
Sekarang, api semakin meluas dan hampir melahap seluruh pekarangan rumah. Asap tebal membumbung tinggi, menyelimuti area sekitar, dan suhu panas semakin meningkat. Di tengah amukan Ariel yang mengeluarkan sihir begitu besar, Seraphina tidak tinggal diam. Dengan cekatan, dia mengambil senjatanya dari penyimpanan sihir; sebuah cincin cahaya yang berkelap-kelip seperti bintang. Ketika cincin tersebut dikenakan, terjadilah ledakan energi akibat kekuatan api dan cahaya saling bertabrakan. Keduanya menyebabkan kaca di rumah pecah.
Ariel, yang telah mengambil posisi menyerang, maju dengan cepat. Pedang api di tangannya berayun, siap untuk mencapai jarak dekat. Seraphina juga maju dengan teleportasi, cincin di jari manisnya melindunginya dari serangan apapun. Saat keduanya bertemu, pedang Ariel menghantam tangan Seraphina. Terjadilah suara melengking yang keras akibat tabrakan serangan mereka, membuat bilah pedang api beradu dengan sihir cahaya milik Seraphina.
Safy yang berada di dalam dapur, terhempas dan menutup telinganya karena suara yang sangat nyaring. Rasanya seperti gendang telinganya akan pecah. Meskipun begitu, ia mencoba bangkit dari keadaan tersebut. Ketika melihat ke luar, Safy dengan spontan berusaha melerai mereka berdua. Namun, kekuatan pertarungan terlalu besar, membuat Safy terhempas kembali hingga kepalanya membentur meja ruang tamu, menjadikan meja itu retak.
Ariel dan Seraphina tetap melanjutkan pertarungan mereka. Karena pekarangan rumah terlalu sempit, mereka memutuskan untuk berpindah ke atas awan. Di sana, pertarungan sengit kembali terjadi. Ariel melancarkan serangan brutal, serangan demi serangan dengan kecepatan tinggi. Berkali-kali Seraphina mencoba bertahan sebab kecepatan tebasan pedang terlalu cepat. Hanya dalam 200 milidetik, ratusan serangan Ariel telah dilancarkan tanpa henti. Merasa dirinya sudah hampir terpojok, Seraphina membalas serangan. Ia menciptakan gelembung sihir untuk menahan ribuan tebasan brutal tersebut. Dan saat perlindungan sihir semakin kuat, pedang Ariel terpental akibat benturan pedang.
Melihat sudah ada kesempatan, Seraphina langsung mengendalikan ruang dan waktu di antara mereka. Ariel tidak dapat bergerak ataupun menggunakan sihirnya. Saat itulah, Seraphina membalas serangan hanya sekali. Namun, kekuatan sihir dari serangan tersebut sangat besar. Hantaman keras tepat pada perut Ariel membuatnya terdorong keras ke belakang, hingga jatuh dari atas langit.
Ariel terjun bebas di halaman rumah, namun sebelum tubuhnya menabrak tanah, Safy menangkapnya sehingga mereka jatuh bersama. Untungnya, Safy tepat waktu dalam menangkap Ariel, sehingga tidak ada korban jiwa.
Namun, setelah menolong Ariel, tangan Safy mengalami patah tulang pada lengannya akibat terhempas dengan keras. Rasa sakitnya luar biasa sampai-sampai keringatnya mengucur deras. Ariel melihat Safy terluka karena dirinya, dan dengan sisa kekuatan sihirnya, ia menyembuhkan lengan Safy. Tapi, sebelum benar-benar sembuh, kekuatan sihir dari dalam tubuh Ariel mengalami ledakan energi. Hal itu dipicu oleh serangan Seraphina yang mempengaruhi aliran sihir, dan ketika sihir tersebut diaktifkan, ledakan energi terjadi karena penyumbatan aliran sihir yang tidak bisa keluar.
Pada momen itu, Ariel batuk-batuk dan kemudian muntah darah segar dalam jumlah banyak. Saking banyaknya, darah itu mengalir seperti air, membasahi paving yang ada di halaman rumah. Dengan susah payah Safy berusaha untuk membantu Ariel menghentikan pendarahan, tapi tidak ada cara untuk membantunya karena dirinya sendiri tidak memiliki kekuatan sihir. Maka, ketika Seraphina sudah teleportasi ke halaman rumah, dia segera bersujud di depannya.
"Tuan Putri, tolong hentikan semua ini," ucap Safy sambil memohon dengan tulus. "Saya mohon dengan segala hormat, jangan diteruskan lagi. Putri Ariel adalah sahabat Anda. Apa gunanya terus dilanjutkan jika hanya akan berakhir dengan kematian."
Kemudian Safy melihat ke arah Ariel. Disana Ariel masih terbatuk-batuk tanpa henti. Bajunya telah bersimbah darah, sementara Seraphina sudah berada di dekatnya. Dalam keadaan lemas, Ariel berkata, "Sial, ternyata sampai hari ini aku masih kalah darimu. Jika sihir api milikku lebih serius lagi, pasti kota ini akan hangus."
Seraphina mengangkat tangannya, dan sebuah bola cahaya muncul di atas mereka. Bola sihir itu semakin lama semakin membesar. Tiba-tiba, dari belakang, Safy mencoba menarik kedua tangan Seraphina. Alhasil, meskipun mencoba dengan sekuat tenaga, semua yang ia lakukan tidak ada hasilnya. Maka Safy menggunakan kepribadiannya yang kedua, sehingga kekuatannya sekarang semakin meningkat. Safy terus berusaha menggunakan kekuatannya hingga mencapai batas, dan akhirnya tangan Seraphina menjauh dari bola sihir tersebut. Safy tetap melanjutkan upayanya hingga bola sihir menghilang.
Sampai akhirnya bola sihir itu menghilang, segala usaha yang dilakukan Safy berhasil. Namun, perjuangan belum berakhir. Sekarang, roh cahaya di dalam Seraphina mengubah tujuannya untuk mengincar Safy. Terjadi ledakan sihir lagi, menghempaskan Safy cukup jauh. Saat mencoba untuk bangkit, ototnya terlalu lemah untuk bergerak. Kekuatan ini mengunci aliran tubuh, bukan sihir, karena Safy tidak memiliki sihir apapun. Seraphina mulai mendekatinya dan mengangkatnya dengan sihir. Secara perlahan, kekuatan itu perlahan menekan dengan kekuatan mencapai 500 ton.
Melihat Safy sudah tidak bisa melawan, Ariel tidak tinggal diam, dia berusaha bangkit meskipun keadaannya masih kacau. pelan-pelan berjalan mendekat, mencoba untuk mengeluarkan sihir, tapi sekalinya mengeluarkan darah tetap keluar dari mulutnya. "Benar-benar sudah gila aku melawan pemimpin aliansi sendirian," gumam Ariel sambil terus mendekat. "Tapi, karena aku memang putri api yang bodoh, setidaknya bertindak gegabah bukanlah masalah besar."
Ariel mengeluarkan sihirnya, dan lagi-lagi ia muntah darah kembali. Meski begitu, Ariel tetap memaksa mengeluarkan sihirnya. Semakin lama, semakin banyak darah yang mengalir. Hingga Ariel sampai di dekat Seraphina, dia memegang erat tangan Seraphina sambil berseru, "Jika diriku ini tidak bisa menghentikanmu, maka hanya satu yang bisa. Yaitu Ratu Sera!"
Kemudian Ariel menarik sihir Seraphina, dan sihir tersebut digunakan sebagai media penghubung antara ikatan ibu dan anak. Gesekan dimensi antara bumi dan Seraphinova menyebabkan langit mengeluarkan suara nyaring seperti gesekan besi. Petir dari awan mendung bergemuruh dengan kuat, dan Ariel sudah semakin lemah sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri. Tubuhnya kekurangan banyak darah setelah pertarungan singkat tadi.
Kekuatan yang ada pada Seraphina tertekan oleh kekuatan yang lebih besar, karena itu dia melepaskan sihirnya pada Safy. Sementara kekuatan itu masih menekan roh cahaya, muncul Ratu Sera dari belakang memadamkan roh cahaya di dalam tubuh Seraphina. Ratu Sera juga melihat Safy dan Ariel yang tak berdaya, mereka berdua sudah tak sadarkan diri.