
**usahakan like yah setelah kalian membaca setiap chapter
tolong hargai usaha author receh ini hehehe
salam sayang untuk kalian
*happy reading***
beberapa saat telah berlalu kini waktu beristirahat yang di persilahkan untuk peserta telah habis
anastasya masih duduk di kursi dengan santainya sambil menerima suapan puding yang diberikan vizia
semua orang tidak bisa untuk tidak merasakan iri,bagaimana tidak tentu saja ada banyak orang yang berusaha dekat dengan orang orang di kekaisaran utara meski hanya menunjukkan muka sekalipun
namun itu sangat sulit bagi mereka terlebih mereka sangat dingin kepada orang lain,dan ini pertama kalinya mereka melihat dengan mata mereka secara langsung bagaimana orang orang dari kekaisaran utara berperilaku sangat lembut dan penuh kasih sayang
di dalam benak mereka tentu saja menyimpan pertanyaan
"bagaimana bisa permaisuri anastasya bisa berhubungan baik dengan orang orang dingin itu" begitu pikir mereka
tak hanya para rakyat atau orang yang berasal dari kekaisaran lain kaisar ziu sendiri pun menyimpan pertanyaan itu di benak nya namun ia belum sempat menanyakan hal itu kepada permaisurinya
"permaisuri anastasya melawan putra mahkota akbei dari kekaisaran timur" teriak prajurit itu mengundang para peserta pertarungan untuk datang ke arena
putra mahkota akbei yang mendengar namanya di panggil ia berjalan dengan semangat menuju arena pertandingan ia tentu saja tak akan membiarkan gadis yang baru saja berhasil mencuri hatinya itu menunggu
sedangkan anastasya dengan santainya meminum kembali air kelapanya
"berhati hatilah sayang kami tidak ingin kamu terluka" kata jendral jinhu lembut mewakili perkataan semua orang
"yah kalian tenang saja" kata anastasya santai
ia menggunakan ilmu teleportasinya agar tak membuang buang tenaganya
"aaaaahh" prajurit yang berada di arena pertandingan terkejut meski ia tau jika anastasya memiliki ilmu teleportasi tapi itu belum membuat ia terbiasa dengan kemunculan anastasya yang tiba tiba
anastasya mengangkat sebelah alisnya ketika melihat pria di depannya memandang dirinya penuh nafsu
ia mecebikkan bibirnya kesal
"wajahnya tak seberapa tapi berlagak sok di depanku dasar buaya buntung bahkan ketampanannya tak ada apa apanya di bandingkan dengan lee cihhh" batin anastasya muak
"aku ingin mengajukan kesepakatan untukmu" kata putra mahkota akbei langsung tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah cantik anastasya
"apa" tanya anastasya ketus
putra mahkota akbei terkekeh melihat tingkah anastasya yang menurutnya mengemaskan
"jangan menatapku seperti itu katakan apa maumu" jengah anastasya
"jika kau kalah maka kau harus menjadi permaisuri ku" kata putra mahkota akbei lantang bahkan sanggup di dengar oleh semua orang
semua orang yang Mendegarnya terbebelak kaget ketika mendengar penuturan putra mahkota akbei
"kau dengar itu apa maksud putra mahkota"
"bukankah dia sendiri tau jika permaisuri Anastasya merupakan permaisuri dari istana bulan"
"benar dia benar benar gila aku yakin kaisar ziu takkan membiarkannya"
"tapi wajar jika putra mahkota akbei menyukai permaisuri,lagi pula siapa yang bisa menolak pesona permaisuri anastasya bahkan akupun mau meski hanya menjadi suami ketiganya"
"jangankan suami untuk menjadi pelayannya pun aku mau"
kasak kusut para rakyat
muka tiga kaisar itu jangan di tanya lagi bahkan aura dari ketika kaisar itu membuat hawa di sekitar terasa mencekam
"jangan lancang kau putra mahkota akbei semua orang tau jika permaisuri anastasya adalah permaisuri dari istana bulan" teriak kaisar ziu murka
ia tentu saja tak akan melepaskan anastasya dengan mudahnya tidak tidak akan,dan tidak akan pernah
"hahaha kaisar ziu semua orang juga tau jika permaisuri anastasya hanyalah permaisurimu yang tidak di anggap" sarkas putra mahkota akbei yang tidak memiliki rasa takut
"kau" kata kaisar ziu terpotong kala anastasya menyela
"aihhhh sudahlah kalian ini kenapa?bisa pertandingan ini di percepat aku mengantuk" kata anastasya ketus
"baik aku terima kesepakatan itu" kata anastasya santai
sedangkan semua orang menjatuhkan rahang mereka ketika anastasya dengan santainya mengiyakan permintaan putra mahkota akbei
"ketika aku kalah kau bisa meminta apapun,meskipun aku yakin tak akan kalah darimu" kata putra mahkota akbei
"hahahaha kau terlalu percaya diri jika kemenangan akan berada di di pihak mu tapi tak apa akan ku buat kau tau jika terlalu percaya diri itu tidak baik, dan yah untuk hadiah yang kau katakan aku tak butuh karna ada seseorang yang bisa memberikan apapun untukku" jedanya
"dan tentunya ketampanannya melebihi dirimu" sambung anastasya dengan santai tanpa memperhatikan raut wajah putra mahkota akbei yang berubah suram
kaisar lee yang sedari tadi tengah menahan amarahnya seketika terdiam ketika mendengar perkataan anastasya yang tentu saja di tujukan pada dirinya ahhh ia berasa di bawa terbang kala anastasya memuji ketampanannya amarahnya seketika meluap begitu saja
sedangkan kaisar ziu tersenyum senang ia mengira jika anastasya itu berbicara tentang dirinya,ia benar benar merasa bahagia ketika wanita yang dicintainya itu memujinya secara terang terangan
buggggg
putra mahkota akbei terpental kebelakang ketika anastasya yang tiba tiba melayangkan tendangan kepadanya
"kenapa melamun bukankah kau begitu percaya diri akan mengalahkanku lalu kenapa kau membuang buang waktu" sinis anastasya
putra mahkota akbei menarik senyum tipis
"rupanya kau sudah tak sabar untuk menjadi milikku sayang" kata putra mahkota akbei
"menjijikkan" kata anastasya sinis kemudian kembali menyerang ia benar benar muak melihat muka lelaki di depannya yang berlagak sok tampan
kini putra mahkota akbei menyerang anastasya dengan serius ia melakukan ini karna ingin memiliki anastasya seutuhnya jikapun saat pertandingan anastasya terluka maka itu adalah urusan yang gampang
ia tinggal memanggil tabib yang berkemampuan hebat untuk menyembuhkannya begitu pikirnya
maka dari itu putra mahkota akbei tak segan mengeluarkan pedangnya kesayangannya yang biasa menemaninya berperang ataupun melakukan pertandingan
anastasya tersenyum sinis
"pedang murahan bahkan belati kembar ku lebih berharga dari pada benda itu" batin anastasya
putra mahkota akbei maju dan melayangkan pedangnya pada anastasya
cling
dengan santainya anastasya menahannya menggunakan salah satu belati kesayangannya
putra mahkota akbei mengerutkan keningnya tidak senang ketika melihat benda yang di gunakan anastasya guna menahan serangannya
pedang kebanggaannya melawan belati kecil sungguh itu terlihat memalukan baginya meski ia merasa jika belati itu terlihat tidak biasa
saat tengah sibuk dengan pemikirannya
bugggh
putra mahkota akbei memegang perutnya yang terasa sakit akibat tendangan anastasya yang tak main main
tapi ia dengan cepat mengembalikan ekspresinya dan dengan santai mengatakan
"kau berkata jika ada pria yang mampu memberikanmu apapun tapi lihat ini kau hanya menggunakan sebuah belati kecil apa pria itu tak mampu memberikanmu yang lebih baik" kata putra mahkota akbei terkekeh
anastasya menatap dingin pria di depannya
***hai hai sayangnya author
penasaran ngak? komen dong hehehe
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
karna antusias kalian adalah semangat buat author
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni