
sekarang author bakal jelasin yah buat para readers kesayangan author
untuk level hewan kontrak itu di bagi
-tingkat pertama
-tingkat kedua
-tingkat ketiga
-tingkat abadi
oke segitu dulu yah
oh ya buat kalian para kesayangan author
author tidak bosan bosan untuk minta dukungan kalian hehe
like,comment,rate bintang,dan vote sebanyak banyaknya
dan kalian bisa comment di kolom komentar,untuk kasih author saran ataupun pendapat
sempat saran kalian bisa author tulis
authorj juga tau jika author ini masih banyak salah dalam segi apapun maka dari itu author mau minta maaf sama kalian
oke jadi intinya author selalu minta dukungan kalian hehe
*sekarang kita kembali ke cerita*
pangeran dui mengeluarkan pedang kesayangannya bewarna perak yang beratnya kisaran menacapai lima kilo,pangeran dui menatap pangeran pouli remeh
sedangkan pangeran pouli mengeluarkan pedangnya yang bewarna merah kehitaman tak hanya warnanya tapi juga ujung dari pedang itu melengkung seperti pengait itu sangat berbeda dengan pedang pada umumnya namun ketajamannya jangan di ragukan lagi
pangeran dui maju terlebih dahulu untuk menyerang tak tinggal diam pangeran pouli dengan sigap menangkis serangan pangeran dui
mata mereka saling beradu
"kau menggunakan senjata murahan untuk bertarung denganku senjatamu sama sekali tak pantas,dengan menggunakan pedang murahanmu itu kau akan kalah denganku dengan mudah" kata pangeran dui sinis
"maka kalahkanlah aku" kata pangeran pouli tenang
pangeran dui menggeretakkan giginya marah ketika mendengar perkataan lawannya yang seolah menantangnya
pangeran dui merupakan putra tertua dari pemilik klan mawar hitam di kekaisaran utara,dia yang terkenal dengan pemuda berbakat dari klan mawar hitam,karna kehebatannya dalam ilmu bela diri dan tingkat raja yang di capainya di ilmu beladiri ia dapatkan di usia yang masih terbilang muda yaitu 20 tahun
itulah yang membuat dia sombong bahkan selalu meremehkan orang lain yang tentu tingkatnya berada di bawahnya
sedangkan pangeran pouli merupakan putra kedua dari klan amber di kekaisaran timur tak beda jauh dengan prestasi pangeran dui hanya saja tingkat yang di capai dalam beladiri masih berada di tingkat petarung tingkat tiga yaitu masih berada di bawah pangeran dui
jika pangeran dui terkenal dengan sikap yang sombong dan angkuhnya itu berbeda dengan pangeran pouli yang terkenal dengan pribadi yang ramah dan tenang
pangeran dui menyerang pangeran pouli dengan membabi buta sedangkan ia hanya menghindar dan mengelak
anastasya serius memperhatikannya dari jauh
"masih banyak cela dan sikapnya sudah sesombong itu bahkan pedangnya yang bagus tak ada gunanya jika ia memakainya" kata anastasya pelan sambil terkekeh
namun perkataannya masih bisa di dengar oleh beberapa orang yang tak jauh dari tempatnya
"bukankah permaisuri begitu bermulut besar hingga meremehkan pangeran dui yang merupakan seorang jenius dalam bermain pedang"
"ia kau benar bahkan kita bisa melihat jika pangeran begitu memukau dalam memainkan pedangnya"
"dia mengatakan itu karna belum pernah melawan pangeran jika dia melawannya mungkin dia baru menyadari jika omongannya salah"
"ia kau benar"
"diamlah dan perhatikan pertarungannya bukankah ini semakin menegangkan"
anastasya mendengar semua omongan orang lain namun ia tak peduli lagi pula yang di katakan memang benar jadi ia tak perlu menjelaskannya pada siapapun
matanya kembali memperhatikan kembali pertarungan didepannya
pangeran dui menggeram marah karna sedari tadi ia menyerang bahkan hampir mengeluarkan semua tenaganya namun yang di lakukan pangeran pouli hanya menghindar dan mengelak dari serangannya
"jika aku tak pantas maka serang dan kalahkan aku seperti yang kau inginkan" balas pangeran puoli tenang tanpa merasa terprofokasi dengan apa yang dikatakan pangeran dui
pangeran dui kembali menyerang pangeran pouli kali ini pangeran pouli tak hanya menghindar bahkan ia membalas setiap serangan yang di berikan lawannya
pangeran dui yang terasa lelah karna tenaganya hampir terkuras habis itu mempengaruhi konsentrasinya pangeran pouli tentu saja tak menyianyiakan itu karna itulah yang ia tunggu sejak tadi
pangeran dui hendak memberi tendangan pada pangeran pouli namun belum juga tendangannya mengenai sasaran ia lebih dulu mendapat tendangan dari pangeran pouli
tak berhenti sampai di situ saat pangeran dui hendak mundur beberapa langkah kebelakang karna tendangan yang di terima dari pangeran pouli.
pangeran pouli memajukan pedangnya ke arah pangeran dui,namun saat memajukan pedangnya semua orang mengerutkan kening mereka heran
pedang pangeran pouli tak menusuk lawannya,melainkan pedangnya bergerak kesamping pinggang dui dan tak melukai pangeran dui sekalipun
namun saat pangeran dui sibuk dengan pemikirannya pangeran pouli membalik pedangnya sehingga ujung pedangnya berada di bagian pinggang pangeran dui dan
srekkkk
"akhhhh" teriak pangeran dui kesakitan
saat ujung pedang yang ia remehkan tadi berhasil melukai bagian pinggangnya cukup dalam bahkan darahnya telah bercecer di arena
namun ia tak akan semudah itu berhenti karna ia sangat membenci kekalahan dengan amarah yang menggebu gebu sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di pinggangnya ia mengeluarkan hewan kontraknya
ular air salju yang berada di tingkat kedua,pangeran pouli yang melihat itu tak tinggal diam ia juga mengeluarkan hewan kontraknya berupa kalajengking listrik yang ukurannya berbeda dengan kalajengking pada umumnya tingkatnya sendiri sama dengan hewan kotrak pangeran dui
"hahahahaha apa dia bodoh mencoba melawan dengan hewan kontrak seperti itu,apa yang sebenarnya pria itu apa dia membandingkan kekuatan hewan kontrak dari ukurannya dasar bodoh" kata anastasya sambil terkekeh
"permaisuri bertindak seolah dia mengetahui semuanya"
"ya kau benar bahkan permaisuri tak memiliki hewan kontrak"
"tak usah pedulikan bukankah permaisuri memang begitu selalu mengatakan sesuatu dengan semaunya"
"benar lagi pula kalian bisa apa bahkan ia dukung langsung oleh kaisar"
bawahan anastasya serasa ingin menghancurkan mulut dari orang orang yang mengatai junjungan mereka,andai saja anastasya tak mencegahnya dari tadi sudah di pastikan jika orang itu sudah hanya tinggal nama tapi mereka sekuat tenaga memendam amarah mereka
kini dalam arena pertandingan itu perkelahian hewan kotrak itu tak dapat di elakkan lagi semua orang menatap was was dan menantikan siapa yang akan menjadi pemenangnya
tapi itu tidak berlaku bagi anastasya karna ia telah memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang ia hanya menyenderkan kepalanya kekursi dengan santai dan
Bommmmmm
suara ledakan itu menghiasi arena pertarungan
kini pangeran dui dengan hewan kontraknya terkapar di lantai arena
saat ular air salju ingin menyemburkan airnya pada kalajengking milik pangeran pouli
kalajengking itu lebih dulu menyerang dengan kekuatan listriknya hingga air yang digunakan untuk menyerangnya mengenai tubuh ular air salju itu dengan pemiliknya sendiri
tentu saja kalian tau hasilnya bukan jika air dengan listrik beradu
***hai hai sayangnya aurhor
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguon cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni