Putri Berharga Dari Masa Depan

Putri Berharga Dari Masa Depan
pertengkaran


kenzi menatap datar bundanya yang menurutnya berperilaku aneh.


''kenapa memandang bunda seperti itu?''


tanya anastasya sembari terus saja menarik lengan putranya yang tak kunjung bergerak dari posisinya.


''ayolah kenzi, kau ini kenapa?''


''bunda yang kenapa?''


tanya kenzi kembali dengan heran


''kita kedatangan tamu,tak baik jika kita membuatnya menunggu terlalu lama bukan?''


kenzi hanya diam, memasrahkan tubuhnya di bawah oleh anastasya.


diruangan keluarga di istana langit.


nampak anchi terlihat begitu antusias mendengar cerita dari kaisar lee yang menceritakan bagaimana perjuangan dirinya untuk mendapatkan anastasya.


''kurasa bibi begitu beruntung mendapatkan suami seperti paman''


anchi mengutarakan apa yang ada di fikirannya


''kau salah''


jelas saja anchi mengerutkan keningnya


''salah?''


kaisal lee mengangguk, ia kemudian meneguk teh yang ada di hadapannya.


''paman yang beruntung memilikinya, kau tau anchi''


''aku memiliki begitu banyak saingan untuk mendapatkan bibimu, tak heran bukankah dia terlihat begitu sempurna?''


kaisar lee tersenyum mengatakannya, jelas matanya memancarkan kebahagiaan yang terlihat begitu jelas ketika dirinya mengingat bagaimana kejadian dimasalalu bersama permaisurinya.


''ya, bibi sangat sangat sempurna''


timpal anchi. ia tentu saja setuju lagi pula siapa yang tidak mengenal permaisuri anastasya?


sepak terjang wanita itu begitu memukau banyak orang, bahkan wanita itu di eluk elukkan sejak dulu.


''dan kau tau, calon suami temanmu itu, pernah menjadi sainganku''


kaisar lee terkekeh mengatakannya, sedangkan anchi dibuat terkejut mendengar hal itu.


''ohh benarkah?''


kaila yang sejak tadi diam mendengar pembicaraan kedua orang itu seketika menganggukkan kepalanya.


''ya itu benar''


''lalu kenapa?''


kaila tentu saja paham apa yang ingin ditanyakan oleh anchi


''ya karna dia tampan, dan kaya''


jawabnya begitu sederhana membuat anchi tersedak air luarnya


''heii anchi kuberitahu ya''


kaila segera memperbaiki posisinya, kemudian segera melanjutkan perkataannya.


''melihat diriku yang cantik ini, tak mungkin aku ingin memiliki suami yang jelek''


''kalau kaya itu hanya sebuah keberuntungan bagiku, karna bagiku tampan yang terpenting''


anchi semakin di buat kehilangan kata kata dengan apa yang dikatakan oleh kaila


''aku hanya perlu tampan, untuk melahirkan bayi bayi yang cantik dan tampan''


''kalau kaya, bukankah aku sendiri sudah kaya? jadi aku tak perlu itu''


anchi mengaggukkan kepalanya


''lihat ayah dan bundaku, ayahku sangat tampan, bundaku sangatlah cantik, dan lihat bagaimana bibitnya bukankah kami begitu sempurna''


mata kaila berbinar menceritakan hal itu. dengan otaknya yang berkelana membayangkan dimana dirinya suatu saat nanti akan memiliki bayi yang tampan, lucu, dan cantik.


ohh godd,


membayangkan hal itu membuat dirinya berbunga bunga.


''lalu bagaimana jika ada orang lain yang lebih tampan dari kaisar zen?''


suara itu mengejutkan kaisar lee dan kedua gadis itu. mata mereka tertuju pada kenzi dan anatasya yang berjalan masuk kedalam ruangan tersebut.


''tentu saja aku tetap memilih kaisar zen, memangnya ada yang lebih tampan dari calon suamiku itu?''


''kurasa jika memang ada, itu hanya ayah yang bisa menandinginya''


jawab kaila enteng, menatap kenzi sembari menaik turubkan alisnya


tak ada tanggapan dari pria tampan itu, ia hanya berjalan sembari duduk di kursi miliknya. dengan sekali melirik kearah anchi seolah mengerti jika ini yang dimaksud oleh bundanya.


''anchi bagaimana menurutmu, apakah kenzi tampan''


tanya anastasya dengan penasaran, ia tentu tau jika putranya tampan, tapi dirinya ingin tau bagaimana pandangan dari anchi.


jawab anchi tanpa ragu, menurutnya semua orang akan menjawab seperti itu. bahkan soal rupa. anchi tak tau dimana letak kesalahan diwajah kenzi. seolah wajah itu merupakan pahatan sempurna dari sang dewa.


kenzi hanya diam, tanpa mengambil pusing apa yang di bahas oleh wanita wanita dihadapannya.


''kenzi bagaimana menurutmu soal anchi, apa dia cantik?''


tanya anastasya


tak hanya anastasya yang antusias menunggu jawaban dari putranya, kaila dan anchipun nampak menunggu.


tak dipungkiri, anchi suka wajah tampan milik kenzi,menurutnya meskipun dirinya kerap didekati pria pria tampan. namun baginya kenzi memiliki ketampanan yang berbeda, mampu menarik pandangan sesorang agar hanya tertuju padanya.


''biasa saja''


cukup lama ketiga wanita itu terdiam dengan jawaban kenzi.


''benarkah? kalau begitu bibi aku tarik ucapanku, dia sangat sangat jelek''


sinis anchi.


''ckck seperti kau cantik saja''


''heii aku ini memang cantik, semua pria di luar sana mengatakan itu''


amuk anchi tak terima dengan ucapan kenzi


''benarkah? haha kurasa pria pria itu buta''


sinis kenzi yang kemudian meneguk teh miliknya.


''bukan pria lain, tapi kau yang buta''


elak anchi


kaila yang mendengar pertengkaran itu seketika tertawa terbahak bahak. ia tak pernah mendengar kakaknya banyak bicara selama ini. dan ini pertama kalinya.


''wahahahaha, kalian berdua benar benar pasangan yang sangat sangat serasi''


ucap kaila setelah menyelesaikan tawanya.


''diam''


teriak kenzi dan anchi bersamaan.


kaila yang diteriaki seperti itu hanya mengangkat bahunya tak peduli.


''eyyyy kenapa jadi bertengkar begini''


lerai anastasya.


meskipun dirinya cukup terhibur dengan apa yang terjadi dihadapannya. namun ini akan menjadi sulit untuk menyatukan kedua orang itu.


''bagaimana kalau sekarang kita makan saja''


''kau sudah menyiapkannya kan wei?''


wei yang berdiri tak jauh dari posisi anastasya segera menjawab


''iya permaisuri, semuanya sudah siap''


''ayo''


anchi menatap sinis ke arah kenzi kemudian mendekat kearah kaila, sebelum keluar dari ruangan itu, anchi memeletkan lidahnya.


melihat tingkah anchi membuat kenzi geram, selama ini tak ada yang berani bersikap seperti itu padanya. karna setelah posisi kedua orang tuanya. dirinya juga termasuk salah satu orang yang begitu di takuti di kekaisaran utara.


''jangan berfikir yang tidak tidak, karna kau akan berurusan dengan bunda''


ucap anastasya yang seolah tau apa yang tengah dipikirkan anaknya itu.


kenzi tak menyahut, ia memilih jalan mendahului kedua pasangan yang selalu saja tampak romantis meski usia mereka tak muda lagi.


Diruangan yang berbeda. tempat dimana sasa ditangani oleh beberapa tabib terkenal di akademi tuan heim.


para pelayan miliknya nampak kesusahan menahan gerakan sasa yang selalu saja ingin menggaruk tubuhnya.


''lepaskan aku sialan''


''apa kau tidak tau siapa aku''


sasa berteriak tidak terima ketika pelayan miliknya memperlakukan dirinya seperti itu.


sebenarnya ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan tubuhnya. karna ketika dirinya bangun tubuhnya seolah diserang rasa gatal yang tak mampu ia jelaskan. sangat sangat gatal. hingga dirinya merasa ingin terus menggaruk tubuhnya.


''lepaskan aku bodoh''


teriak sasa kembali


plakkk


namun sebuah tamparan yang mengenai pipinya terasa begitu mengejutkannya.


dan yang begitu mengejutkan adalah, ayahnya adalah pelakunya.


''ayah? ayah kau menamparku?''


tanya sasa dengan matanya yang terasa memanas, ia memandang tuan heim dengan tatapan tidak percaya