SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
WAJAH YANG TIRUS


Bab 50


Meski sudah memiliki kartu As, Sean masih merasa belum saatnya menampilkan kartu As tersebut. Malam ini Sean pulang ke rumah, merasa sangat rindu dengan Charlotte dia pun pergi tidur ke kamar istrinya itu.


Sean memeluk bantal seraya berkata, "Kau ada di mana, kau bahkan tidak mengizinkan aku untuk meminta maaf kepadamu, pergi begitu saja."


Keesokan pagi nya Sean terbangun karena suara ponselnya berdering tanpa henti, baru menekan tanda menjawab yang ada di ponselnya, suara Enzo sudah memekakan telinga. Sean menjauhkan ponsel itu dari telinga nya, lalu menyalakan mode suara speaker, "Ada apa?"


"Kau masih tidur?" tanya Enzo.


"Iya, sampai tadi kau membangunkanku?" jawab Sean.


"Apa kau belum baca berita hari ini?" tanya Enzo.


"Ada apa?" jawab sean dengan setengah malas.


"Baca saja sendiri, aku sudah mengirimkan link beritanya kepadamu?" ujar Enzo.


Sean pun menutup sambungan teleponnya, lalu mulai mengecek berita pagi ini. Itu adalah berita yang mengatakan Sean suka bermain perempuan. Foto-foto Sean yang sedang mabuk ketika itu, di papah oleh seorang wanita berpiyama menjadi trending topik.


Beberapa waktu yang lalu memberi berita yang menghebohkan, mengaku telah menikah. Tapi, hari ini foto-foto dia sedang berada di klub malam bersama wanita dan sedang mabuk berat telah tersebar.


Sean melihat itu pun hanya tertawa, “Receh,”cibirnya.


“Keluarkan amplop A,” ujar Sean kepada Enzo.


Di siang hari nya, surat nikah Sean dan Charlotte pun terpampang di media sosial. Berita miring yang tadi menerpa Sean pun langsung berubah menjadi berita positif yang mengatakan jika selama ini Sean dan istrinya memang saling cinta,itu terlihat bagaimana Charlotte memapah Sean dengan penuh kehati-hatian. Dan, bankan dari video CCTV yang tersebar, terlihat jika Sean tiba-tiba mencium pipi istrinya itu dengan lembut.


Arah berita malah berbalik menghina dan mencecar Katie, yang selama ini terlihat dekat dengan Sean, para netizen pun berkata, “Ternyata selama ini Nona Crownly adalah orang ketiga yang ingin memisahkan pernikahan tuan dan nyonya Smith.”


Bahkan para netizen jadi berbalik muji Charlotte, “Nyonya Smith ini terlihat sangat manis, lugu dan polos. Lihat saja di dunia ini sepertinya yang pergi ke klub malam hanya degan menggunakan piyama tidur sepertinya hanya dia saja,”


“ya, itu semua karena dia terlalu menghkhawatirkan Tuan Smith, jadi lupa menggantii piyama tidurnya,” tambah kata beberapa netizen lagi.


Dunia medsos pun ramai kembali karena pengumuman pernikahan Sean Smith dengan Charlotte Brown, pernikahan yang selama ini dirahasiakan Sean dari publik. Sementara itu Nyonya Barbara tidak berani mendekati Sean. Tidak ingin memancing kemarahan Sean, dia pun mimilih berdiam diri di rumah, tidak pergi bermewah-mewahan seperti biasa yang dia lakukan.


Katie dan Sean dulu begitu dekat, sekarang malah saling menikam seperti musuh bebuyutan, “K*parat kau Sean Smith.”


“Kau pikir bisa dengan mudah mengalahkan aku,” hardik marah katie.


“Tidak semudah itu Sean Smith,” ancam Katie dengan nada narsistik.


Tuan Crownly dan Nyonya Crownly pada saat ini memilih hidup terpisah, meski saham perusahaan menurun. Tapi, perusahaan mereka masih bisa beroperasi meski manajemen nya harus pontang-panting membereskan kekacauan yang dibuat oleh Sean.


Sudah berbulan-bulan Charlotte menghilang, Pagi ini Sean pergi menemui Tuan Albert lagi. Ketika Sean masuk itu sedikit mengganggu pemandangan mata Tuan Albert, karena Sean terlihat sedikit tirus dengan lingkaran hitam di bawah matanya.


“Tuan Smith,” sapa Tuan Albert.


“Silakan duduk, apa ada sesuatu yang penting, pagi-pagi sekali sudah datang menemuiku?” ujar Tuan Albert.


Sean kali ini datang dengan merendahkan dirinya, “Iya ada,” jawan Sean.


Tuan Albert memuji atas tekad Sean untuk menemukan Charlotte. Selama berbulan-bulan dia mengirim pengacara nya untuk bernegosiasi, tapi tidak ada hasil apa-apa. Dan, kali ini malah dia datang sendiri untuk bertanya tentang hal yang sama. Yang telah ditanyakan oleh para pengacaranya terdahulu.


Tuan Albert pun berkata, “Tuan Smith, aku sudah mengatakan ini kepada klien ku,”


“Kau bicara dengan Charlotte?” Tanya Sean pensaran.


“Iya,” jawab Tuan Albert.


“Lalu apa jawab nya?” tanya Sean lagi.


“Dia … dia tetap ingin bercerai darimu,” jawab jujur Tuan Albert.


Mendengar jawaban Tuan Albert hati Sean terasa melemas, tercabik-cabik seraya bergumam pelan, “Dia benar-benar ingin bercerai.”


Tuan Albert pun berkata lagi, “Dia saat ini sudah sangat bahagia,”


“Lihatlah,” ujar Tuan Albert seraya memberikan foto terbaru Charlotte di pantai pasir putih, berdiri sendiri dengan anggun, wajahnya dihiasi dengan senyuman bahagia menawan.


Sean menggerakan jari-jari tangannya mengusap layar ponsel Tuan Albert, memandangi Charlotte nya dengan mata yang memerah, menahan mati-matian agar air mata nya tidak terjatuh. Tuan Albert sedikit kasihan melihat Sean Smith yang dia kenal ternyata bisa juga merasa hancur karena kehilangan seorang wanita, padahal dia tidak kekurangan wanita.


Sean pun mengembalikan ponsel Tuan Albert dengan sedikit gemetaran seraya berkata, “Bisakah kau mengirimkan foto itu kepada ku?” tanya dan pinta Sean.


Melihat rupa Sean yang begitu menyedihkan Tuan Albert pun memenuhi permintaan itu, Melihat foto Charlotte sudah ada di ponselnya. Sean pun berdiri dan mengucapkan terima kasih dengan sopan kepada Tuan Albert lalu berpamitan.


Dia pun segera pergi melajukan mobilnya ke sebuah foto studio dan meminta agar di cetak menjadi beberapa pigura besar. Sean berniat memasang foto itu di berbagai sudut rumah mereka dulu, di rumah kediaman smith, dan juga ruang kerjanya.


Sean tidak pergi ke Grup Smith, tapi pulang ke rumah mereka dulu. Sean membaringkan diri di sofa, lagi-lagi dia memandangi Charlotte yang lembut dan cantik, “Ini akan jadi cinta yang indah, apabila aku berada di satu langit yang sama denganmu,” gumam pelan Sean sembari menghela napas, mencoba sedikit meringankan rasa sakit di hatinya.


“Kau hidup di dalam ingatanku, dan akan tetap selalu seperti itu,” gumam pelan Sean lagi.


Charlotte telah menjadi cinta gilanya Sean. Berat badan Sean pun turun, karena selera makannya menghilag. Tengah malam pun Sean masih mencari-cari Charlotte, berharap jika tidak sengaja melihatnya di trotoar jalan. Tapi, tetap saja hasilnya nihil.


Malah sekarang sean pergi ke laut yang satu ke laut yang satunya lagi, hanya karena latar belakang foto Charlotte berada di tepi pantai. Bukan hanya satu waktu saja. Tapi, juga dimulai dari pagi, siang dan malam hari.


Hati Sean tidak pernah lelah mencari, meski fisik merasa lelah. Dia pun mengabaikan itu semua, karena ingin bertemu dengan Charlotte. Pada saat ini Enzo sedang tertidur, tapi terbangunkan karena dering di ponselnya.


“Aku akan segera ke sana,” ujar Enzo.


Enzo pergi ke rumah sakit, Sean di temukan pingsan terbawa arus air laut. Enzo memasuki kamar rawat inap Sean, “Kau kenapa? Apa mencoba bunuh diri?”


Sean pun membalikan badannya, Enzo berkata lagi, “Kau benar-benar ingin bunuh diri?” tanya herannya.


“Aku … aku melihatnya memanggil. Lalu aku hanya mencoba meraihnya,” jawab Sean menceritakan apa yang terjadi kepadanya.


Ternyata Sean berhlusinasi melihat Charlotte dan mengejarnya semakin dalam masuk ke dalam air laut. Karena kondisi kesehatan yang menurun, maka dia pun pingsan dan kebetulan ada beberapa nelayan yang akan melaut, melihat keadaan Sean mereka pun segera menolong.


Enzo menghela napas panjang, ini pertama kali dalam hidupnya dia melihat jika Sean benar-benar terlihat sangat kacau balau, tidak teratur.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️