Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
(kaila & kaisar zen) mimpi


usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah


tolong hargain usaha author


salam sayang buat kalian


komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update


kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe


happy reading


isak tangis terdengar begitu nyaring membuat kaisar lee yang telah terlelap seketika membuka matanya perlahan, alangkah terkejutnya ia ketika matanya melihat permaisurimya yang berada di pelukannya tengah terisak. dengan wajah cantiknya telah dibasahi air mata


''hiks hiks putriku''


''keina putri bunda''


''hiks hiks peluk bunda sayang, bunda merindukanmu''


ucap anastasya lirih, dengan air mata yang terus saja mengalir,namun matanya tak kunjung terbuka membuat kaisar lee yakin,jika permaisurinya itu sedang bermimpi buruk.


dengan pelan ia mulai menepuk pipi putih anastasya,berharap jika permaisurinya itu segera sadar dan terbangun dari mimpi buruknya


''sayang bangun hei, sayang'' ucap kaisar lee lembut, serta tepukan ia berikan di pipi mulus milik anastasya


namun tak ada respon apapun, hanya isak tangis anastasya yang semakin pecah membuat kaisar lee dilanda rasa takut dan cemas yang luar biasa.


''sayang ku mohon jangan buat aku takut seperti ini'' panik kaisar lee, ia berusaha menepuk pipi kembali istrinya namun hasilnya tetap sama.


keringan dingin mulai keluar dari tubuhnya, bahkan telapak tangan kaisar lee mulai berkeringat ketika istrinya tak memberi respon apapun.


''weiiiiiiiiiii'' teriak kaisar lee lantang, membuat prajurit yang berjaga di hedapan kamarnya tersentak kaget, dengan tergopoh gopoh mereka menerobos masuk


''apa yang kau lihat bodoh, cepat panggil wei dan yang lain, jika sesuatu yang buruk terjadi pada permaisuriku, ku pastikan kalian habis ditanganku" teriak kaisar lee murka ketika prajurit itu hanya diam


"ba baik ya yang"


"cepat bodoh" teriak kaisar lee kembali membuat prajurit itu segera melakukan perintahnya


kaisar lee membawa anastasya kepelukannya, mengecup kening itu lama, air matanya seketika menetes,dengan rasa takut yang begitu membelenggunya


brak


pintu kamar itu dibuka secara kasar, terlihat wei yang baru saja masuk dengan pakaian putih yang biasa digunakan untuk tidur.


dengan cepat ia melangkah memeriksa keadaan junjungannya itu, ia cukup takut ketika merasa badan permaisuri anastasya itu mulai dingin.


"i i ini"


"aku tidak ingin mendengar kabar buruk" sela kaisar lee cepat ketika melihat wei yang dilanda rasa gugup ketika ingin mengatakan sesuatu


"bundaaaaa" teriak kaila histeris ketika tidak sengaja mendengar kabar bundanya


"yang mulia kaisar, ini aneh, sepertinya permaisuri tersesat dalam mimpi buruk yang berhubungan dengan putri keina, itulah mengapa yang mulia permaisuri menyebut putri keina terus menerus"


"kita harus membangunkan permaisuri,saya khawatir ini akan berdampak sangat buruk,karna tubuh permaisuri mulai dingin" jelas weiii


"apa maksudmu?" bentak kaisar lee


"bisa saja ini berakibat fatal pada nyawa permaisuri yang mulia kaisar" lirih wei membuat tubuh semua orang yang berada disana seketika menegang


"tidak sayang, kau tidak boleh meninggalkan ku, ayo bangun lihat aku, bukankah kau menyukai wajah tampanku, ayo bangun lihat aku" ucap kaisar lee dengan kecupan yang ia berikan pada kedua mata anastasya yang masih menitihkan air mata


"bunda ayo bangun bunda,lihat aku,ayo kita persiapkan pernikahanku bukan kah bunda sangat antusias menyiapkannya kumohon bangun" panik kaila. ketika mendengar penjelasan wei, ia semakin dilanda rasa takut yang begitu besar ketika menyentuh tangan bundanya itu yang terasa sangat dingin


"aa ayah ta tangan bunda sangat dingin" cicit kaila


"sayang bangun, kau ingin membuka toko lagi bukan, ayo bangun aku akan membuatkanmu puluhan toko, tapi kumohon bangun sayang jangan buat aku takut"


kaila mengosok tangannya kemudian menyentuh tangan sang bunda berharap bisa memberikan kehangatan.


tak berselang lama, bay dan ansu datang dengan beberapa bahan dan alat di tangannya untuk mengahangatkan kamar junjungannya ini.


"bibi weii lakukan sesuatu, bukankah keahlianmu begitu di angungkan oleh bundaku, kumohon selamatkan bundaku bibi ku mohon" kaila merosot kemudian bersujud di hadapan wei, ia tidak memikirkan apapun selain keselamatan bundanya


"putri bangun putri, saya mohon jangan seperti ini,kita tidak bisa melakukan cara apapun selain membangunkan yang mulia permaisuri dari mimpinya" jelas wei yang berusaha menarik kaila untuk bangun dari posisinya.


"tidak" teriak kaila membuat wei seketika tersentak kaget


"jangan katakan itu, aku tidak akan bisa hidup tanpa bunda disisiku, aku tidak akan bisa,jika sesuatu yang buruk terjadi pada bundaku aku lebih baik mati" teriak kaila menggila


"kaila" teriak kaisar lee murka, ia begitu tak menyukai perkataan putrinya itu


"ayah aku aku aku tidak tau harus apa, aku benar benar tak sanggup hidup tanpa bunda aku tidak mampu" lirih kaila


saat ingin menimpali ucapan putrinya kaisar lee seketika terkejut ketika merasakan cengkraman di dadanya.


''sa sayang, ayo ayo bangun, ya bangun sayang cubit aku pukul aku asal kau bangun sayang''


''bu bunda'' kaila kemudian segera bangkit dari posisinya kemudian duduk di samping anastasya yang masih dalam kondisi yang sama


''aayah bu bunda seperti sedang kesakitan''


kaisar lee yang tadinya merasa sedikit bahagia, seketika. terbelalak ketika tubuh istrinya telah d banjiri keringat dengan ekspresi anastasya yang terlihat menahan sakit


''sa sa sayang ayo bangun'' kaisar mencium kening permaisurinya dengan detak jantungnya telah berpacuh lebih cepat


''bu bunda bangun''


''akhhhhhh''


''apa ini, kenapa dengan istriku'' panik kaisar lee ketika permaisurinya mengerang kesakitan.


''argghhhhhhhh ahhhhhh'' mata anastasya terbuka lebar,setelah berhasil melewati rasa sakit itu.


namun seketika tangisnya kembali pecah ketika mengingat apa yang baru saja ia lihat.


kaisar lee yang masih terkejut seketika kembali tersadar ketika, merasakan pelukan dari anastasya


''sa sa sayang akhirnya kau sadar, katakan yang mana yang sakit'' cecar kaisar lee


''weii cepat periksa istriku'' perintahnya namun dengan cepat anastasya menggeleng, dan semakin mengeratkan pelukannya pada suami tampannya itu


''sayang ada apa? katakan padaku? apa ada yang sakit jangan buat aku khawatir seperti ini'' cecar kaisar lee


''lee, Putri kita, putri kita telah menikah lee'' ucap anastasya membuat kaisar lee dan kaila seketika mengerutkan keningnya.


''sayang, putri kita belum menikah, tapi akan menikah, tapi jika kau mau pernikahan putri kuta dipercepat aku tidak masalah'' timpal kaisar lee


''iya bunda,aku juga tidak masalah''


''bu bukan kaila tapi keina''


hai hai kesayangannya author


makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author


tetep dukung author yah


like


comment


rate bintang


vote sebanyak banyaknya


biar author makin rajin update buat kalian


sarangheo😘


ig:magfiraramadhni