
Bel istirahat pertama sudah berbunyi. Sebagian siswa ada yang ke kantin, termasuk Tara dan Alexa, juga Sena. Mereka duduk semeja di meja khusus.
Raja datang bersama Aldi dan Alvin. "Kalian udah di sini aja, nggak ngajak-ngajak!" seru Alvin.
"Tadi udah ngajak!" balas Sena..
"Iya, ngajaknya ke kelas Alexa bukan ke kantin!" ucap Aldi.
"Iya, kan ke kelas yayang dulu, baru ke kantin," sindir Aldi.
Alexa hanya diam saja, dia sedang menyantap somaynya. "Yang makan anteng banget." Aldi kini menyindir Lexa.
Raja diam saja, sesekali dia melirik Alexa. Rasanya gemas ingin mencubit pipi Lexa, dan memainkan rambutnya yang lembut.
"Ekhem." Tara berdehem. Dia tahu Raja memperhatikan adiknya.
"Kamu mau apa lagi?" tanya Tara lembut.
"Udah Kak, kenyang. Makasih ya."
Tara mengusap dahi Lexa yang berkeringat dengan tisu.
"Misi, boleh gabung nggak?" Datang makhluk yang tidak diundang bernama Sisca.
"Lo, lagi. Demen banget gangguin orang!"
"Lo kaya jailangkung aja datang nggak diundang!"
"Maaf, aku cuma mau ikut duduk. Semua bangku penuh."
"Duduk, di sini aja Kak. Boleh 'kan?" Alexa bertanya pada Tara.
"Terserah kamu," jawab Tara.
"Tidak boleh," jawab Raja.
"Ini meja khusus nggak sembarang orang boleh duduk, dan bukan lo yang nentuin boleh apa nggak!" Raja menatap Alexa.
"Oke, kalau gitu gue pindah!" Alexa bangkit dari duduknya dan hendak melangkah pergi.
Namun, ditahan oleh Tara. "Kamu di sini aja, kamu pacar aku, jadi boleh duduk di sini. Lo, pergi" Tara mengusir Sisca.
"Alexa, duduk!" Tara bicara tegas pada Alexa, karena Alexa masih saja berdiri.
Alexa akhirnya duduk kembali di samping Tara, sedangkan Sisca dia langsung pergi dengan wajah kesal. Raja tidak lagi bicara apa pun dia hanya menikmati minumannya.
Sesekali Raja melirik Alexa. Dia melihat bagaimana Tara memperlakukan Alexa. Lama-lama Raja merasa kesal melihatnya. Dia lalu bangkit dan pergi.
***
Hari ini adalah hari minggu. Alexa bersama si kembar akan pergi ke mall. Alexa ingin nonton film di bioskop.
Mereka berangkat menggunakan mobil. Sebelum nonton Alexa dan si kembar lebih dulu jelajah kuliner, tak lengkap rasanya kalau ke mall belum kuliner.
Saat mereka masuk ke salah satu kafe, mereka tidak ada menyadari ada mata yang terkejut melihat mereka.
"Tara, Sena, siapa gadis itu? Dia menggandeng Tara mesra sekali. Apa Tara selingkuh, tapi kenapa Sena diam saja?" gumam Raja.
Ya, dia adalah Raja yang kebetulan sedang berada di dalam kafe. Dia melihat kedatangan Tara dan yang lainnya.
Mereka tidak menyadari ada keberadaan Raja di dalam kafe. Raja melihat mereka saling bercanda. Pesanan untuk meja Tara datang. Mereka mulai menyantap makanan.
Tara terlihat membersihkan bibir gadis itu dengan jarinya. Tatapan matanya terlihat mesra. Raja menjadi geram. Ternyata cinta Tara pada Alexa tidak tulus. Dia selingkuh dengan gadis lain.
Gadis itu memang jauh lebih cantik dibanding si culun. Rambutnya panjang tergerai, kulit wajahnya putih mulus, tidak memakai behel. matanya indah, pakaian casual.
Namun, itu bukan berarti dia bisa menyakiti Alexa. Raja tidak terima, Alexa pasti akan sedih jika mengetahui keburukan Tara. Raja bangkit dan mendekati mereka.
"Dek, nanti jangan nonton horor ya." Tara memohon pada Alexa agar tidak menonton film horor.
"Ya, Lexa mau maunya nonton horor." Lexa mau mengerjai Tara.
"Ah, kamu nggak asyik Dek!"
"Mending, kita nonton yang lucu aja. Bikin ngakak." Sena memberi usul.
"Nggak, ah. Aku mau horor." Alexa tetap pada keinginannya.
"Dek, ada yang lebih seram dari pada setan tahu. Coba tebak apa?" Sena memberi tebakan.
"Pocong."
"Pocong 'kan setan juga. Bukan itu jawabannya."
"Kamu yang berubah jadi culun! Horor banget Dek, tiap kali Kakak lihat kamu merubah penampilan jadi culun." Sena memberi tahu jawabannya.
"Benar, Dek. Makanya kapan kamu mau sekolah dengan penampilan normal?" Tara setuju dengan Sena.
Raja yang semakin dekat langkahnya, mendengar semua yang mereka katakan. Dia berpikir apa maksud mereka? Apa yang sedang mereka bahas?
Merubah penampilan jadi culun? Sekolah, normal, berubah culun, Raja berpikir dan menyambungkan keterangan yang baru saja dia dengar. Akhirnya dia mendapat kesimpulan.
"Oh, jadi begitu?"
Tara, Sena dan Alexa, melihat ke arah sumber suara. Mereka terkejut dengan keberadaan Raja yang tiba-tiba muncul.
"Lo, Alexa? Yang kalau ke sekolah berubah jadi culun?"
Mereka bertiga saling tatap. "Iya," jawab Alexa. Dia lebih memilih jujur.
"Pantas lo nembak Alexa, rupanya lo sudah tahu siapa Alexa sebenarnya? Lo sampai merebut gebetan teman sendiri."
"Gue, nggak merebut dia dari lo. Kalian memang tidak ada hubungan apa-apa, jadi gue nggak salah. Lagipula itu tidak bisa dibilang gebetan, karena yang ada lo cuma menghina dia, buat dia malu, dan ngerjain dia cuma buat kesenangan Lo!" ucap Tara panjang lebar.
"Apa hubungan kalian bertiga? kalian terlihat dekat satu sama lain. Perlakuan Sena ke Alexa, sama dengan perlakuan Tara ke Alexa.
"Alexa Adek gue!" Sena memberi tahu.
Mata Raja terbuka lebar. "Serius!"
"Iya," Tara pun mengakuinya. Dia lalu menceritakan alasan Alexa. berpenampilan seperti itu.
"Wah, gimana kalau anak satu sekolah tahu tentang kabar ini?" tanya Raja, dia membayangkan jika semua siswa dan siswi mengetahui nya. Pasti terjadi
kehebohan.
"Jangan di sebarkan, Aku nggak mau kalau mereka tahu identitas aku yang sebenarnya. Itu akan sangat merepotkan."
"Oke, tapi ada syaratnya?"
"Apa?" tanya Lexa.
"Lo, jadi pacar gue!"
"Apa?!" jawab Lexa spontan.
"Nggak mau!" Lexa menolak, dia tidak mau menjadi pacar Raja.
"Kalau begitu aku akan sebar luaskan berita ini!" Raja mengancam.
"Ck, bisanya ngancem, nggak gentle banget jadi cowok!"
"Biarin, yang penting gue dapat apa yang gue mau. Itu namanya pintar melihat situasi!"
"Udah Dek, terima aja Raja jadi pacar lo," celetuk Sena.
"Kak!"
"Nggak apa-apa Dek, dari pada nanti dia sebarin siapa kamu, kamu mau?"
Alexa terlihat diam dan berpikir
"Oke, tapi cuma satu bulan!" putus Alexa.
"Nggak bisa, aku mau terserah aku sampai kapan kita pacaran."
"Oke,"
"Ja, gue minta lo jangan macam-macam atau lo berhadapan sama kita!" ancam Tara.
"Kalau lo sakiti Alexa, gue nggak akan kasih ampun, dan persahabatan kita putus." Sena pun ikut memberi peringatan.
"Jangan ada kontak fisik, karena kita cuma pacar bohongan!" ancam Alexa.
"Kita pacar beneran, dan gue tidak akan menyakiti adik kalian. gue janji akan gue jaga adik kalian karena sebenarnya gue udah cinta adik kalian sejak dia jadi culun."
"Bokis banget," ucap Tara.
"Tahu, peres lo!" ucap Tara.
"Bohong banget!" ucap Alexa.
"Kalau kalian tidak percaya, nggak apa-apa. Akan gue buktikan cinta gue!" Raja bicara dengan percaya diri.
...----------------...