
disalah satu ruangan di istana langit, terlihat pasangan yang selalu saja romantis itu tengah duduk di sebuah kursi panjang.
mereka tampak serius mendengarkan seseorang yang dihadapan mereka yang sedang menyampaikan informasi
namun tak berselang lama, anastasya nampak tertawa terbahak bahak
'' hahahaha''
''ohh sayang, perutku sakit hahahahah''
ucap anastasya yang merasa sulit mengehentikan tawanya.
sedangkan kaisar lee hanya tersenyum tipis.
''siapa wanita itu?''
tanya kaisar lee pada prajurit di hadapannya
''dia adalah putri dari tuan heim,pemilik dari akademi. yang mulia kaisar''
kaisar lee hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
namun sangat berbeda dengan anastasya yang sejak tadi terlihat begitu antusias.
''apa wanita itu berfikir bisa menindas putriku?''
tanya anastasya di sela tawanya.
ia kemudian memperbaiki posisinya, dan duduk kembali di samping kaisar lee.
''mungkin,dirinya berfikir kaila tak tau soal apapun dalam bela diri. dan berfikir jika kaila berbeda dengan kakaknya yang begitu ahli''
ucap kaisar lee, yang kini tangannya bergerak mengelus surai panjang milik anastasya
''haha kau benar sayang, tapi apa mereka tau bagaimana kejamnya orang malas ketika bertarung?''
''mereka akan melakukan sesuatu dengan teliti dan cepat, bergerak agresif agar apa yang dia lakukan itu cepat selesai''
''kau seperti menjelaskan tentang dirimu saja''
kaisar lee terkekeh
''tentu saja, kaila adalah duplikat ku''
jawab anastasya tanpa ragu
karna memang pada dasarnya, kaila memang lebih banyak mewarisi sikap maupun paras dirinya.
kaila terkenal dengan sosoknya yang malas.namun jangan salah, ketika kaila melakukan sesuatu, ia akan melakukan itu dengan cepat, memikirkan bagaimana agar musuh di depannya segera tumbang tanpa perlu membuang buang banyak waktunya.
kaila tentu saja tidak ingin membuang banyak waktunya untuk bertarung, ia lebih tertarik pada obat dengan segala racikan beserta kecantikannya.
dan apa yang membuat anastasya tertawa adalah, ia cukup terkejut jika mendengar laporan jika putrinya di ganggu oleh salah satu guru dari academi di mana tempat putrinya belajar.
ia tidak marah, hanya saja merasa lucu. anastasya tentu tau kemampuan putrinya yang tidak bisa di anggap remeh. bahkan kaila memiliki kemampuan yang mampu memberi racun hanya dalam tepukannya saja. namun kemampuannya itu disembunyikan oleh mereka semua.
''betapa malangnya nasib wanita itu''
ucap anastasya
''tidak hanya mendapatkan hadiah dari putri kita, dia juga akan mendapatkan kemarahan dari ayahnya''
lanjut anastasya dengan terkekeh.
ditempat yang berbeda.
di ruangan terbuka, yang tampak seperti lapangan dengan rumput hijau tersebar di sekitarnya.
tepuk tangan terdengar begitu bergemuruh, pandangan semua orang tertuju pada dua sosok wanita yang saat ini berada di hadapan mereka semua.
kenzi, pria dingin dan datar itu terlihat duduk dipaling depan, menatap sang adik dengan datar di atas sana yang terlihat begitu santai memainkan kipas di tangannya.
dan di samping kenzi, seorang pria yang mungkin sedikit lebih tua dirinya.lima tahun umur mereka cukup terpaut jauh.
pria itu turut menatap di hadapannya dengan intens, menatap sasa yang terlihat memandang kaila dengan penuh kemarahan. bahkan semua orang bisa melihat dengan jelas bagaimana besar kebencian sasa terhadap gadis di hadapannya.
tatapan pria itu kini beralih pada sosok kaila yang terlihat begitu acuh. senyum tipis terukir di bibir seksi pria itu.
'' jangan berfikir untuk menjadikan adikku sebagai korbanmu selanjutnya''
''karna tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi padamu selanjutnya''
pria itu cukup terkejut mendengar kalimat itu, kemudian ia menolehkan pandangannya pada sosok pria tampan di disampingnya
''aku hanya tertarik pada kecantikannya''
ucap ziwei, pria yang sejak tadi menatap kaila
''hanya orang buta yang tidak tertarik pada kecantikan adikku''
ziwei hanya tersenyum tipis , tidak terkejut bagaimana pedasnya pria tampan itu dalam berucap. karna itu sudah hal lumrah ketika kenzi membuka mulutnya. ia memilih diam tanpa menanggapi ucapan kenzi.
kembali di atas rana pertandingan.
sasa, wanita itu memandang kaila dengan penuh kebencian dan juga rasa iri yang begitu besar.
sasa benci wajah itu, wajah yang membuat pria pria disekitarnya terpesona. terutama pada pria yang menjadi incarannya, kaisar zen.
menurut sasa, kaila terlalu istimewa. dari paras, posisi, kekayaan, keluarga, kekasih yang bisa dikatakan orang lain sebagai kehidupan yang begitu sempurna.
sejak awal, sasa benci ketika pertama kali kaila masuk dalam akademi itu. karna sebelum kaila masuk ke dalam akademi, kecantikannya merupakan kecantikan nomor satu. namun itu berakhir setelah kaila dan keina masuk ke akademi.
dua putri dari kekaisaran utara itu benar benar bagai sebuah pahatan sempurna yang mampu membuat orang lain berdecak kagum.
kedua kembar dengan paras yang berbeda, dengan keistiwemewaan yang berbeda pula. kecantikan mereka tak bisa dibandingkan karna mempunyai ciri khasnya masing masing, terutama keina yang lebih terkesan misterius.
''ada apa, apa bibi iri dengan kecantikanku?''
sahut kaila disertai senyum manisnya.
perkataannya itu berhasil membuat sasa kembali meradang.
''sialan kau''
teriak sasa dengan penuh kemarahan.
bukannya takut, kaila terkekeh dibuatnya
''tidak usah iri bibi, kau bisa ikut perawatan di tempat ku bersama pelayan pelayan ku yang lain, bagaimana? aku baik hati bukan?''
bibi? ikut perawatan? bersama pelayan?
apa gadis itu berfikir dirinya wanita rendahan.
''tutup mulutmu sialan''
teriak sasa
sringggg
tak tak tak
sasa menarik sebuah pedang miliknya, kemudian berlari dengan cepat menyerang kaila yang berdiri tak jauh dihadapannya.
meski sasa menyerang sebelum adanya aba aba, tak ada yang berusaha protes. bahkan kenzi terlihat diam saja. seolah itu bukanlah hal yang dapat membuatnya bergeming. mata tajamnya hanya tertuju pada kaila di atas yang terlihat seperti bermain main dengan sasa.
''ternyata tak hanya parasmu yang kurang menguntungkan, kecepatanmu juga kurang bibi, apa itu pengaruh dari umurmu''
ejek kaila
''diam kau sialan''
sringggg
wussshhhhhh
semua orang memandang tak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang guru dengan menggunakan senjata sedangkan murid menggunakan tangan kosong, hanya mengandalkan selendang yang digunakan.
''ku kira dia tidak pandai bertarung, ternyata kemampuannya sangat luar biasa''
''ya kau benar, aku fikir jika putri kaila tidak tau akan apapun tentang bela diri, hingga mengambil kelas alkemis''
''sekarang, dia benar benar membuktikan jika keturanan dari permainsuri anastasya dan kaisar lee benar benar sebuah sesuatu yang begitu istimewa''
''kau benar, tak heran jika banyak para pangeran pangeran yang ingin mempersuntingnya, terutama kaisar zen''
bisik bisik terdengar begitu nyaring masuk kedalam pendengaran sasa, membuat dirinya semakin panas.
''tidak, kaisar zen hanya milikku''
teriaknya tidak sadar, yang berhasil membuat semua orang terkejut dengan apa yang baru saja dia katakan.
''mati kau''
mata kaila menyipit, ia mulai merasa bosan karna terlalu lama bermain. seharusnya saat ini dirinya tengah berkutat dengan ramuan ramuan miliknya.
namun karna wanita dihadapannya ini, semuanya terkendala.
''mari kita selesaikan diwaktu yang singkat''
ucap kaila
wussshhhhh
buggg
Brakkkkk