Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 25. Alexa dan Raja Balapan


"Lexa, mau ke mana?" tanya Tara melihat Lexa keluar kamarnya malam-malam. Tara bangun karena ingin mengambil minum di dapur.


"Oh, aku mau ke dapur." Alexa lekas ke dapur, meninggalkan Tara.


"Ke dapur, pakai baju item-item, aneh?" gumam Tara. Dia kemudian menyusul ke dapur.


Alexa mengambil gelas lalu duduk dan minum. Tara masuk ke dapur, dia mengambil gelas dan ikut duduk di samping Lexa.


"Aku ke kamar." Lexa bangkit dan berjalan ke kamar.


Tara tetap duduk di dapur. Dia tidak mengikuti Alexa, kesempatan itu Alexa gunakan untuk cepat-cepat pergi. Akhirnya dia berhasil keluar.


Di luar rumah, seseorang menunggu di dalam mobil. Alexa mendekati mobil itu lalu dia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


"Sorry lama. Tadi ada Kak Tara," ucap Alexa pada seorang lelaki.


"Nggak apa-apa, aku setia menunggu." Lelaki itu lalu tersenyum lebar menampakkan giginya.


"Tunggulah sampai lumutan." Alexa memasang sabuk pengamannya.


"Uh, sakit banget beb. Jahat sekali." Lelaki itu memegang dadanya.


Alexa memutar bola matanya. "Cepat jalan, sebelum Kak Tara menyadari aku nggak ada di Kamar!"


"Oke, beb." Lelaki itu terkekeh. Mobil pun melaju meninggalkan rumah Alexa. Mobil itu melaju dengan cepat di jalan yang tampak lengang.


"Apa, mobil baruku sudah ada di sana?" tanya Alexa.


"Tenang, semua beres!" ucap lelaki itu pada Alexa tanpa melepaskan pandangan dari jalan yang dilaluinya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai. Alexa turun di mobil. Di sambut oleh teman-temannya. Mereka mulai bersiap balapan.


Alexa menuju ke mobil baru untuk balapan mereka. Di samping mobil itu ada mobil lain yang akan menjadi lawannya.


"Lexa kenalkan ini yang akan menjadi lawanmu." Frans mengajak Lexa berkenalan dengan orang yang sedang berdiri menghadap Frans tetapi membelakangi Lexa.


Lelaki itu kemudian berbalik, alangkah terkejutnya dia karena lelaki itu adalah Raja. Begitu juga Raja dia terkejut karena melihat Alexa di sini. Terlebih lagi Alexa adalah lawannya untuk balapan.


"Lexa?"


"Hai, Raja." Lexa bersikap santai walau tadi dia sempat terkejut.


"Sayang, kamu benar mau balapan?"


"Sayang?" tanya Frans orang yang mengatur balapan.


"Ya, dia pacar aku."


"Hahahaha, nggak mungkin Alexa ini adalah Queen. Banyak lelaki yang dia tolak. Standar dia tinggi, masa lo jadi pacarnya?"


"Kurang asem, Lo! Lo pikir gue apa? Jelas lah dia milih gue karena gue punya kualitas yang dia mau."


"Benar, Lexa. Dia pacar lo?"


"Iya, dia pacar gue." Lexa mengakuinya.


"Masa pacar tapi kalian nggak tahu akan menjadi lawan."


"Benar, sayang. Kamu kenapa nggak bilang kalau kamu ikutan balapan?"


"Kamu juga nggak bilang!"


"O ... ow, masalah rumah tangganya nanti aja di lanjutkan kembali. Kita tanding sekarang. Ayo semua bersiap!"


Frans menyela pembicaraan mereka.


"Aku tunggu penjelasan kamu nanti. Hati-hati." Raja pun naik ke dalam mobilnya.


"Kamu juga hati-hati." Lexa pun ikut masuk ke dalam mobil di samping mobil Raja.


Semua orang menyingkir dan berdiri di sisi jalan. Satu orang berdiri di tengah jalan untuk memberikan aba-aba, Alexa dan Raja menyalakan mobilnya.


Raja melihat ke arah Alexa. Saat wanita itu sudah memberi tanda, mobil Raja dan Alexa melaju dengan cepat. Alexa berada di depan Raja, kemudian Raja menyusul dan meninggalkan Lexa di beberapa detik di belakang.


Alexa pun tak mau kalah dia menambah kecepatan. Mereka saling susul. Di belokan Raja mendahului Alexa. Dia menghalangi Alexa agar tidak bisa menyalipnya.


Namun, yang terjadi Alexa membiarkan Raja melesat di depannya hingga garis Finish. Alexa pun kalah dari Raja.


Frans dan yang lain tidak percaya. Mereka yang jeli tahu bahwa Alexa punya kesempatan untuk menang. Apa sebabnya Alexa mengalah?


"Cinta mengalahkan segalanya," gumam Frans.


"Apa, Frans?" tanya temannya.


"Ah, tidak. Ayo kita sambut pemenangnya." Mereka pun melangkah mendekati Alexa dan Raja.


"Raja, selamat kamu menang." Frans menjabat tangan Raja.


"Baru kamu yang bisa mengalahkan Queen kita," ucap Dirga yang tadi menjemput Alexa dari rumah.


"Selamat, Raja." Alexa pun mengucapkan selamat pada Raja.


"Terima kasih, sayang," ucap Raja.


"Lo, tetap the best, Queen, biar Raja yang menang, tetapi lo juara yang sesungguhnya." Dirga memuji Alexa. Dia tahu Alexa mengalah, mungkin Alexa ingin menjaga nama baik Raja dan tidak membuat Raja malu. Cinta memang membuat Alexa bodoh.


"Ya, tentu Queen. pemenang sesungguhnya. Dia akan selalu menang di hati gue."


Frans dan Dirga hanya tersenyum simpul. "Sayang, ini sudah malam ayo kita pulang." Raja mengajak mereka untuk pulang.


"Aku pulang sama Dirga, aja. Ini hadiah kamu." Alexa memberikan kunci mobil barunya lada Raja.


"Aku nggak butuh mobil kamu. kamu pulang sama aku."


"Nggak bisa kamu harus terima, ini sudah perjanjian. Aku harus sportif. Terima ya."


"Oke, asal kamu pulang sama aku."


"Oke." Alexa lalu melihat ke arah Dirga.


"Dir, sorry ya. Aku pulang sama Raja. Makasih untuk malam ini."


"Iya, beb." Dirga tersenyum pada Alexa. Dia sudah kalah sebelum berjuang. Lexa sudah memiliki kekasih. Ah harusnya dulu dia beranikan diri untuk menembak Alexa.


Alexa dan Raja pun menaiki mobil. Raja mengendarainya dengan cepat. Dia tidak mengajak Alexa langsung pulang, melainkan pergi ke suatu tempat. Di mana mereka bisa melihat pemandangan kota Jakarta di malam hari.


"Mau apa kita ke sini? Kenapa tidak mengajakku pulang?"


Raja memeluk Alexa dari belakang. "Sebentar saja aku ingin seperti ini. Terima kasih kau sudah mengakui aku pacarmu di depan semua teman-temanmu."


"Tidak ada alasan aku untuk merahasiakannya dari mereka. Kecuali dari anak sekolah Tirta."


"Iya, sejak kapan kamu suka ikut balapan?"


"Sejak aku kelas dua SMP."


"Apa, Sena dan Tara tahu?"


"Tidak ada yang tahu."


"Oh, oke aku akan merahasiakannya dari mereka." Raja membalikkan badan Alexa menghadap dirinya. Dia kemudian memeluk pinggang Alexa.


"Aku ingin menghentikan waktu agar kita bisa terus seperti ini."


"Kalau begitu aku akan mati kedinginan," ucap Alexa.


"Ada aku yang akan menghangatkan tubuhmu."


Raja memandang wajah cantik Alexa, netranya lalu melirik bibir Alexa yang ranum. Wajah Raja semakin dekat dengan wajah Alexa.


Alexa tidak menghindar dia menatap mata Raja. Raja kemudian menempelkan bibirnya. Hanya menempel lalu dia menutup matanya, begitu juga dengan Alexa yang memejamkan matanya.


Bibir Raja mulai bergerak, malam-malam ini menjadi malam romantis mereka di bawah cahaya bulan.


Beberapa detik kemudian Raja melepaskan pagutannya. Dia lalu tersenyum dan mengajak Alexa pulang. Ini pertama kali mereka berciuman.


Mobil pun bergerak melaju dengan cepat membelah jalan. Meninggalkan tempat yang menjadi saksi dua insan saling mencintai.