
tuan heim yang tak lain adalah pemilik akademi dimana tempat kaila belajar seketika dikejutkan dengan berita yang dibawa oleh salah satu guru yang mengajar di akademi miliknya.
''lalu dimana putriku sekarang?''
tanya tuan heim cepat
''diruangan pengobatan tuan besar?''
jawab guru itu cepat
''bagaimana kondisinya?''
''saat ini, putri sasa belum juga sadarkan diri''
mendengar itu membuat tuan heim panik, dengan langkah lebar ia meninggalkan ruangan miliknya. membawa langkahnya menuju dimana tempat sasa saat ini berada.
ditempat yang berbeda
kenzi mengerutkan keningnya, ketika sang adik tak kunjung muncul.
''dimana kaila?''
tanyanya dingin
sedangkan prajurit yang ditanya nampak meneguk ludah mereka kasar.
melihat itu ekspresi kenzi semakin dingin
buggg buggg
tindakan kenzi yang memukul prajurit miliknya tentu saja mengagetkan semua orang yang ada disana.
karna saat ini dirinya tengah berada di sebuah ruangan dimana para murid akan istirahat atau memakan makanan mereka.
''aku tanya sekali lagi''
''dimana adikku?''
tanya kenzi dengan nadanya yang semakin dingin.
suhu ruangan tersebut terasa semakin menurun. membuat orang orang yang ada dalam ruangan itu merasa sesak terutama orang yang tenaga dalamnya tak seberapa.
''sa saya ta tak tau di dimana putri, putra mahkota''
''tadi beliau mengatakan jika putri akan pergi ke kamar mandi, namun ketika saya mengeceknya, saya tidak menemukan putri kaila dengan pelayannya''
jelas prajurit itu
kenzi yang mendengar jawaban itu, seketika mengeratkan rahangnya. ketika dirinya ingin kembali menghajar prajurit tersebut.
seseorang datang dengan menerobos.
''maafkan kelancangan saya putra mahkota''
orang tersebut membungkukkan badannya. mencoba sekuat tenaga agar tak tumbang karna tekanan dari kenzi.
''tuan putri tadi kembali lebih dulu, karna tangannya sakit''
''beliau diantar oleh putri anchi yang berasal dari kekaisaran timur''
mendengar itu kenzi segera membalikkan tubuhnya, namun sebelum dia meninggalkan tempat itu. dia mengutarakan kalimat yang mampu membuat semua orang merinding.
''persiapkan diri kalian, karna kalian tau apa konsekuensi jika adikku terluka walau itu hanya sedikit''
ucapnya kemudian berlalu dari sana.
semua orang akhirnya bisa kembali mengatur nafas mereka secara normal, ketika yang membuat suhu udara diruangan tersebut telah pergi.
namun tidak bagi kedua prajurit yang di beri pukulan tadi. mereka tentu saja berharap dalam hati mereka. semoga ini bukan hari terakhir mereka membuka mata. mereka semua tentu tau, apa konsekuensi jika putri kaila pulang dalam keadaan terluka.
namun yang membuat semua orang bertanya tanya adalah.
''apa yang membuat tangan putri kaila sakit?''
''bukankah dia tidak terluka sedikitpun di arena pertandingan?''
''dan, jika benar putri kaila terluka, siapa yang berani melukainya?''
''bukankah orang yang melukainya memiliki nyali yang sangat besar untuk membuat masalah dengan kekaisaran terkejam di benua ini''
diruangan pengobatan akademi jiang
tuan heim kehilangan kata kata ketika melihat kondisi putrinya.
wajah dengan dipenuhi lebam, untuk kondisinya saat ini masih belum diketahui. karna masih dalam tahap pemeriksaan oleh tabib terhebat di akademi tersebut.
''apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang berani melakukan ini pada putriku?''
tuan heim bertanya dengan penuh kemarahan.
''tadi nona sasa bertarung dengan tuan putri kaila, putri dari kekaisaran utara tuan''
jawaban penjaga yang ada disana.
mendengar itu, tuan heim seketika terdiam.
tanya tuan heim memastikan
''iya tuan''
mendengar itu tuan heim mengusap wajahnya kasar. ia dengan cepat mengatur nafasnya
''kenapa putriku bisa bertarung dengan putri kaila?''
tanya tuan heim penasaran, karna selama ini menurutnya putrinya dan putri kaila tidak saling mengenal. lalu bagaimama bisa kedua orang itu tiba tiba bertarung.
''nona sasa memendam kecemburuan pada putri kaila,tuan''
''karna ternyata selama ini nona sasa menyukai kaisar zen, yang tak lain adalah calon suami putri kaila''
dan lihat bagaimana ekspresi tuan heim saat ini. ia benar benar kehilangan kata katanya.
tuan heim mendudukkan bokongnya disalah satu kursi kayu yang ada disana. memijit pilipisnya yang terasa berdenyut.
ia tentu tak habis pikir apa yang ada dalam otak putrinya.
bagaimana bisa putrinya itu menyukai calon suami dari putri kesayangan kekaisaran utara.
terlebih melakukan pertarungan dengan putri kaila. ia pikir bagaimana saat ini dirinya akan menjelaskannya pada permaisuri anastasya.
masih terbesit ingatan dikepalanya beberapa tahun yang lalu, dimana permaisuri anastasya menyelamatkannya ketika terkena racun dari hutan kematian.
bahkan ia berfikir, jika bukan permaisuri anastasya mungkin dia telah tiada di dunia ini sejak hari itu. karna para tabib telah menyerah untuk menyembuhkan racun yang ada didalam tubuhnya.
lalu bagaimana bisa putrinya itu dengan bodoh menyukai calon suami putri kaila, bahkan melakukan pertarungan dengan putri dari orang yang menyelamatkannya.
''tuan heim''
tuan heim segera bangkit dari posisinya ketika tabib yang menangani putrinya kini berdiri di hadapannya.
''bagaimana keadaan putriku?''
tanya tuan heim langsung
''untuk kondisi fisiknya, beberapa tulang nona sasa patah,terutama tulang belakangnya''
''lalu?''
''saya juga menemukan, sejenis racun dalam tubuh nona sasa''
''racun?''
tuan heim jelas saja terkejut mendengarnya
''iya tuan, namun saya tidak dapat mendeteksi dari mana asal racun itu, dan juga saya tidak mengetahui jenis racun yang ada dalam tubuh nona sasa''
tuan heim semakin dibuat pusing mendenganya.
''tolong jelaskan lebih rinci''
''nona sasa terkena racun yang tidak tau dimana asal usulnya. bahkan saya tidak mengenal racun tersebut''
jelas tabib itu kembali
''lalu apa yang harus saya lakukan?''
tanya tuan heim, tidak bisa ia pungkiri meskipun dirinya marah pada putrinya. namun ia tentu saja khawatir pada kondisi putrinya.
namun saat perbincangannya, dirinya dikejutkan dengan kedatangan putra pertamanya. yang lebih mengejutkan lagi adalah apa yang dikatakan oleh putranya.
''sasa terkena racun yang diberikan oleh putri kaila akibat kecorobohannya sendiri''
ucap ziwei yang tiba tiba muncul dari ambang pintu. pria tampan itu kemudian duduk di salah satu kursi yang ada disana.
''apa maksud mu? kenapa kau bisa berfikir jika racun itu diberikan oleh putri kaila?''
tanya tuan heim dengan penasaran
''putri kaila yang mengatakannya, dia juga berkata''
''jika saat sasa bangun, jangan biarkan dia menggaruk tubuhnya, karna luka yang muncul akibat garukannya akan menimbulkan bekas dan takkan pernah bisa hilang''
jelas ziwei santai
''tapi bagaimana putri kaila memberi racun pada nona sasa?''
kini sang tabib yang mulai bertanya dengan Penasaran.
''apa maksudmu tabib?''
''saya tidak menemukan jejak bagaimana racun itu bisa masuk di tubuh nona sasa''
''namun kita hanya bisa mengetahui semuanya ketika nona sasa telah sadarkan diri''
lanjut tabib tersebut yang membuat tuan heik terdiam. di tempatnya.
dan tak berselang beberapa saat, mereka dikejutkan dengan teriakan sasa yang berasal dari dalam kamar dimana dia sedang ditangani.