Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 35


Setelah persiapan selesai, Safy melangkah keluar dari rumah. Sebelum memulai tugasnya, dia mengenakan penutup wajah. Kemudian, dengan mata terpejam, dia berucap, "Wahai sang dewa peperangan, perlihatkan taringmu padaku dan berikan keberanian di dalam jiwa!"


Tiba-tiba saja mata Safy berubah menjadi merah, namun perubahan itu hanya sementara. Lalu matanya kembali seperti semula, tapi akibat perubahan tersebut sifat alami dari dalam dirinya berubah. Keberanian prajurit mengalir dalam darahnya, kemudian dia berlari cepat dan melompat.


Tingkat kecepatannya sudah ditingkatkan, sehingga seakan-akan kecepatan itu seperti sihir teleportasi. Setiap bangunan di kota dilewati dari atas, melompat ke satu gedung ke gedung lainnya.


Beberapa saat kemudian, Safy melihat Seraphina masih berjalan menuju tempat kerjanya. Seorang wanita mengendarai sepeda motor memberinya tumpangan, dan mereka berdua pergi bersama menuju tempat kerja. Lalu disusul oleh seorang pria juga mengendarai sepeda motor.


Safy tetap mengikuti arah mereka pergi, hingga sampailah di minimarket. Dia mengenali tempat ini sebagai tempat di mana dia pertama kali berbelanja wafer cokelat dan keripik kentang. Ketika mereka bertiga masuk, Safy memutuskan untuk tetap berada di atas gedung tertinggi, mengawasi situasi dari atas.


Di dalam toko, Seraphina bekerja seperti biasa, merapikan barang-barang, memilah, dan membersihkan area yang kotor. Semua pekerjaan awal selesai dengan cepat, karena Seraphina sudah terbiasa dengan aktivitasnya di pekerjaan ini. Beberapa saat kemudian, Aldi dan Arvin tiba, dan mereka berdua memarkir mobilnya di area parkir.


"Selamat pagi, Pak manager!" kata para pegawai toko termasuk Seraphina.


"Selamat pagi, semuanya. Hari ini, Pak Arvin akan membantu kita mengatasi masalah yang ada. Tugas kalian adalah ikut rapat dengan saya bersama Pak Arvin, sementara penjagaan toko akan digantikan oleh robot."


Kemudian, mereka semua pergi ke ruangan manajer di lantai atas, di mana sudah disiapkan meja dan beberapa kursi. Seraphina, Dina, dan Riko masuk ke dalam ruangan manajer.


Safy melihat mereka masuk ke dalam ruangan yang sudah dilapisi dengan peredam suara. Dia mengeluarkan sehelai kertas dengan sihir, yang akan digunakan untuk mendengar percakapan di dalam ruangan tersebut. Safy menarik sehelai rambutnya untuk mengaktifkan sihir dalam kertas tersebut. Kertas itu terbakar, dan berubah menjadi makhluk magis, sebuah lebah mematikan dari lembah keabadian, tempat di mana monster pemakan manusia muncul.


Setelah lebah itu muncul, Safy memberi perintah, "Berikan informasi dari dalam ruangan kedap suara itu, cepat!"


Makhluk sihir berbentuk lebah itu segera teleportasi ke dekat pintu ruangan manajer, dan menyengat pintu sehingga racun berwarna bening menempel di permukaannya. Setelah menempelkan racun, lebah itu kembali teleportasi ke dekat Safy. Antena dari kepala lebah itu memancarkan gelombang suara ke telinga Safy, dan suara dari dalam ruangan terdengar sangat jelas.


Di dalam ruangan, Seraphina merasa ada yang aneh, tetapi para bintang mengalihkan perhatiannya dengan memberikan informasi palsu. Mereka merahasiakan keberadaan Safy sesuai dengan strategi awal mereka, dan Seraphina pun mempercayai perkataan para bintang. Dia tidak lagi mempermasalahkan keanehan energi di sekitarnya.


Sekarang tibalah saatnya untuk Arvin menjelaskan masalah yang ada, Dia menyajikan bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Dan dari wakil pimpinan kantor pusat juga memberikan bukti video, lengkap dengan keputusan dalam rapat tertutup. Penjelasan rapat berlangsung cukup lama, dan seiring berjalannya waktu, matahari sudah semakin tinggi di langit. Aldi mengakhiri rapat untuk hari itu, dan semua orang keluar dari ruangan. Seraphina menghampiri aldi untuk meminta izin darinya pergi ke kafe coffees, setelah diperbolehkan dia segera menuju ke lokasi.


Sebelum Seraphina mencapai tujuan mereka, Safy sudah tiba di lokasi tersebut. Ternyata, Jacob sudah hadir lebih awal, dan para pengawalnya telah ditempatkan pada posisi yang telah disiapkan. Safy mulai memeriksa situasi dengan cermat dan terkejut mengetahui bahwa banyak pengawal yang membawa senjata.


Suara Ariel muncul melalui gelombang sihir jarak jauh, "Sudah kuduga, mereka pasti akan menggunakan kekerasan. Safy! lakukan tugasmu sekarang."


“Dimengerti!”


Sebelum Seraphina tiba di kafe, ia terjebak dalam percakapan dengan Bu Indah di tengah jalan. Safy dengan cepat melompat dari atas gedung setinggi 65 meter, tubuhnya bergerak menuju tanah dengan kecepatan tinggi. Sambil turun, ia meraih belati yang tersusun rapi di pinggangnya. Ketika hampir menyentuh tanah, sepatunya mengeluarkan sihir gravitasi, membuatnya mendarat dengan aman tanpa langsung menghantam permukaan tanah.


Kedua kakinya menginjak permukaan secara perlahan, dilanjutkan dengan posisi kuda-kuda siap menyerang. Dia menggenggam belati dengan erat di kedua tangannya dan bergerak maju dengan kecepatan tinggi. Sasaran pertamanya adalah pengawal Jacob yang berjarak paling jauh dan bersembunyi dari pandangan publik.


Dan tiba-tiba saja…


“Wusss“


Safy muncul di depan mereka kurang dari 2 detik. Sesaat mata mereka hendak berpindah ke arah Safy, belati super tajam diluncurkan tanpa suara. Kecepatan luar biasa dari gerakan menusuk tidak dapat diprediksi, karena sebelum mereka bergerak serangan Safy sudah dilakukan. Tusukan demi tusukan ke jantung mereka berkali-kali dilakukan dengan cepat, sehingga hanya membutuhkan waktu 0.2 detik per orang, maka dalam 1.6 detik semua pengawal profesional itu sudah tumbang. Tidak ada yang selamat, dan tidak ada luka fisik pada tubuh mereka karena belati tersebut telah dialiri oleh sihir.


Setelah membersihkan area di belakang, Safy beralih ke samping. Para pengawal Jacob yang berada di dalam mobil juga telah bersiap dengan senjata mereka. Tanpa menunggu lama, Safy mengeluarkan pedang sihirnya, membiarkan energi mengalir ke seluruh bilah pedang, yang bersinar dengan warna ungu yang redup.


Dia memposisikan diri untuk menyerang, menguatkan kakinya, dan menggenggam erat pedang sihirnya. Dan sekali lagi, serangan datang dengan kecepatan luar biasa dalam waktu 0.2 detik. Safy memotong mobil, dan ketika pedang itu bergerak, semua benda mati di depannya tertembus tanpa hambatan. Hanya makhluk hidup yang dapat menjadi sasaran serangannya. Dalam waktu singkat, keempat pengawal yang berada di dalam mobil itu tak lagi bernyawa.


Safy terus bergerak melalui area kafe, dan akhirnya dia melihat enam pengawal yang berpura-pura menjadi pelanggan kafe. Dia mengeluarkan senjata lain dari punggungnya. Sebuah tombak lipat, atau disebut juga sebagai tombak guntur dihentakkan ke bawah dan berubah menjadi tombak sempurna. Aliran listrik menyelimuti sekitaran bilah tajam ujung tombak itu, lalu terdapat kristal monster sebagai sumber kekuatan.


Dengan tombak di tangan, Safy berdiri dalam posisi menyerang, memutar tombaknya dengan kekuatan. Ketika energi terkumpul, dia menyerang dengan cepat.


"Wush!"


"Slash!"


Ratusan serangan dilancarkan dalam waktu 0.2 detik tanpa henti, hal itu membuat  aliran listrik dari tombak itu menyapu mereka begitu cepat.  Keenam pengawal itu lenyap tanpa meninggalkan jejak, bahkan tidak ada tanda-tanda mereka yang tersisa. Akhirnya, semua pengawal di luar kafe sudah dieliminasi, hanya yang berada di dalam yang masih bertahan.