SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
HIPOKRIT


Melihat jika itu adalah Sean Smith, maka para media pun langsung saja mengambil foto-foto Sean dan Charlotte. Mereka pun jalan di panggung dengan saling melengkapi, terlihat sempurna dan natural seperti seorang pasangan.


Pada saat ini, Katie dan nyonya Barbara baru saja tiba, Katie mematung melihat Sean dan Charlotte terlihat begitu serasi di atas panggung pergelaran busana itu.


Tadi nya Katie ingin memberikan kejutan kepada Sean, ingin membeli satu set gaun yang di namakan butterfly itu. Tapi, siapa sangka malah dia yang di buat terkejut.


Buterfly ini adalah sepasang gaun pengantin bermodelkan gaya Victorian, bangsawan-bangasawan Eropa. Nyonya Barbara sama terkejut nya dengan katie. Dengan kaki yang sedikit lunglai katie berjalan maju ke depan. Sean melihat kedatangan katie.


Namun, tetap professional, dia tetap menjalankan tugasnya dengan baik seperti yang sudah disepakati.


Sean dan Charlotte melangkah bejalan lagi untuk kembali ke belakang panggung, Tiba-tiba saja katie pingsan, sontak saja semua media langsung teralihkan perhatian nya oleh katie. Langkah Sean terhenti, dia ingin berbalik dan menyambangi katie. Tapi Charlotte menahan keras tangan Sean agar tidak pergi turun dari panggung.


Sean mencoba menarik tangan nya dari genggaman Charlotte, tapi lagi-lagi Charlotte menahan nya dengan lebih keras dari sebelum nya. Pada akhirnya Sean pun melangkah kembali menuju ke balik panggung.


Setelah itu, Charlotte menghempaskan tangan Sean, “Apa kau tadi sudah gila?” hardik marah Charlotte.


“Kau hampir saja menghancurkan acara ini, hanya demi seorang wanita hipokrit seperti katie Crownly itu, wanita yang penuh dengan kepura-puraan” ujar Charltotte menumpahkan perasaan yang sudah dia tahan selama ini.


hiprokit sama artinya dengan seseorang yang munafik. Mereka melakukan hal itu hanya untuk kesenangan semata tanpa memikirkan perasaan orang lain.


Biasanya manusia hipokrit itu cenderung memiliki muka dua. Mereka pasti akan memanfaatkan segala sesuatu dengan apapun caranya hanya untuk terlihat baik di mata orang lain.


Orang hipokrit akan cenderung pandai menyesuaikan sikap tergantung dengan situasi yang ada. Tujuan utamanya adalah mereka bisa dipandang baik oleh orang lain meskipun dengan cara yang cukup merugikan.


Katie sangat pandai merangkai kata-kata agar lawan bicaranya bisa terbuai dengan kebobongan yang dibalut dengan keindahan. Meski terkadang kesusahan menjawab pertanyaan dengan jujur dia akan tetap memilih bertahan menggunakan segala jenis jurus kebohongan. Salah satu nya seperti hal yang dia lakukan sekarang ini.


“kau mengatai nya hipokrit!?” ujar Sean.


Charlotte sudah tidak bisa menahan amarah di hati nya lagi, “Kau ini benar-benar buta!” hardik marah Charlotte, lalu dia mengangkat gaun nya dan segera pergi meninggalkan Sean sendiri.


Baru saja beberapa langkah, tapi dihalangi oleh Willy, “Mau ke mana, kita akan ada konfrensi pers sebentar lagi.”


Charlotte menarik napas lalu berkata, “Bagaimana dengan kerusuhan di luar sana?” tanya nya kepada Willy.


“Ah itu, tenang saja sudah di tangani. Sudah ada yang membawa nya ke rumah sakit,” jawab Willy.


Charlotte pun menurunkan ego nya demi acara Nyonya Grifin ini dia pun mau mengalah dan menjalani konfrensi pers nanti bersama Sean Smith. Nyonya Barbara menemani Katie ke rumah sakit. Di sana dia menghibur Katie dengan berbagai macam cara, agar hati katie merasa senang kembali.


“Jangan memasang wajah sendu begitu,” ujar Nyonya Barbara.


Tiba-tiba dia memiliki sebuah ide, “Bagaimana kalau begini …” ujar nya Nyonya Barbara sembari membisikan suatu rencana kepada Katie.


Konfrensi Pers berjalan lancar. Tapi tiba-tiba ada satu wartawan yang bertanya, “Kalian memakai cincin pernikahan, apakah kalian sudah menikah?” tanya nya.


Wajah Charlotte memerah, semua karena mendadak jadilah mereka terlupakan tidak melepas cincin pernikahan mereka ini. Dia tidak bisa berkata-kata, lalu menoleh kepada Sean memberi tanda agar dia saja yang memberikan jawaban.


Hati Charlotte melayang seperti kapas, melihat Sean mengangkat tangannya sesaat membuat hatinya sedikit berbunga. Tapi, lagi-lagi hati nya dihempaskan semudah Sean menghempaskan sebuah kapas.


Charlotte pun menatap ke arah wartawan lalu menganggukan kepala nya, memberi tanda jika jawaban nya sama dengan jawaban Sean Smith. Pergelaran pun selesai dengan indah, pada saat ini Andrew Smith mendekati keponakan nya itu seraya berkata, “Dalam penglihatan ku, kalian terlihat sangat cocok.”


“Aku dan katie?” tanya Sean.


Andrew Smith tertawa kecil sembari menepuk-nepuk bahu sean lalu dia berkata lagi seraya menunjuk ke arah Charlotte, “Dia itu bagai madu, di sukai oleh banyak kalangan baik lebah atau pun manusia.”


Vicky Smith memanggil Papa nya itu, karena Nyonya Grifin mengajak mereka bertemu. Pada saat ini Charlotte sudah memakai baju casual. Sedari tadi memakai gaun gaya Victorian membuatnya merasa gerah meski berada di dalam ruangan yang penuh dengan mesin penyejuk udara.


Charlotte menggerai rambutnya, memakai kaos berawarna putih dan celana selutut berwarna daun sage. merupakan warna hijau keabu-abuan yang menyerupai daun sage kering. Warna ini memiliki tampilan yang cantik dan lembut serta mampu menenangkan dan menyejukkan ruangan.


Sean memandangi Charlotte yang tengah mengatur petugas yang sedang merapikan aula. Berpikir mengapa semua busana bisa begitu pas dan cocok di pakai oleh istri nya itu.


Pada saat ini Willy, mendekati Sean seraya berkata, “Terima kasih karena tidak mengacaukan acara hari ini.”


Sean memahami maksud perkataan Willy, yang berterima kasih karena dia tadi tidak menghampiri katie yang pingsan lalu dia berkata lagi sambil berdiri, “Dia sangat mempesona bukan?”


“Kau lebih pantas menyukai wanita yang seumuran dengan mu!” ujar Sean kepada Willy.


Daun muda itu pun tertawa seraya berkata, “Tuan Smith apa kau pernah mendengar istilah Gerontofilia?”


“Kau seorang Gerontofil?” tanya Sean.


“Ya bisa dikatakan begitu, apalagi jika wanita itu secantik Nona Brown. Bagaimana mungkin aku tidak menyukai nya,” jawab Willy.


Gerontofilia adalah ketertarikan se*sual terhadap orang berusia lanjut. Seseorang yang memiliki preferensi se*sual seperti ini disebut gerontofil.


Sean mengernyitkan alisnya seraya berpikir jika anak ini patut di waspadai.


Pada saat ini ponsel Sean berdering, itu adalah panggilan dari Nyonya Barbara, "Sean di mana kau?" tanya heran ibu nya itu, yang berpikir jika ini adalah suatu hal yang aneh ketika katie sakit, dia malah belum datang menjenguk.


"Masih di hotel," jawab Sean.


"Cepat datang kemari!" ujar Nyonya Barbara.


Sean menutup panggilan ponsel nya, lalu menghela napas, dan bergegas pergi ke rumah sakit. Setelah bayangan Sean menghilang barulah Charlotte melihat ke arah Sean tadi.


Ketika di dalam mobil, Enzo menghubungi Sean, "Hei, aku menemukan sedikit petunjuk."


"Apa?" tanya Sean.


"Tuan Brown menemui salah satu orang dari Grup Smith, dua hari sebelum dia bunuh diri," jawab Enzo.