
Raja akhirnya makan bersama keluarga Arjuna di rumah beliau. Dia merasa canggung, tapi Raja berusaha bersikap santai.
Setelah makan, Raja memilih untuk pamit pulang. Alexa mengantarnya sampai ke depan mobil. "Maaf, ya Kak Raja. Kita nggak jadi makan di luar. Bagaimana kalau diganti jadi makan malam aja?"
Senyum Raja mengembang setelah mendengar ide Alexa. "Oke, kita makan malam aja. Nanti aku jemput kamu pukul tujuh."
"Oke, aku tunggu." Alexa tersenyum manis pada Raja. Dia merasa tak enak karena Papah melarang mereka pergi.
"Aku pulang dulu, ya. Sampai ketemu nanti malam, sayang." Raja langsung masuk ke dalam mobil.
***
Raja datang tepat waktu pukul tujuh dia sudah ada di rumah Alexa. Kini Raja sedang di ruang tamu bersama Arjuna. Tara dan Sena tidak ada, mereka sedang keluar.
"Besok adalah hari sekolah, kalian jangan pulang malam. Pukul sembilan kalian harus sudah ada di rumah." Arjuna berkata dengan tegas.
"Iya, Om. Saya janji. Pukul sembilan Alexa sudah ada di rumah ini."
"Bagus saya pegang janji kamu. Jika kali ini ingkar, maka kamu tidak boleh lagi membawa Alexa keluar."
"Iya, Om."
Alexa menuruni anak tangga satu persatu, perhatian mereka berdua teralihkan. Raja terpesona dengan penampilan Alexa yang selalu cantik dan sederhana.
"Tutup mulut kamu! Nanti ada laler masuk. Nih elap tuh ilernya!" Arjuna memberi tisu pada Raja.
Raja langsung mingkem dan mengambil tisu dari tangan Arjuna. Dia mengelap mulutnya dengan tisu. Namun, tidak ada apa-apa. Ah, dia dikerjai Pak Arjuna. Ternyata Pak Arjuna ini jail juga.
"Yuk, kita berangkat sekarang." Alexa menghampiri Raja, dan langsung mengajaknya berangkat.
"Yuk, Om saya izin bawa anaknya pergi. Insya Allah akan saya pulangkan pukul sembilan tepat. Permisi Om."
Raja, mencium punggung tangan Arjuna. Alexa pun sama. Mereka lalu beranjak pergi.
Di dalam mobil, Raja selalu melirik Alexa. "Jangan lirik-lirik terus. Lihat ke depan." Alexa tahu jika Raja sejak awal mencuri pandang padanya.
"Kamu cantik banget," ucap Raja.
"Kemarin kamu bilang aku culun, jelek!" Alexa tersenyum sinis.
"Itu kan dulu. Aku sengaja bikin keributan sama kamu. Biar bisa dekat kamu, terus lihat wajah kamu gemesin kalau kesel."
"Bisa banget gombalnya, Mas?"
"Serius ini bukan gombal. Aku memang suka sama kamu udah lama."
"Tapi kamu jadikan aku bahan taruhan."
"Kamu tahu?" Raja mendelik tak percaya.
"Tahu, aku dengar kalian ngobrol waktu itu."
"Maaf, aku jahat banget. Tapi gara-gara taruhan itu aku jadi berusaha dekat kamu dan dari situ aku jadi suka sama kamu."
"Hm."
Raja melihat kearah Alexa sekilas lalu kembali fokus menyetir. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di restoran yang Raja sudah reservasi.
Raja turun membukakan pintu mobil untuk Alexa. Mereka kemudian bersama-sama masuk ke dalam resto.
"Selamat datang, silakan. Apa sudah reservasi tempat?" Tanya pegawai itu.
*Sudah, atas nama Raja.
pegawai itu melihat daftar orang yang sudah mereservasi.
Pegawai itu mengantar Raja ke tempatnya.
Selepas pegawai itu pergi. Raja bertanya pada Alexa.
"Mau makan apa?"
"Aku, ini aja." Alexa menunjuk gambar yang tertera pada buku menu.
"Oke." Raja lalu memanggil pelayan dan memesan makanan. Mereka lalu mengobrol, seraya menunggu menu pesanan mereka datang.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Raja.
"Woy, Bro. Kita ketemu lagi. Sama siapa, nih?" tanya Aldi. Ya, yang baru saja datang dan menegurnya adalah Aldi.
Tanpa disuruh Aldi sudah duduk di samping Raja. Dia penasaran Raja dengan siapa? Aldi sejak awal melihat Raja masuk ke dalam restoran ini.
Belum pernah Aldi melihat Raja pergi jalan dengan seorang gadis. Melihat itu Aldi segera menghampiri Raja dan mencari tahu.
"Hai, boleh kenalan nggak?" tanya Aldi. Alexa hanya tersenyum.
"Wah, Ja. Curang Lo. Yang bening aja lo umpetin!" protes Aldi.
"Sana lo, balik ke tempat lo. Ganggu aja, sih!" usir Raja.
"Sebentar, gue kenalan dulu. Nama saya Aldi. Nama kamu siapa?"
"Juminten, panggil aja Jumi! Udah sana pergi," jawab Raja. Padahal tadinya Alexa sudah akan menjawab.
"Serius namanya Juminten?" tanya Aldi.
"Serius!"
"Kenapa lo mulu, sih yang jawab. Gue kan pengen dengar suara Jumi."
Raja menahan tawanya, saat Aldi memanggil Alexa Jumi.
"Jumi, nggak bisa ngomong. Udah saja pergi! pergi nggak!" Raja melotot pada Aldi dan mengusirnya dengan mendorong tubuh Aldi.
"Ish, bang ....." Aldi tersenyum malu pada gadis yang dia tahu bernama Jumi. Hampir saja dia bicara kasar dan mempermalukan dirinya sendiri.
"Iya, gue pergi. Jumi jangan gampang percaya sama orang lain ya. Apalagi Raja, dia banyak bohongnya. Gue aja katanya mau dibeliin mobil, sampai sekarang belum ada, tuh yang datang ke rumah gue!" Aldi lalu bangkit dan beranjak pergi dengan muka yang cemberut pada Raja.
"Tuh anak. Bisa-bisanya ketemu di sini." Raja memperhatikan Aldi menghampiri satu meja yang ditempati oleh seorang gadis.
"Takdir namanya Kak."
"Dia sama siapa?" tanya Raja.
"Nggak tahu, tapi cantik ya Kak?"
"Iya, cantik. Eh tapi cantikan kamu."
Alexa terkekeh. "Nggak apa-apa lagi Kak muji cewek lain di depan aku. Aku juga sadar kok, di atas langit masih ada langit."
"Aku bukan cewek yang haus pujian tapi palsu."
Raja merasa tidak enak. Dia merutuki mulutnya yang bicara spontan.
"Aku jujur, apa yang kukatakan keluar dari hati. Kamu memang paling cantik."
Menu pesanan mereka datang. Pelayan mengaturnya di atas meja. Raja dan Alexa berdoa di dalam hati dan mulai makan.
...----------------...