SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
DEMI TUHAN, HENTIKAN!


Selama ini Frezy menghapus semua jejak-jejak kejahatan yang Katie pinta, tapi bukan berarti dia tidak menyimpan semuanya di file tersendiri. Dari rekam jejak digital yang dia kumpulkan, dia masih bisa menilai mana itu salah dan mana itu benar. Hanya saja karena menilai hubungan darah, jadi kemarin dia masih sedikit lemah, tidak tega.


Hari ini Sean telah membuka semua tabir ketidakpastian itu, jadi sudah jelas bagi Frezy untuk melakukan sebuah tindakan. Hal pertama yang dia lakukan adalah melakukan akses illegal ke semua papan billboard ataupun videotron yang ada di tiap sudut kota.


Setelah mendapatkan kata sandi dia pun mulai menghacknya. Dini hari, semua layar kaca papan Bilboard dan videotron pun semua berganti dengan video Katie ketika menabrak pengemis, dan juga beberapa jejak kejahatan lainnya, Percakapan dan juga bukti-bukti transfer selama ini.


Semua dengan sangat jelas dikumpulkan oleh Frezy dan sekarang semua dibeberkan dengan sangat jelas di khalayak umum. Sementara Katie tengah tertidur karena mabuk. Keesokan paginya saham Crownly pun turun drastic. Meski berdarah Crownly tapi Frezy enggan mewarisi kerajaan bisnis Crownly jadi dia berpikir sekalian saja dihancurkan.


Pada Saat ini, Diana tengah dirias, Charlotte menemani. Mereka berdua pun sibuk membicarakan apa yang tengah terjadi, “Apa kau sudah melihat berita viral hari ini?” ujar Diana.


Charlotte mengetahui berita viral pagi ini pasti ada ulah ikut campur sean, dia pun tersenyum dan berkata, “Tidak usah membahas masalah orang lain, sebaiknya kau fokus dengan hari pernikahanmu saja ok!”


Di kamarnya Frezy sudah berpakaian rapi dan terlihat sangat tampan, Sean pun menghampiri sambil membawa segelas champagne, “Aku tahu ini masih pagi, tapi mari kita bersulang atas keberhasilan dan juga pernikahanmu,” ujar Sean.


Frezy mengambil gelas itu dan menyesap semua isi champagne itu dalam satu kali teguk, “Selamat atas keberhasilan,” ujar Frezy sembari melihat salah satu videotron dari balkon kamar hotelnya.


Jika Sean dan Frezy akan menuju ke jalan kebahagian maka, keluarga Crownly menuju kehancuran yang diciptakan oleh darah keterunan mereka sendiri. Mengetahui ini maka Sean pun cukup merasa puas.


“Kerajaan bisnis Crwonly akan menemui kehancurannya, aku tidak berkeberatan berinvestasi jika kau ingin membangunnya kembali. Bagaimanapun juga kau adalah ahlli waris yang sah.” Imbuh Sean seraya menyesap habis champagne yang ada di gelasnya.


“Akan aku pikirkan,” jawab Frezy sembari tertawa.


Salah satu staff EO masuk ke dalam kamar hotel, “Tuan, saatnya kita ke altar pernikahan.”


Diana pun tengah besiap berjalan menuju altar pernikahan, tuan Harold menggandeng tangan putrinya itu lalu berkata, “Cantik sekali, terima kasih karena telah menjadi putri yang penurut.”


Diana menahan air matanya agar tidak terjatuh, dia pun berkata, “Terima kasih karena telah menjadi Papa terhebat, membesarkanku dengan sangat baik meski tanpa Mama.”


Tuan Harold menepuk-nepuk tangan putrinya itu lalu mencium kening Diana, “Ayo, dia pasti telah menunggumu,” ujar Tuan Harold.


Pintu Aula yang besar itu pun terbuka, berbalut gaun yang indah, Diana perlahan berjalan memasuki aula, berjalan di tebaran bunga-bunga mawar. Frezy berdiri di sana dengan tersenyum menunggu kedatangan Diana. Sean berdiri di samping Frezy dengan memegang kotak cincin pernikahan untuk keduanya.


Semua yang ada di sana, telah mencatat jika Frezy adalah orang yang patut diperhitungkan karena Sean saat ini tengah berdiri sebagai pedamping pengantin pria. Ini artinya siapa pun yang berbisnis dengan Frezy maka akan mendapatkan dukuangan dari Smith Grup.


Diana mengulurkan tangannya, Frezy pun menyambut uluran tangan calon istrinya itu. Pendeta pun membacakan janji suci, Keduanya mengucap janji suci pernikahan setelahnya pendeta pun mensahkan mereka sebagai suami dan istri, dan langsung mencatatkan pernikahan mereka.


Sean telah mengatur jika kerusuhan yang Frezy buat semalam, akan berakhir di pagi hari tepat ketika Diana dan Frezy mengucap janji suci pernikahan mereka. Pada saat ini di rumah Crownly , Tuan dan Yyonya Crwonly masuk ke kamar Katie,


Dengan kepala masih sedikit beputar Katie terbangun karena teriakan dari Tuan Crownly, baru saja terbangun dan duduk. Tapi, Katie sudah terhempas lagi ke ranjangnya karena satu tamparan keras dari Tuan Crownly.


Nyonya Crownly yang biasanya membela Katie, kali ini hanya terdiam saja. Karena tahu putrinya itu baru saja melemparkan bom ke kerajaan bisnis milik mereka, “Papa menamparku!” ujar Katie yang mulai sedikit tersadar.


“Dasar anak gila!” hardik marah Tuan crwonly.


Nyonya Crownly menahan tangan suaminya itu ketika ingin melayangkan satu tamparan keras lagi kepada Katie, “Demi Tuhan, hentikan …!