
Raja sedang membeli tiket untuk mereka nonton, sedangkan Sena dan Tara membeli pop corn dan minuman untuk teman nonton.
Alexa duduk sendiri di tempat tunggu. Ada seorang pria menghampirinya.
"Hai, boleh duduk di sini?"
"Silakan, ini tempat umum kok. Duduk aja." Alexa lalu kembali bermain ponsel.
"Boleh kenalan?" tanya pria itu.
"Nggak!" Bukan Alexa yang menjawab tetapi Raja.
"Ayo, sayang kita langsung aja. Tara dan Sena udah di sana."
Alexa mengangguk dia lalu tersenyum pada pria itu dan bangkit, Raja langsung menggandeng tangan Alexa dan menatap tajam pria tadi.
***
Hari ini Raja sangat semangat sekolah, dia berangkat pagi-pagi karena ingin menjemput Alexa di rumahnya.
Saat sampai Raja sudah menunggu di gerbang. Dia sudah menelepon Alexa kalau dia menunggu di depan gerbang rumahnya.
Alexa pun datang menghampiri Raja. "Kenapa paket jemput, sih? Aku bisa berangkat sama Kak Tara."
"Masa jemput pacar sendiri nggak boleh?" Raja merasa hatinya berbunga-bunga saat dia mengatakan kata pacar. Ah akhirnya dia bisa bersama dengan wanita yang dia cintai.
"Ih, kenapa senyum-senyum nggak jelas gitu." Alexa meringis melihat Raja yang aneh.
"Udah ayo cepat naik, nanti kita terlambat." Raja membukakan pintu mobil untuk Alexa.
Alexa dengan cemberut masuk ke dalam mobil Raja. Penampilan Alexa saat ini masih culun. Raja tidak masalah karena dia mencintai Lexa saat dia culun atau tidak.
"Nanti turunin aku jauh dari gerbang, aku nggak mau ada yang lihat kita berangkat sekolah bareng."
"Nggak mau, aku nggak mau kamu capek jalan kaki."
"Kamu tuh ngerti nggak sih? Mereka akan mandang aku jelek. Kemarin aku jadian sama Tara, eh sekarang berangkat bareng kamu."
"Nggak perduli. Biarin aja mereka bilang apa yang penting aku tahu kebenarannya."
"Kalau kamu sayang aku, kamu akan perduli dengan nama baikku."
Raja menghela nafas panjang. "Oke, aku turunin kamu. Puas!"
"Puas, makasih." Alexa tersenyum menampilkan behelnya.
Senyum Alexa menular pada Raja. Dia ikut tersenyum dan mencubit hidung Alexa. "Ih, pacar siapa sih? Gemesin banget."
"Raja! Sakit tahu. Nyetir yang benar!"
"Makanya itu muka jangan imut banget jadi pengen nyubit."
Raja terkekeh lalu kembali konsentrasi menyetir.
Alexa meringis ngeri melihat Raja, baru kali ini dia melihat Raja seperti ini.
***
Mereka sampai di sekolah. Tara dan Sena pun baru datang, menggunakan motor. "Mana Lexa?" tanya Sena pada Raja.
"Dia maksa turun di dekat halte."
"Huh, tuh anak. Tahu gitu berangkat sama gue aja," ucap Tara.
"Besok-besok dia berangkat sama lo aja Tar, dari pada dia capek jalan. Pulangnya baru ama gue."
"Iya, Tuh dia datang!" Alexa terlihat baru memasuki gerbang.
"Eh, kurang ajar tuh cewek! sengaja banget nyenggol Lexa." Raja marah dan hendak mengahampiri siswi itu untuk melabraknya.
Namun, ditahan oleh Tara. "Jangan, biarin aja. Nanti malah panjang urusannya. Lexa baru datang pasti capek. Lo baiknya jangan dekat-dekat Lexa dulu. Ingat dia masih pacar gue!"
"Kapan lo putusin, dia?"
"Nanti aja, ya kali baru gue pacarin dah gue putusin aja. Apa kata orang nanti. Nama Lexa yang jelek."
"Lagian lo kenapa, sih paket acara nembak dia segala? Kan jadi ribet begini!"
"Kalua nggak gitu mana lo sadar sama hati lo sendiri. Udah sabar aja, cuma tiga bulan aja, kok!"
"Tiga bulan itu lama dodol!"
Mereka terus berdebat di parkiran. Datang Aldi dan Alvin memarkirkan motornya.
"Kalian pagi-pagi udah debat aja!" ucap Aldi seraya membuka helmnya.
"Iya, nih sepertinya ada yang seru, apaan nih?" tanya Alvin yang sudah turun dari motornya.
"Nanti aja gue cerita di kelas. Ayo kita ke kelas aja!" Raja melangkah lebih dulu ke kelas.
"Tar, hubungan lo sama Raja sepetinya sudah membaik ya. Kalian kelihatan akrab lagi." Alvin senang jika hubungan mereka membaik, setelah beberapa hari ini mereka saling ketus.
"Gue mah biasa aja, Rajanya aja yang emosian," ucap Tara.
"Udah yuk ah ke kelas. Nanti si Raja ngamuk tuh lama-lama." Sena menarik tas Aldi, alhasil Aldi ikut terseret mengikuti Sena.
Sampai mereka di kelas, mereka berkumpul di satu meja. "Cerita dong! Ada apa, nih?" Aldi langsung menagih pada Raja.
"Jadi gini, tapi sebelumnya gue minta kalian rahasiakan ini dari siapa pun, oke?" tanya Raja.
"Oke!" jawab Aldi dan Alvin kompak.
"Jadi gini, sebenarnya Alexa itu adik kandung si kembar, dan sekarang dia pacar gue." Raja memberi tahu dengan suara kecil, agar tidak ada yang mendengarnya.
"Sumpah lo?!" Aldi berteriak terkejut.
Raja memukul kepalanya. "Nggak usah teriak-teriak juga!"
"Sorry ... sorry, kita kaget banget, suer. Benar-benar nggak nyangka aja," ucap Aldi sambil mengusap-usap kepalanya.
"Masa, sih! Sen, Tar. Kalian 'kan cakep kok adik kalian buluk." Alvin tidak habis pikir kakak adik itu bisa berbeda.
Alhasil tiga pukulan mendarat di kepala Alvin, dari Sena, Tara dan Raja.
"Yang lo bilang buluk itu, adek gue!" Sena yang pertama memukul.
"Jangan menghina pacar gue buluk!" Raja yang kedua
"Dia nggak buluk, aslinya cantik, tahu!" Tara yang ketiga dan paling kencang.
"Aduh ... buset, KDRT nih! Gue laporin lo Komnas HAM!" Alvin mengusap-usap kepalanya yang sakit. Sedangkan Aldi tertawa terbahak-bahak melihat sohibnya sengsara.
"Tunggu, Ja ...." Alvin tidak melanjutkan ucapannya karena bel masuk telah berbunyi. Teman-temannya sudah masuk dan duduk di bangku masing-masing.
"Tar aja, kita lanjutin lagi. Sekarang kita fokus belajar."
"Ah, bisa mati penasaran inimah!" keluh Aldi.
Mereka pun kembali duduk di bangkunya masing-masing.
...----------------...