SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
SET PERHIASAN


Mendengar ada yang meneriakan namanya, Frezy pun langsung mematikan perangkat kerjanya. Lalu dia segera turun ke bawah. Katie langsung menghampirinya, "Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku, karena hanya aku satu-satunya pelindungmu," ujar Katie.


Katie selalu meyakinkan Frezy bahwa dia adalah satu-satunya pelindung untuknya di.keluarga Crownly, berkata jika keadaan terpisahnya Frezy karena ada yang mendengki kepadanya. Mengatakan bahwa dia harus berhati-hati, menyembunyikan identitasnya selama Katie berusaha untuk membawanya ke dalam keluarga Crownly.


Sebelum meminta pertolongan Frezy, Katie mengungkit lagi tentang bagaimana dia berusaha dengan keras menemukan Frezy. Mendatangi satu persatu yayasan yatim piatu, mencari tahu keberadaan Frezy.


Katie merasa bersyukur karena mencuri dengar waktu itu, sehingga tahu jika sebelum kelahirannya dia memiliki saudara tiri. Apalagi ketika dia tahu jika saudara tirinya ini bisa di manfaatkan.


Frezy mendengarkan dengan seksama, lalu berkata, "Ada apa?"


Katie pun mengarang cerita lagi, "A-aku tidak sengaja menabrak.orang mabuk. Aku takut sekali."


"Maksudku, itu kan salah dia. Mengapa mabuk di jalan. Iya kan, itu salah dia," ujarnya menggiring Frezy untuk memihaknya.


"Kita ini bersaudara, jadi maukah kau membantuku," pinta Katie.


"Bantu apa?" Ujar singkat Frezy.


"Hilangkan jejak CCTV yang menangkap kejadian tadi?" Jawab Katie.


Frezy mengerutkan alisnya, lalu dia mengambil laptopnya dan berkata, “Nama jalan?”


Katie langsung saja duduk di sebelahnya dan menyebutkan nama-nama jalan yang tadi dia lewati. Jari jemari Frezy dengan lincah berselancar dengan cepat di keyboard laptopnya. Katia yang tidak mengerti sama sekali tentang cara yang dikerjakan oleh Frezy, hanya tersenyum puas ketika melihat Frezy sudah benar-benar menghapus jejak digitalnya ketika menabrak orang tak dikenal, dan mungkin saat ini orang itu sudah tamat riwayatnya di dunia ini.


“Kau memang benar-benar saudara yang bisa diandalkan.” Puji Katie sembari mengatakan jika malam ini dia akan bemalam di apartemen Frezy.


Keesokan paginya, Enzo sudah menunggu kedatangan Sean di Gu Corporation, Baru saja Sean masuk ke dalam ruang kerjanya, Enzo langsung sudah berdiri dan berkata, “Kecurigaanmu benar adanya.”


Sean hanya menyeringai, “Jika begitu kita simpan kartu As tambahan ini untuk nanti, biarkan dia sedikit tersiksa dulu,” ujar Sean.


“Kau ini jahat sekali,” ujar Enzo.


“Ini belum seberapa dengan apa yang sudah dilakukannya,” ujar Sean acuh tak acuh.


“Semalam, katie menabrak orang sampai mati, tapi seluruh rekaman hilang,” cerita Enzo.


Sean hanya sedikit tersenyum lalu Enzo berkata lagi, “Apa kau kira-kira tahu siapa orangnya?”


Sean menatap kawan baiknya itu dan hanya memberikan seulas senyuman lagi. Enzo memahami senyuman kawannya itu. Lalu tidak banyak bertanya lagi, setelah Enzo keluar, Sean mengambil berkas yang Enzo letakan di atas meja kerjanya.


Sean membacanya dengan detail selembar demi selembar, “Kena kau!” ujarnya dengan sedikit menyeringai.


Dia menutup berkas itu dengan perasaan sedikit tidak enak hati, tapi ini demi kebaikan semuanya, jadi ini memang jalan terbaik, Sean menelpon sekretarisnya dan berkata, “Untuk cincin pernikahan Nona Diana, akan menjadi tanggunganku. urus itu dengan baik.”


Sean pun meneruskan pekerjaanya, Charlotte memaksa Sean agar kembali bekerja di kantor saja, karena dia merasa baik-baik saja. Sean pun patuh dan mulai masuk kerja ke kantor lagi dan mengerjakan pekerjaannya dengan normal.


Pagi ini Frezy sudah bersiap rapih, Diana akan menjemputnya. Hari ini mereka akan memilih cincin pernikahan. Charlotte juga akan ikut pergi untuk menemani.


“Mau ke mana?” tanya Katie yang melihat jika Frezy sudah rapih dan bersiap pergi.


“Cincin pernikahan?” tanya Katie.


“Ya.” Jawab singkat Frezy lagi.


“Jika begitu pilihlah yang paling bagus ok, kau panas mendapatkan itu,” ujarnya sembari tertawa dan memakaian jaket kepada Frezy.


“Nah, kau sudah tampan. Cepat jangan sampai dia lama menunggu,” ujar Katie sembari tersenyum manis.


Frezy pun mengangguk dan segera turun, menunggu sebentar di lobi, mobil Diana pun tiba. Jendela kaca mobil turun, “Masukalah,” ujar Diana kepada Frezzy.


Tunanangannya itu pun membuka pinti mobil, duduk seraya mengeratkan sabuk pengamannya sendiri. Beberapa kali sebelumnya Diana selalalu melakukan itu untuk dirinya, jadi sekarang dia sudah hafal kebiasaan jika masuk ke dalam mobil Diana.


Kepala pelayan menemani Charlotte pergi ke toko perhiasan, sean juga telah berpesan kepada sekretarisnya agar Charlotte juga dibelikan satu set perhiasan atau lebih. Charlotte berdiri dengan indahnya, meski hamil tapi itu tidak menghalangi kecantikan dirinya, malah semakin terihat ningrat meski hanya memakai baju sederhana saja.


Diana dan Frezy lebih dulu tiba, begitu melihat Charlotte tiba, Diana melambaikan tangan dengan antusias, “Apa menunggu lama?”


“Tidak, kau sedang hamil. Sudah bagus mau menemaniku memilih cincin,” jawab Diana.


“Ayo, kita masuk,” ajak Diana seraya menggandeng tangan Charlotte dan juga Frezy.


Di toko perhiasan, manajer toko telah menyambut kedatangan mereka, “Selamat datang, kami telah menyiapkan koleks terbaik yang kami miliki.”


Mereka pun di bawa ke ruang VIP, lalu bebreapa staf dengan memakai sarung tangan lengkap masuk membawa beberapa kotak yang berisi cincin dan juga set perhiasan, pada saat ini kepala pelayan berkata kepada Charlotte dan Diana, “Tuan Smith bilang jangan sungkan untuk membeli perhiasan yang disukai, tuan akan membayarnya berapa pun harganya.”


Charlotte dan Diana saling menatap, “Apakah suamimu sedang mentraktir aku dan Frezy?” tanya Diana.


Charlootte menaikan bahunya, lalu menoleh kepada pelayan, “Ini adalah hadiah dari Tuan Smith unutk pernikahan Nona Diana dan Tuan Frezy, dan juga untuk Nyonya Smith.”


“Wah, suamimu sungguh baik hati sekali,” puji Diana.


“Jika begitu silahkan , jangan sungka. Pilihlah yang kalian mau,” ujar Charlotte.


Diana pun memperlihatkan satu persatu cincin yang akan mereka pakai untuk dipernikahan nanti, Frezy mengambil cincin itu persatu, mengamati diluar kebiasaan orang umum. Dia benar-benar memperhatikan mulai dari berat cincin, kehalusan pemotongan berlian serta ukiran cincinya. Frezy ingin cincin pernikahannya ini sempurna.


Untuk satu cincin dia bisa memperhatikan selama berjam-jam, sampai-sampai mereka memesan makan siang dan di bawa ke toko ini. Jika buka Nyonya Smith maka toko itu tidak akan pernah mau memberikan pelayanan itu kepada pelanggan mereka.


“Calon suamimu itu , eeem …” ujar Charlotte tanpa melanjutkan perkataannya.


“Uni,” ujar Diana seraya tertawa.


“Ha ha ha …” Charlotte tertawa lepas lalu berkata lagi, “ iya itu maksudku, dia sangat unik.”


“Itu artinya calon suami seperti dia terbatas, karena Tuhan memproduksinya tidak dalam jumlah banyak,” ujar Diana seraya tertawa juga.


“Wah itu artinya kau sangat beruntung,” ujar Charlotte dengan sedikit mencandai kawan baiknya itu.


“Betul sekali,” balas ujar Diana sambil tertawa juga.