
"tidak tidak tidak boleh seperti ini aku harus mempersiapkan semuanya agar aku segera bebas dari istana ini aturan apa apaan itu hormat pada kaisar ihh najis tidak aku tak akan mau dan apa tadi ayahku berlutut? pada kaisar berengsek itu tidak tidak akan ku biarkan setelah ini" marahnya sambil mondal mandir di kamarnya
sedangkan di sisi lain jendral jinhu di tahan ketika ia hendak memasuki kediaman putrinya,ia cukup terkejut ketika melihat kediaman putrinya di jaga dengan begitu ketat.
"biarkan aku masuk aku ingin menemui putriku" kata jendral jinhu ia lelah mengulang kalimat itu sedari tadi tapi prajurit yang berjaga tidak membiarkannya masuk
"maaf saya tak mengenal anda hamba tak ingin membuat kesalahan dan mengganggu ketenangan permaisuri" sahut prajurit itu,ia tak mengenal jendral jinhu karna ia mengikuti anastasya saat jendral jinhu di perbatasan jadi wajar jika ia tak mengenalinya
"tapi dia putriku astaga bagaimana lagi aku harus menjelaskannya" teriaknya frustasi ia mengkhawatirkan putri kesayangannya namun tak di biarkan masuk
"ada apa ini kenapa sangat berisik kau tau mood permaisuri sedang buruk" kata luo yang muncul dari belakang karna mendengar suara orang yang berdebat
"salam jendral jinhu" hormat luo setelah menyadari keadaan jendral jinhu
"luo dimana putriku aku ingin masuk namun di cegah oleh prajurit ini" sahut jendral jinhu
"ma maaf jendral hamba benar benar tak tau jika anda adalah ayah dari permaisuri" kata prajurit itu takut,nyawanya bisa melayang jika junjungannya itu tau jika ia tak menghargai ayah dari permaisuri
"tak apa kau tak mengenalku,luo sekarang antar aku menemui anastasya" kata jendral jinhu cepat
"baik jendral mari"
jendral jinhu berjalan mengikuti luo
"kenapa kediaman Putri ku di jaga begitu ketat dan apa yang terjadi selama aku tidak ada kenapa putriku begitu berbeda"
tanya jendral jinhu
"anda bisa tanyakan pada permaisuri sendiri jendral,dan untuk sikap permaisuri permaisuri mengalami lupa ingatan akibat benturan di kepalanya ketika di hukum di istana dingin" jelas luo
"apaaaaa" teriaknya kaget kemudian ia mempercepat langkahnya untuk sampai ke tempat anastasya ia benar benar khawatir sekarang.
anastasya yang sedang duduk berpikir cara untuk mempromosikan toko barunya terlonjak kaget ketika pintu kamarnya di buka secara kasar
Brakkkkk
anastasya menatap dingin kepada dua orang yang baru saja memasuki kamarnya,namun jendral jinhu tak peduli ia kemudian berjalan mendekati anastasya
"nak apa yang terluka dimana yang sakit hemm apa yang terjadi apa kau sudah diperiksa oleh tabib" cecar jendral jinhu dengan raut wajah khawatir
"ayah tenanglah aku sudah tak apa apa" kata anastasya menenangkan ayahnya yang terlihat khawatir
"maafkan ayah nak maafkan ayah maafkan ayah karna tak bisa melindungimu maafkan ayah karna tak bisa membuatmu bahagia" lirih jendral jinhu
"hei ayah lihat aku aku tak apa apa jangan bersedih lagi aku tak suka itu" kata anastasya lembut
"sekarang jelaskan kepada ayah apa yang terjadi selama ayah pergi?" tanya jendral jinhu
"banyak ayah aku di hukum di istana dingin tanpa diberi uang bulanan aku terkadang tidak makan berhari hari jika makanpun hanya sedikit aku makan sebuah roti lalu ku bagi dengan luo,aku di hukum bukan kesalahan ku mereka menghukum tanpa mencari tau kebenarannya,bahkan di belakang ayah para pelayan pun tak segan untuk menindas ku dan ayah pasti bertanya kenapa kediamanku di jaga begitu ketat itu karna ular itu maksudku selir lingfei berkali kali berusaha membunuhku dari menaruh racun di makanan ku sampai mengirim pembunuh bayaran untuk membunuhku" jelasnya santai seakan tak ada ketakutan yang dia rasakan
tapi emang iya sih kan anastasya ngak takut hehehe
"beraninya mereka apa mereka sudah tak menghargai jendral ini" murka jendral jinhu dengan mata memerah ia benar benar tak menyangka jika putrinya begitu menderita selama kepergiannya.
Brakkkkk
pintu kembali di buka dengan kasar
yu zuo yang tak lain adalah kakek dari anastasya masuk dengan mata yang memerah dan tangan terkepal
"beraninya mereka memperlakukan cucuku seperti itu apa mereka sudah tak menghargai orang tua ini,bahkan jika aku menyerang istana ini dengan pasukanku akan ku pastikan kemenangan ada di tanganku beraninya mereka berlaku seperti itu pada cucu kesanyanganku" murka yu zuo
"ahhh kakek aku merindukanmu" sahut anastasya senang ia kemudian bergelayut manja di lengan kakeknya tanpa mempedulikan jika kakeknya saat ini dalam kondisi yang marah
"kakek dan ayah tenang saja aku bisa mengatasinya,dan aku ingin mengatakan sesuatu yang penting aku ingin bercerai dengan kaisar sialan itu"
sedangkan jendral jinhu dan yu zuo yang mendengarnya tercegang kaget
"kau yakin nak" tanya jendral jinhu
karna menurutnya anastasya begitu mencintai kaisar ziu bahkan jika ia bertanya ia akan menyembunyikan kepedihannya dan berkata kaisar ziu menyayanginya,agar ia tidak di minta untuk meninggalkan kaisar ziu
"apa maksudmu bertanya seperti itu pada cucuku itu bagus jika ia bersedia bercerai aku tak mau cucu kesayanganku menderita" sahut yu zuo sinis ia tak suka dengan apa yang di katakan oleh putranya
" bukan begitu maksudku ayah,bagus jika anastasya bercerai dengan kaisar ziu,tapi aku bertanya seperti itu karna seingat ku anastasya dulu begitu mencintai kaisar ziu" jelas jendral jinhu
sedangkan anastasya cukup terkejut ketika permintaannya itu dipenuhi oleh ayah dan kakeknya,karna sebelumnya ia berfikir akan sulit untuk membujuk mereka.
"anastasya harus berpisah aku tak mau cucuku menderita lagi,jika kaisar tak memenuhi itu maka aku akan melakukan perang melawan istana bulan" kekeh yu zuo
"tak perlu seperti itu kakek,aku memiliki cara tersendiri agar bisa lepas dari kaisar sialan itu" katanya
"kau yakin nak?" tanya jendral jinhu kembali ia tak mau jika anaknya menyesalinya suatu saat nanti mengingat anastasya begitu mengintai kaisar ziu
"kau ini kenapa ha dari tadi kau bertanya seperti itu cucuku harus yakin untuk bercerai dengan ziu itu jika dia tidak yakin aku tak peduli aku akan membawa cucuku agar menjauh dari kaisat itu" kata yu zuo dengan nada tak suka
"apa ayah keberatan dengan keputusan ku?" tanya anastasya
"tidak nak,tidak sama sekali ayah sudah lama ingin membicarakan ini karna ayah tau kau tidak bahagia dan senyum yang selalu kau tampilkan itu palsu,namun ayah tak mengatakan itu karna ayah tau kau begitu mencintaii kaisar dan tak ingin meninggalkannya" kata jendral jinhu sendu
"kau tau jika cucu ku tak bahagia tapi kau membiarkannya ayah macam apa kau ini kau tega melihat anakmu menderita sedangkan aku ini hanya kakeknya tapi jangankan untuk melihatnya menderita melihat air matanya pun aku tak suka,kau ini kenapa ha kenapa bodoh sekali seingatku aku tak memiliki anak yang bodoh" kata yu zuo pedas
"ayah maafkan aku aku gagal menjadi ayah yang baik untuk putriku anastasya maafkan ayah nak maafkan ayah ibumu pasti kecewa dengan ayah" kata jendral jinhu lirih apa yang dikatakan ayahnya begitu menusuk hatinya ia benar benar merasa tak pantas menjadi seorang ayah
"ya kau benar menantu kesayanganku pasti kecewa padamu" sarkas yu zuo
"kakek sudahlah jangan bicara seperti itu pada ayah,ayah dulu mungkin aku begitu bodoh karna mencintai kaisar sialan itu tapi sekarang aku sudah sadar,dan semuanya telah berlalu sekarang mari kita lupakan semua itu" kata anastasya sambil tersenyum
"kita sudahi pembicaraan ini,sekarang ada baiknya kita makan"
"luo" teriak anastasya
"ya permaisuri" sahut luo ketika masuk kekamar anastasya
"siapkan makanan yang lezat untuk ayah dan kakekku cepat kakekku sudah lapar" perintah anastasya
"baik permaisuri" kata luo dan berlalu pergi menyiapkan apa yang di minta anastasya
"eyyyy kau ini kakekmu ini tidak lapar kau tau" kata yu zuo
namun setelah mengatakan itu perut yu zuo berbunyi jendral jinhu dan anastasya terbahak bahak
"ayah kau ini perutmu lebih jujur dari mulutmu hahaha"
"kau benar ayah kakek kakek ini sangat lucu" timpal anastasya sambil terkekeh
"kau ini" sahut yu zuo sambil tersenyum ia bahagia melihat tawa cucu kesayangannya
***hai hai
dukung author terus yah
vote
vote
vote
vote sebanyak banyaknya
like
comment
rate
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘***
ig:magfiraramadhni