
Bab 60
“usia ku, akan terus bertambah. Bertunangan sepertinya bukan hal yang buruk,” jawab Diana.
“Apa kau tidak mau menyelidiki nya?” tanya Charlotte lagi.
“Tidak perlu,” jawab Diana.
“Jika dia jahat bagaimana?” tanya Charlotte lagi.
“Tinggal Ceraikan saja,” jawab Diana setengah bercanda.
“Ih kau ini,” ujar Charlotte seraya mencubit tangan Diana.
Diana pun mulai menjawab serius, “Kau waktu itu menikah dengan Sean karena ada tujuan kan?”
Charlotte pun terdiam, dan dia pun memahami keputusan kawan baiknya itu, “Jika begitu aku akan mendukung apa pun keputusanmu.”
Lepas berbincang, saatnya makan malam pun tiba. Ketika mereka membuka pintu. Terlihat Sean sedang bersandar di dinding, “Sudah siap?” tanyanya seraya menggandeng tangan Charlotte.
“Ayo, jangan biarkan bayi kita kelaparan,” ujar Sean lagi seraya melangkah mengajak ke restoran hotel.
Charlotte yang memang merasa lapar, enggan berdebat jadi dia pun ikut melangkah patuh. Pergi ke restoran bersama Sean. Di meja makan, tersaji semua makan dan dengan ajaib nya Charlotte melahap hampir semua menu makan yang tersaji, Diana dan Sean sampai terngaga melihatnya, “Sejak kapan kau makan sebanyak ini?” tanya Diana.
Charlotte bersandar, menunjuk pada perutnya lalu melanjutkan makannya, melihat ini Sean pun tertawa kecil. Dalam hati berkata, “Sungguh beruntung, aku dapat mendampinginya pada saat ini.”
“Ini makanlah lagi,” ujar Sean memberikan sepiring buah untuk Charlotte.
Diana menatapi asisten itu seraya berkata, “Apa Papaku yang mengirimmu?”
“Iya Nona,” jawab asisten pribadi Diana.
“Jika begitu lakukan seperti apa yang Papa ku mau,” ujar Diana sedikit ketus lalu berdiri dan pergi meninggalkan meja makan malam mereka.
Melihat ini Charlotte berhenti makan, ingin berdiri mengejar langkah Diana. Tapi, Sean mencegahnya seraya berkata, “Biarkan dia, jangan diganggu dulu. Dia membutuhkan waktu untuk sendiri dulu.”
Charlotte pun patuh dan duduk kembali, sean tersenyum seraya menyuapi puding, “A” ujarnya meminta istrinya itu membuka mulut. Diana pergi ke taman yang ada di atap gedung hotel. Lalu duduk terdiam di sana, menimbang-timbang apakah keputusan yang diambilnya sudah benar.
Diana mengambil napas panjang lalu mendongak ke langit seraya berkata, “Semoga ini keputusan yang tepat,” gumam pelan nya.
Di restoran Charlotte merasa sudah kenyang, lalu dia bertanya kepada Sean, “Apa kira-kira kau tahu, pria yang akan bertunangan dengan Diana?”
Sean menusuk satu potong buah semangka dengan garpunya, lalu memasukkan ke mulut dan mengunyah nya. Dengan tenangnya dia berkata, “Tenang saja, semua akan baik-baik saja.”
Charlotte mengernyitkan alis nya, tidak memahami maksud perkataan suaminya itu. Sean melihat jam di tangannya, merasa ini sudah malam bagi ibu hamil untuk berkeliaran di luar maka dia pun membawa istrinya itu kembali ke kamar presidential suite.
Sean hanya mengantar sampai depan pintu, tidak ingin mengganggu Diana, karena istrinya itu pasti akan langsung menghibur Diana. Sementara itu di salah satu Apartemen Penthouse. Seseorang membawa Frezy untuk tinggal di sana.
Penthouse adalah sebuah unit mewah yang berada di lantai teratas bangunan apartemen. Menawarkan keindahan pemandangan dari atas gedung, memiliki atap rumah yang tinggi, ruang terbuka, ruangan yang luas, dan pemandangan luar pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh penghuni penthouse tersebut. Bagi beberapa orang ada yang membutuhkan keheningan dari hiruk pikuk aktivitas yang begitu padat untuk merileksasikan diri. Dengan tinggal di penthouse, akan mendapatkan ketenangan dan keheningan dari aktivitas luar yang bising dan mengganggu. Misalnya saja, tidak ada suara tetangga mengobrol di luar, suara bising kendaraan, dan lainnya. Jadi tempat ini sangat cocok untuk Frezy, yang tidak pandai bersosialisasi.
Tuan dan Nyonya Crwonly memutuskan berpisah, karena itu perhatian semua Keluarga Crownly tidak berpusat kepadanya. Dia pun sibuk dengan rencana balas dendamnya kepada Sean. Katie berkata, “Jadilah anak yang patuh, ini adalah ujian untuk meyakinkan jika darah Crownly ada mengalir di tubuhmu,” imbuh katie mulai memanipulasi Frezy.
Dengan polosnya Frezy mengangguk, lalu Katie pun memujinya, “Bagus sekali, jika patuh maka akan semakin cepat kau masuk ke dalam keluarga Crownly,” janji Katie lagi.