
Bel istirahat telah berbunyi, semua murid keluar dari kelas masing-masing. Alexa hanya diam di dalam kelas. Raja mengintip Alexa dari jendela. Rasa rindunya pada Alexa membuat dia nekat berdiri di depan jendela dan mengawasinya.
Vera melihat itu semua. Tidak, Raja tidak boleh berpaling darinya. Raja harus tetap bersama dengannya. Vera pun menghampiri Raja. "Hai, Raja. Kamu, kenapa diam di sini? Ayo kita pergi ke kantin!" Vera menarik tangan Raja tanpa menunggu persetujuannya.
Mereka pun pergi dari tempat itu, saat melewati pintu kelas Alexa, Raja sekilas melirik ke dalam, Alexa terlihat dari pintu dan kebetulan Alexa pun sedang menatapnya.
Tak ada ekspresi apa pun dari wajah Alexa, tetapi tatapannya mampu menusuk hati Raja. Tangan Raja ditarik oleh Vera. Alexa kembali menunduk, dia menatap layar ponselnya dan membaca berkas yang diberikan oleh sekretarisnya.
Sementara itu di kantin, si kembar Sena dan Tara, sedang makan bersama Cindy dan Aurel. Datang Vera dan Raja. "Ja, aku mau baso ya," ucap Vera pada Raja. Tanpa banyak kata Raja langsung pergi membelikan Vera baso.
Di sisi lain, dua orang siswa datang ke kelas Alexa. "Xa, kita ke kantin yuk!" ajak Alvin pada Alexa.
Alexa menatap Alvin sambil menimbang. "Ayo." Akhirnya Alexa setuju pergi ke kantin. Dia tidak enak pada Alvin yang sudah mengajaknya.
Mereka pun pergi ke kantin. Di sana mereka menempati tempat duduk yang sudah kosong. Kebetulan tempat tidak jauh dari meja Raja dan kawan-kawan.
Alvin pergi memesan makanan untuk mereka bertiga. Dia lalu kembali ke mejanya. "Tunggu aja sebentar, lagi dibikinin," ucap Alvin.
Alvin melihat ke arah Aldi yang ternyata sedang menatap tajam Raja dan yang lainnya. untunglah posisi Alexa membelakangi meja Raja.
Sungguh Alvin dan Aldi sangat kecewa pada mereka. Mereka yang seharusnya menjaga Alexa justru menyakitinya begitu dalam. Bukan hanya hubungan Alexa saja yang renggang dengan Raja dan Twins, tetapi juga duo Al dan mereka semakin jauh.
Duo Al bahkan pindah tempat duduk, sebagai rasa kecewa pada sahabat-sahabatnya. Raja yang duduk di belakang Alexa bisa melihat Alvin dan Aldi. jadi posisi Raja dan twins menghadap meja Alexa, sedangkan para gadis saling membelakangi.
Raja melihat tatapan Aldi yang tajam padanya. Dia sangat menyayangkan hubungan mereka yang menjadi renggang. Sungguh bukan ini yang dia mau. Tidak bisakah mereka menerima Vera dan kawan-kawannya.
Persahabatan mereka seharusnya tidak perlu hancur karena seorang cewek. Makanan pesanan Raja dan Vera datang, begitu juga makanan Alexa dan duo Al.
Mereka mulai makan. Raja tidak bisa menikmati makanannya, dia terus saja menatap ke arah meja Alexa. Alvin sedang tertawa bersama Alexa. Raja sungguh merasa iri. Kini Alvin terlihat sedang melap tisu ke arah bibir Alexa.
Raja merasa panas, lalu Raja melihat Alvin semakin memajukan wajahnya dan condong ke depan, kemudian wajah Alvin sedikit miring. Wajah Alexa pun ikut maju, tak lama kemudian Alvin kembali mundur dan duduk dengan tegak.
BRAK
Raja memukul meja dengan kencang, mengejutkan semua orang, termasuk Vera yang baru saja memasukkan bakso ke dalam mulutnya. Alhasil Vera menjadi tersedak.
Dia menepuk-nepuk dadanya juga leher belakang untuk mengeluarkan bakso tersebut. Melihat Vera tidak berhasil Tara bangun dan membantu Vera memukul punduknya.
Akhirnya usaha Tara berhasil, bakso itu keluar dan lompat mulut Vera ke wajah Raja. Vera langsung menarik napas panjang, lalu minum air. Sena menahan tawanya.
Vera melotot marah pada Raja dan menginjak kaki Raja. "Kamu, bikin aku kaget ampe keselek bakso. Kalau aku mati gimana?" teriak Vera kesal.
"Gampang, tinggal dishalatin terus di kubur! Gitu aja repot!" Setelah berkata ketus pada Vera, Raja lalu pergi dari kantin.
Dia tidak bisa menahan emosinya. Raja sangat marah karena Alvin sudah berani mencium Alexa, apalagi mereka melakukannya di depan umum. Ternyata Alexa sangat murahan sekali.
Raja pergi ke rooftop untuk menenangkan diri. Dia juga bingung sebenarnya sekarang hubungannya dengan Alexa itu apa? Apakah mereka masih sepasang kekasih atau sudah jadi mantan? Mereka menjadi jauh tanpa adanya kata putus.