
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
seorang prajurit kini berdiri dengan badan gemetar,sebuah kaleng di letakkan dikepalanya dan masing masing tangannya memegang sebuah apel.
semua prajurit yang berada di tempat itu tidak bisa untuk tidak tercegang kaget. bagaimana tidak, keina meminta prajurit itu sebagai penyangga objek panahnya.tidak tanggung tanggung jarak keina terbilang sangat jauh,bahkan orang lain menilai gadis itu tidak akan mampu mengenai targetnya hanya saat ini sedang berlagak sombong
tapi kembali lagi, apa keina peduli? tentu saja tidak. keina tidak mempedulikan omong kosong dari orang lain. ia hanya fokus pada apa yang akan ia lakukan.
wajar jika orang lain memandang ngeri, karna ini pertama kali mereka melihat hal seperti itu. namun jika di istana langit ini adalah hal yang biasa.bahkan keina mampu mengenai sasaran yang terbilang cukup rumit di umurnya yang ketujuh tahun. ya, bisa dikatakan jika memanah adalah salah satu hobbynya.
di sisi lain,kaila menatap jengah pada wanita yang berada di depannya
''beri aku jalan'' sahut kaila jengkel moodnya benar benar buruk saat ini
''kalau tidak kenapa, memangnya siapa kau berani memerintah diriku''
''ahh ya kau kan gadis kecil yang berharap menjadi permaisuri di istana ini'' lanjut wanita itu sambil terkekeh
'' kalau ia memangnya kenapa,lagi pula apa itu masalah untukmu,kenapa kau repot repot mengurusi urusanku'' kaila berkata dengan santai
''kau'' sasa di buat geram dengan gadis kecil yang begitu berani padanya
''aku? kenapa dengan diriku?'' tanya kaila dengan tampang sok polosnya
''ohh tidak jangan jangan kau'' kaila pura pura terkejut
''kau menyukai paman zenku'' lanjutnya.
sasa tergagap,saat perasaannya diketahui oleh bocah ingusan di depannya itu
''kalau iya memangnnya kenapa,aku adalah calon permaisuri disini, dan kau lebih baik tidak usah berharap besar,ingat kau tak pantas bersaing denganku'' sasa berkata dengan sombong
kaila yang mendengar itu tertawa terbahak bahak, ia bahkan kesulitan karna tak bisa menghentikan tawanya
''uh uh uh,apa yang kau katakan bibi'' ucap kaila setelah berhasil mengendalikan tawanya
sasa yang mendengar jika kaila memanggilnya bibi seketika mengeram marah, ia tak setua itu sehingga harus di panggil bibi. dadanya bergemuruh hebat bahkan saat ini tangannya terkepal kuat
''aku tidak pantas bersaing denganmu?'' kaila mengulang ucapan sasa
''hahaha ku rasa bibi salah,kalimat yang tepat adalah bibi yang tidak pantas bersaing denganku'' ejek kaila
''coba kita perhatikan baik baik'' kaila mengelus dagunya seperti tengah berfikir, ia kemudian berjalan pelan mengelilingi sasa sambil memperhatikannya dari atas sampai bawah. kaila tau jika wanita itu tengah marah,tapi ia tak peduli itu
sasa nama wanita itu,wanita yang selama ini memendam perasaannya pada kaisar zen. namun ia tak berani mengungkapkannya.hingga ia hanya bisa memandangnya penuh kagum dari kejauhan.dan saat tadi ia tak sengaja melihat gadis kecil itu duduk bersama kaisar zen dengan mesra tentu saja ia tak bisa menerima itu.
''meskipun umurku jauh dari umur bibi,tapi lihat badanku sangat ideal sedangkan badan bibi' kaila menggelengkan kepalanya
''soal kaya? ku rasa tidak ada yang tidak tau bunda dan ayahku, bahkan di berbagai kekaisaranpun namanya tetap di kenal''
''yu ziu anastasya dan lee wangsu ku rasa bibi pun tau nama itu,bahkan uang bulanan bibi belum cukup untuk uang saku sehari''
''lalu dari segi mana aku tak pantas bersaing denganmu,bibi jangan membuat lelucon yang tidak masuk akal'' ejek kaila, mulutnya yang begitu tajam tentu saja diwarisi dari bundanya siapa lagi kalau bukan anastasya
''kau benar benar tak tau sopan santun, baik di sekolah ataupun di tempat lain,mulutmu seperti tak di ajari oleh orang tua mu''
jlebbb
''akhhhh'' ringis sasa memegang lengannya yang tertancap sebuah anak panah yang sangat tajam
''jaga mulutmu dengan baik, atau tak hanya akan membuatmu hancur,tapi seluruh keluarga mu akan hilang meninggalkan namanya saja'' suara dingin dan datar membuat siapapun yang mendengarnya merasa bulu mereka terasa meremang
''kau seorang guru,tapi perilakumu bahkan seperti wanita yang tak memiliki pendidikan'' lanjut keina.
setelah membuat orang lain yang melihat aksi panahnya terkagum kagum, ia kemudian menyusul sang adik. saat merasa hari telah sore masih ada banyak pekerjaan yang harus ia lakukan lebih penting di istana langit
kaila yang mendengar perkataan sang kakak akhirnya mengerti kenapa wajah wanita itu terasa tidak asing, karna ternyata wanita itu seorang guru di akademi mereka,namun wanita itu mengajar di bidang beladiri sedangkan kaila sendiri memasuki kelas yang menyangkut obat dan racun
''kau kenal aku bukan,maka ku rasa kau juga tau jika aku tak main main dengan apa yang aku katakan'' ucap keina kemudian pergi dari sana yang ikuti kaila yang berlari setelah memandang sasa dengan tatapan mengejek
sasa hanya diam menatap dua kembar itu yang telah menjauh,ia ingin saja mengamuk dan membalaskan dendamnnya namun ia masih waras dan masih sayang dengan nyawanya sendiri. maka saat ini ia hanya memilih diam
ia tadi hanya berusaha menggeretak kaila berharap gadis kecil itu berkecil hati kemudian berhenti menempel pada kaisar zen,namun siapa sangka gadis centil itu ternyata bisa melawan perkataannya bahkan dengan perkataan yang sangat pedas dan menusuk, meski yang dikatakn gadis itu adalah sebuah kebenaran
srekk
''akhhh''
''sial rasanya sakit sekali'' ringis sasa ketika mencabut anak panah yang menancap di lengannya
hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni