dengan baik,” ujar Sean menutup percakapannya dengan Ibunya itu, lalu dia menghampiri Charlotte dan putranya, mencium pipi istrinya itu lalu berkata lagi, “Aku mencintaimu.”


-TAMAT-