
Charlotte mengambil uluran tangan suaminya itu, lalu mulai berjalan ke lantai dansa, dua tuan muda sedang berdansa dengan romantisnya di lantai dansa. Dari kejauhan nampak Abraham berdiri sambil mengamati dan menyesal segelas anggur putih.
"Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kau telah menjaganya dengan begitu kuat. Yang datang akan datang, walaupun kau tidak menginginkan kedatangannya,” pikit Abraham lalu meletakan gelas anggurnya dan bergegas pergi meninggalkan Aula Ball Room tanpa mengucapkan kata selamat berbahagia kepada Diana.
"Baik. Aku akan melupakanmu. Aku akan hidup menjadi diriku sendiri seperti seperi ketika aku belum mengenalmu,” pikir Abraham lagi seraya melajukan mobilnya.
Pesta pernikahan pun akhirnya usai. Pengantin baru pun sudah berada di kamar pengantinnya.
Pada saat ini berita tentang Katie dan Tuan Crownly sudah menyebar di media. Diana belum melepas gaun pengantinnya, langsung saja berlari ke kamar Charlotte, dengan tidak sabaran dia membunyikan bel kamar hotel Charlotte, “Kau kenapa ke sini?”
Diana langsung menerabas masuk, “Apa kau sudah lihat berita?” tanya Diana.
“Berita apa?” jawab Charlotte.
“Katie … dan Tuan Crownly alami celaka,” jawab Diana.
Tergurat kesedihan di wajah Charlotte, tapi dengan bijak dia berkata, “Aku ikut bersimpati, tapi itu sudah takdir hidupnya.”
Diana pun sedikit tertegun, lalu Charlotte mendorong Diana agar segera pergi dari kamarnya, “Cepat sana kembali, Frezy pasti sedang menunggumu.”
“Oh Iya, ya ampun,” ujar Diana sembari menepuk keningnya sendiri.
Dia pun segera berlari kembali ke kamarnya, tadi ketika dia pergi bergegas ke kamar Charlotte, Frezy sedang mandi. Begitu masuk ke kamar, dia melihat Frezy sedang meringkuk memeluk lututnya di sudut kamar. Dengan susah payah Diana mengangkat gaun pengantinya dan mendekati suaminya itu seata berkata, “Kau kenapa?”
“Oh ya ampun bayi besar ini,” pikir Diana sambil membalas pelukan dari suaminya itu.
“Maaf, tadi aku pergi sebentar mencari Nyonya Smith. Maaf jika membuatmu khawatir,” ujar Diana lagi.
Frezy mendekatkan wajahnya ke daun telinga istrinya itu seraya berkata, “Karena kau nakal, maka aku akan menghukummu.”
“Apa …” belum juga Diana menyelesaikan perkatannnya, Frezy sudah bangkit berdiri lalu menggendong Diana dan membawanya ke ranjang besar di kamar pengantin mereka itu. Diana melihat binar aneh di kedua mata Frezy, “K-kau mau apa?” ujarnya.
“Tentu saja menghukummu,” jawab Frezy.
Frezy memeluk diana kemudian mencium kening dan pipi Diana, lalu beralih mencium bahu Diana dan membuat wanita itu menggeliat.
“Ah ya ampun,” ujar Diana sambil sedikit Manahan kegelian yang Frezy berikan.
Frezy pun tertawa, “Ini baru awal …” Diana langsung menutup mulut Frezy dengan telapak tangannya, lalu suaminya itu malah mengecup-kecup telapak tangannya.
Frezy bergemig sesaat, menatap wajah cantik Diana sambil memainkan rambutnya. Frezy membalikan tubuh istrinya itu, lalu menurunkan resleting baju pengantin yang masih membalut tubuh istrinya itu, “ Oh Ya ampun Tuan Frezy dari mana kau belajar tentang ini?” tanya heran Diana.
Frezy menghentikan gerakannya lalu menundukan kepalanya seraya berbisik lagi, “Aku adalah siswa yang pandai.”
“Apa kau melihatnya di film-film?” ujar Diana lagi, dan sedetik kemudian tubuhnya sudah di balikan lagi oleh Frezy yang sedang tersenyum menyeringai kepadanya.