
"Jika begitu, mengapa kita tidak merayakan pertemuan kita? Sejak aku lulus dari akademi, hidupku telah penuh dengan tugas negara yang memakan banyak waktu. Ketika aku mendengar bahwa kau akan pergi, aku menjadi sangat kesepian.“
Seraphina merasa perlu mengendalikan situasi dan suara keras Ariel di luar rumah. Dia mengundang Ariel masuk ke dalam rumah. Sebelum masuk, Safy melihat dari tangga dan langsung mendatangi Ariel.
"Putri Ariel? Bagaimana Anda bisa berada di sini?"
"Haha! Tidak ada yang tak mungkin bagi putri Raja Api. Selain itu, sihirku adalah yang tertinggi kedua setelah milik Seraphina. Sungguh mengagumkan, bukan?"
Seraphina menggelengkan kepalanya, kemudian dia memberi perintah kepada Safy untuk membuat sarapan pagi dengan porsi tiga orang. Safy segera melaksanakan perintah, tanpa berlama-lama ia langsung menuju ke dapur.
Sementara itu, Seraphina membawa Ariel ke lantai atas menuju kamar tidurnya. Karena rumah hanya memiliki dua kamar tidur, Seraphina menggunakan sihirnya untuk membuat kamar tidur tambahan di sebelah kanan, dekat tangga. Dalam sekejap saja, yang awalnya hanya tembok, kini menjadi sebuah ruangan tidur lengkap dengan fiturnya. Setelah selesai membuat kamar, Seraphina mengambil handuk dan diberikan pada Ariel,
“Cepatlah mandi, di istana pasti diharuskan mandi sebelum sarapan pagi, bukan?“
Ariel menerima handuk itu dan diantarkan menuju kamar mandi di dalam kamarnya. Seraphina menjelaskan dengan detail tentang cara menggunakan shower dan fasilitas lainnya.
Ketika Seraphina masih menjelaskan, Ariel melihat sekitar kamar mandi. Dia melihat shower yang baru saja dijelaskan, juga ada dua tombol dengan tulisan 'panas' dan 'dingin'. Karena penasaran, Ariel menekan tombol bertuliskan 'hot', dan air panas langsung keluar dari shower
“Aduh! Airnya kenapa panas sekali. Mana tulisannya juga aneh, tidak bisa kubaca.“
Seraphina menekan tombol ‘off’ kemudian air panas dari shower berhenti, “Ya ampun, Ariel. Aku masih menjelaskan tentang alat ini, kenapa tidak didengarkan? Bagaimana jika nanti kamu kenapa-napa coba, hayo“
Tiba-tiba, Ariel tertawa terbahak-bahak. Seraphina terdiam, heran dengan tawaannya. "Kenapa tertawa?"
"Logatmu benar-benar aneh, Seraphina. Tidak ada kata 'hayo' dalam bahasa kita, tapi kamu malah mengatakannya. Hahaha!"
Seraphina merasa sudah muak dengan kelakuan Ariel tersebut, karena itu dia memanggil semua para bintang datang,
"Para bintang! Aku punya tugas penting untuk kalian. Gunakan kekuatan kalian. Paksa Ariel untuk mandi, entah bagaimana caranya yang penting tugas kalian harus selesai. Dan kalian boleh menggunakan kekuatan penuh."
Para bintang menuruti perintah itu. Mereka menghasilkan penghalang sihir yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dari saat pertempuran. Beberapa sihir kuat dilepaskan, termasuk pengikat jiwa yang mampu menahan kekuatan tingkat apapun. Dengan kekuatan ini, Ariel tidak memiliki peluang untuk melawan. Para bintang memaksanya untuk mandi dengan sedikit paksaan, mengingat perilaku cerobohnya.
Sementara itu, Safy tengah mempersiapkan bahan untuk sarapan. Dia mencoba menu baru yang pernah dilihatnya di televisi, tetapi beberapa bahan belum tersedia. Saat mencari-cari, dia menemukan beberapa buah pisang di dalam kulkas. Pada saat itu juga, Safy membuat pancake pisang, dan menyajikannya dengan cokelat panas. Setelah semuanya siap di meja makan, Safy hendak memanggil Seraphina dan Ariel. Namun, tiba-tiba dia teringat tentang makanan ringan yang pernah ia beli dari minimarket.
Safy mengambil makanan ringan dari penyimpanan ajaib. Disana, terdapat keripik kentang dan wafer cokelat yang telah disediakan. Setelah memastikan semuanya lengkap, Safy bergerak ke lantai atas. Terdengar keributan dari arah tangga, dan tak lama kemudian dia sampai di depan pintu kamar Seraphina. Ternyata suara gaduh itu disebabkan oleh Ariel yang tengah melawan ketika dikeringkan rambutnya, bajunya kini telah diganti dengan pakaian kasual seperti kaos warna putih dan celana pendek, untuk alas kakinya adalah sandal selop yang berbentuk boneka kelinci.
Safy diam sejenak, mengamatinya, lalu memberitahu mereka bahwa sarapan sudah siap.
"Baik, Safy. Kami akan segera datang setelah menyelesaikan urusan di sini," jawab Seraphina, yang masih sibuk mengeringkan rambut Ariel menggunakan handuk.
Setelah mendengar jawaban tersebut, Safy langsung kembali menuju lantai bawah. Saat berada di tangga, dia bergumam sambil sedikit tertawa,
"Putri Ariel yang dulu sombong dan sinis, kini tampak pendiam. Dan bajunya yang bergambar beruang, lengkap dengan sandal berbentuk kelinci. Tak disangka, Putri Seraphina memberinya sandal favoritnya."
Sambil terus berbicara sendiri, Safy tersenyum. Dia teringat betapa dunia manusia berbeda dari dunia kerajaan. Tak lama kemudian, Seraphina dan Ariel tiba di ruang makan. Aroma harum pancake tercium, membuat perut Ariel keroncongan. Seraphina menunjukkan tempat duduknya di sebelah Ariel.
“Selamat makan!“
Seraphina mengambil satu pancake, sementara Ariel dengan cepat meraih 4 pancake untuk dirinya sendiri. Gadis itu membelah salah satunya dengan pisau, lalu dengan lahap mengambil sebagian dengan garpu dan langsung menyantapnya. Matanya berbinar bahagia ketika merasakan kombinasi rasa di mulutnya. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya.
“Menakjubkan makanan ini, enaknya bukan main. Sungguh, makanan dari kerajaan manapun tidak bisa menandingi rasa dari roti ini. Rasanya aku bisa makan ini setiap hari dengan porsi sangat banyak, bahkan porsi satu rumah pun bisa aku makan sekaligus.“
Dengan bar-bar dia makan tanpa henti, meski pipinya sampai menggembung besar namun makanan tetap di masukan kedalam mulutnya. Setelah makanan di piringnya sudah habis, Ariel langsung mengambil lagi sama seperti porsi sebelumnya, dengan lahap dia memakan semuanya meskipun mulutnya masih penuh, pancake itu tetap dimakan tanpa henti.
Safy merasa senang melihat begitu antusiasnya Ariel menikmati makanannya, meski dalam hati dia agak terkejut.
"Safy, inilah sifat asli Ariel. Dia seperti ini saat makan. Di akademi, dia mendapatkan julukan 'ratu makan'," ucap Seraphina.
“Jwangwan lupwa dwengwan“ Ariel menelan semua makanannya, “Ratu bar-bar“ dia mengacungkan jempolnya.
Seraphina menjawab, “Itu bukan pujian, tahu!“
Mereka meneruskan sarapan sampai semua makanan telah habis tak bersisa. Seraphina melihat jam, kemudian dia menuju ke lantai atas untuk bersiap-siap berangkat bekerja. Tak berselang lama, Seraphina sudah mengenakan pakaian kerjanya.
"Safy, aku akan berangkat kerja. Mohon jaga rumah dan Ariel selama aku pergi."
"Tentu, Tuan Putri. Semoga perjalanan anda lancar," Safy menundukkan kepalanya.
Ariel hanya bisa melihatnya dari dapur, dia tidak tahu apapun mengenai dunia barunya.
“Safy, kenapa Seraphina bekerja menggunakan pakaian seperti itu, bukankah selain menjadi putri, dia bekerja memburu monster. Memang monster jenis apa yang syaratnya harus bersih dan rapi?“
Safy sedikit tertawa, lalu menjawab, "Tuan Putri tidak bekerja sebagai pemburu monster atau sebagai putri di sini. Dia bekerja sebagai pegawai minimarket, mirip dengan asosiasi pedagang. Ada pemimpin dan para pelayan, dan Seraphina adalah salah satu pelayan di sana."