
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
kabar tentang pernikahan putri sang penguasa yang tak lain adalah lee kaila hanziu begitu cepat menyebar, dan juga sempat mengemparkan di berbagai kekaisaran, apa lagi mendengar jika pernikahan ini akan dilakukan secara besar besaran,bahkan lebih besar dari acara acara sebelumnya.
setelah ditunda selama dua bulan lamanya, dan kini akan diadakan secara mendadak seminggu lagi.tentu membuat mereka cukup terkejut,namun itu hanya sebentar, kala antusias mereka yang besar menanti acara pernikahan putri lee kaila hanziu bersama kaisar zen itu. meski mereka juga merasa sedih atas kehilangan si bunga jenius dari seluruh kekaisaran,lee keina hanziu.
jadilah saat ini mereka semua tengah sibuk menyiapkan hadiah untuk putri kaila. mereka mengerjakannya begitu antusias, jika berbagai Putri lain yang kadang tidak menerima hadiah dari rakyat yang tidak seberapa, maka itu tidak berlaku bagi putri istana langit, mereka dengan senang hati menerima hadiah hadiah dari rakyat.
dan disinilah, calon mempelai itu terlihat tengah berdebat
''sayang jangan yang ini yah, nanti aku akan minta anastasya untuk membuatkanmu gaun yang lain'' bujuk kaisar zen untuk kesekian kalinya
''tidak,aku mau yang ini,tidakkah kau lihat ini sangat indah, uuuuuu aku jadi tidak sabar memakainya'' kekeh kaila dengan pilihannya itu
''sayang jangan ini yah kumohon,tidak kah kau lihat ini,ini,ini,ini begitu terbuka'' tunjuk kaisar zen pada gaun yang akan dipakai calon permaisurinya itu,tentu saja ia tidak rela bagian tubuh istrinya dilihat oleh pria lain
''ya sudah, aku tidak usah pakai gaun, aku pakai kain tipis saja'' kesal kaila
kaisar zen membulatkan matanya ketika mendengar perkataan calon permaisurinya itu
''sayang mana bisa seperti itu''
''lalu aku harus bagaimana, aku meminta gaun ini pada kakak kei dulu, dan aku sangat ingin memakainya aku ingin memamerkannya pada wanita lain, dan aku yakin kak kei akan bangga karna aku'' perkataan kaila terhenti, raut wajah yang tadinya antusias kini berubah sendu ketika secara tak sadar mengingat sang kakak, dan tentu saja kaisar zen menyadari itu. ia dengan cepat membawa kaila kedalam pelukannya
''kau ingin pakai gaun itu?'' tanya kaisar zen lembut
''hmm'' kaila mengangguk di dalam pelukan calon suaminya itu.
''baiklah kalau begitu kau boleh memakainya tapi hanya sebentar'' kaisar zen lebih baik mengalah, ia tidak mau kaila kembali bersedih
''sebentar? "
''hmm''
''aku tidak mengerti'' ucap kaila yag saat ini menatap kaisar zen
''kau bisa memakai itu sebentar saja,setelah memamerkannya aku akan menutup gaunmu itu pakai jubahku, sayang aku tidak ingin pria lain melihat tubuhmu,aku harap kau mengerti yah'' jelas kaisar zen, tangannya menangkup wajah mungil itu
''baiklah, itu bukan ide yang buruk,terima kasih''
cup
seketika kaisar zen mematung saat kaila dengan berani mengecup bibirnya
''heii kau mulai nakal'' kaisar zen memeluk pinggang ramping kaila
''itu bukan nakal, tapi hanya icip icip'' kaisar zen seketika tergelak mendengar perkataan calon permaisurinya
''kau tau, kau selalu saja memancingku sayang''
''benarkah? ku kira punyamu tidak bisa bangun, karna aku sering kali menggodamu tapi kau tidak pernah menghiraukanku'' jelas kaila dengan tampan polosnya
''sayang kau tidak tau bagaimana siksanya aku menahan itu hmm'' ucap kaisar zen gemas dengan tingkah calon permaisurinya ini
''dan kau tidak tau bagaimana siksanya aku ketika mengujimu, aku bahkan sudah pasrah jika nanti punyamu tidak bisa berdiri''
''eitsss kau'' kaila seketika terkejut saat kaisar zen semakin mendekatkan tubuhnya, pipinya seketika merona ketika merasa sesuatu yang keras mengenai perutnya
''heii apa yang kau lakukan lepas'' ucap kaila yang berusaha melepaskan dirinya, pipinya sudah sangat panas ia yakin pasti saat ini wajahnya telah memerah bagai kepiting rebus
''bukankah kau ingin mengetahuinya hemm, sekarang kau merasakannya'' ucap kasiar zen yang seakan tak ingin melepaskan belitan tangannya, ia begitu suka jika gadis nakal ini malu, rona di pipinya itu terlihat sangat mengemaskan
''ya aku ingin mengetahuinya tadi, tapi tidak sekarang,jika kau tidak ingin melepaskanku aku akan memegangnya''
''apa kau berani?'' tanya kaisar zen dengan tampang meremehkan
''tentu, kenapa tidak'' tangan kaila mulai meraba perut kaisar zen yang masih terbungkus jubahnya,perlahan lahan gerakan itu mulai turun, dan saat hendak menyentuh bagaian terlarang itu, kaisar zen segera melepaskan pelukannya
''sayang jangan menantangku karna kau akan kalah'' ejek kaila yang memeletkan bibirnya kemudian pergi dari sana.meninggalkan kaisar zen berdiam mematung melihat bagaimana tingkah calon permaisurinya yang nakal itu
''ckck dia benar benar pandai memancingku'' gerutu kaisar zen ketika merasa senjatanya telah berdiri tegak didalam sana.
sedangkan disisi lain terlihat seorang wanita yang tengah berdiri dengan tatapannya tertuju pada jendela yang langsung menghadap kedanau buatan yang terlihat begitu indah dipandang mata.
''sayang, bagaimana kabarmu disana? apakah kau bahagia? kuharap kau tidak mengalami kesulitan sedikitpun'' lirih anastasya, ia takut jika putrinya akan mengalami hal sulit sebagaimana dulu ia terdampar didunia ini
tes
''maafkan bunda, maafkan bunda,ini semua salah bunda''
''sayang,adikmu yang nakal itu tidak lama lagi akan menikah,bagaimana denganmu? apa kau telah menemukan pasanganmu? ''
''tuhan, aku mohon lindungi putriku, lindungi dia yang saat ini jauh dariku, beri dia kebahagiaan tuhan'' lirih anastasya,wajah cantiknya itu telah basah akan air matanya
greppp
''sayang,aku yakin putri kita bahagia disana,aku yakin itu. dia gadis yang kuat, dia tidak akan membiarkan apapun atau siapapun mengganggunya,dan dia mampu membawa kebahagiaannya sendiri.kau harus yakin itu'' ucap kaisar lee lembut,sungguh ini juga berat baginya, namun ia tidak boleh lemah karna ia yang akan melindungi keluarganya, seperti permintaan putrinya, lee keina hanziu
''aku harap juga seperti itu'' lirih anastasya
''sekarang sudah bersedihnya, kita harus menyiapkan pesta untuk putri kita yang nakal itu, ia dari tadi berdebat dengan kaisar zen'' jelas kaisar lee yang berusaha mengalihkan perhatian permaisurinya
''berdebat?'' anastasya seketika mengerutkan keningnya heran
''hmm''
''masalah apa, mereka tidak harusnya berdebat,mereka akan menikah sebentar lagi''
''kau tau putri nakal kita itu ingin menggunakan gaun yang sedikit terbuka di acara pernikahannya nanti, tapi kaisar zen menolak,ia tidak ingin kaila memakai gaun itu, ckck dia pria tua yang cemburuan''
''kau sama saja'' anastasya memutar matanya jengah
hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni