
Win berdiri di depan kaca, memandangi luar seperti biasa mengagumi
kecantikan kota Bangkok yang begitu gemerlap di bawah sinar bulan.
“Apa kau ingin keluar?”
Suara itu lagi lagi mengagetkan Win, entah sejak kapan Bright berdiri di
belakangnya. Sedangkan Win tidak menjawab padahal hatinya berkata ‘ iya’
“Kau benar benar memberikan hidupmu padaku bukan?”
“Iya” kata Win ragu
“Kau akan melakukan apapun untuku bukan?”
“Ummm” Win mengangguk
“Jadilah pacarku!”
Win membelakan matanya lebar lebar berusaha mencerna apa yang baru saja
Bright katakan, tapi ia enggan menjawab
“Jangan salah paham ini bukan permintaan tapi ini perintah dan aku tidak
mengharapkan jawaban iya darimu, mau tidak mau kau akan menerimanya” Bright sambil membuka kancing lengan
kemejanya
“Ya tentu saja aku akan menuruti apapun kemauanmu” entah kenapa kata itu
yang keluardari mulut Win, Win tidak keberatan sedikitpun dengan permintaan
itu. Sepertinya Win benar benar memberikan hidupnya pada Bright demi
keselamatan ibunya.
Bright tersenyum menang lalu duduk di ujung kasur, menaruh kedua
tangannya di atas kasur dan menengadah ke langit langit.
“Aku punya alasan tersendiri untuk ini”
Win hanya diam mendengarkan
“Kita tidak perlu melakukan hal hal layaknya sepasang kekasih, kata
pacar hanyalah status dan kau masih tetap budak ku! Apa kau paham”
“Aku mengerti” Win sambil mengangguk
“Aku akan membawamu keluar hanya saat ada keperluan, sisanya kau tetap
disini” Bright mengakhiri perkataannya dan berjalan keluar kamar.
“Apakah enak?” Bright menyapa Lyn yang sedang makan di meja makan
“Aaaa P’Bai mari duduk disini(menepuk nepuk sebuah kursi) makanlah
denganku, aku sangat kesepian” Lyn sambil memajukan bibirnya
“Aaaahh maafkan Phi naa Phi sedang sibuk akhir akhir ini”
“Sampai kau melupakanku? !”
“Tidak Lyn aku tidak melupakanmu, kau selalu ada di hatiku”
“Dasar bermulut manis!” Lyn memukul dada Bright
“Awww kau sangat jahat Lyn” Bright pura pura sakit
“P’Bai lebih jahat!”
Suasana menjadi sunyi, Bright menatap Lyn seakan ada yang ingin ia
beritahu pada Lyn
“P’Bai ayo makan! Kenapa kau menatapku seperti tu?”
“Euu Lyn tolong berhati hatilah sepertinya musuh musuh Phi sedang
menargetkanmu”
Seketika Lyn berhenti makan dan membuat mode serius
“Lyn Phi tidak ingin kau kenapa napa, Phi akan segera bertindak! Phi
tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu sedikitpun”
“Phi aku sudah besar! Kau tidak perlu sekhawatir itu” Lyn meraih tangan
bright lalu menggenggamnya
“Phi tidak punya siapa siapa lagi, kau lah satu satunya yang aku punya”
Lyn mengembangkan satu senyuman dan mengangguk, ia membenarkan kembali
duduknya mengambil sendok dan kembali makan
“Phi menjadikan Win sebagai pacar Phi”
(uhuk uhuk) Lyn tersedak hebat tatkala mendengar hal itu
“Lynn kau tidak apa apa? minumlah!” sambil memberikan segelas air putih
“Apa maksudmu Phi? ! kau bilang kau sangat membencinya? Lalu kenapa kau
melakukannya?” Bright tidak tahu alasan kenapa Lyn terlihat sangat marah
“Lyn tenanglah, ada alasan kuat kenapa aku melakukan hal itu”
“Apa! Alasan apa!?, aku sudah menduga lama kelamaan kau akan menyukainya
itulah mengapa kau tidak langsung membunuhnya? Hah?”
“Lyn ini semua demi kebaikanmu! Demi keselamatanmu!”
“Demi keselamatanku( Menunjuk dirinya sendiri dengan mimic wajah heran)
apa hubungannya dengan dia?”
“Pacaran ini hanya status, dia tetaplah budak ku.. aku sengaja
mengalihkan perhatian para musuh agar mereka tidak menargetkanmu”
“Aku tidak mengerti maksudmu”
untuk mengancamku, Phi menjadikan Win sebagai pacar agar mereka tidak lagi
menargetkanmu tapi menargetkan Win, apa kau mengerti?”
“Apa itu benar benar alasanmu”
“Ummm” Bright mengangguk
Lyn lalu memeluk Bright dengan hangat, dan disambut pelukan balik dari
Bright.
Pagi hari
Win yang masih tertidur dikagetkan dengan Bright yang melemparkan sebuah
pakaian tepat di mukanya, lalu diambilah pakaian itu oleh Win dengan wajah
bingung
“Apa ini Phi”
“Mandilah aku akan menjelaskannya nanti” Bright berjalan ke arah Win
dengan sebuah kunci kecil di tangannya, sedangkan Win menatap Bright dengan
heran. Tangan Win mengarah ke leher Win memegang borgol yang mengalung di leher
Win
“Aww shhhh” Belum saja Bright membuka borgol Win meringis kesakitan,
Warna merah melingkar di lehernya bahkan sebagiang sudah melepuh karena borgol
yang bergesekan dengan kulit lehernya. Bright tidak menghiraukannya dan terus
melakukan aktivitasnya sampai tangan dan leher Win sudah terlepas dari borgol
“Tunggu apa lagi? Apa kau tidak mendengarkanku?”
Win mengangguk meraih pakaian yang diberikan Bright dan segera mandi,
tak lama kemudian Win keluar dengan pakaian yang Bright berikan sebelumnya.
Tidak bisa dipungkiri Win terlihat cantik dengan jas kotak kotak berwarna
coklat hitam dengan kaos berwarna putih di dalamnya begitupun rok rempel kotak
kotak sepahanya. Brigth terpaku sesaat, lalu menggelengkan kepalanya dan
mengalihkan matanya kearah lain selain wajah Win
“Aku memerintahkanmu untuk menemani adikku Lyn!”
“Hah?”
“Aku takut Lyn dalam bahaya, tapi ia keras kepala dan ingin terus keluar
jadi kau harus menemaninya dan menjaganya!”
“Ohh emmhh iya” kata Win kikuk
“Jangan sampai Lyn kenapa napa, jika Lyn lecet sedikitpun kau akan tahu
akibatnya!”
Win yang tadinya menunduk langsung melongok kea rah Bright
“Dan jangan segan melindunginya walau dengan nyawamu sekalipun! ini perintah!”
Win mendengarkan dengan baik baik setiap perkataan Bright
“Jika Lyn terluka, sesuatu akan terjadi pada ibumu! !” ancam Bright
“Aku akan menjaga Lyn, tolong jangan lakukan apapun pada ibuku! Aku akan
mengorbankan nyawaku untuk Lyn” tanpa ragu Win menjawab hal itu
Bright memberikan kunci mobil pada Win, ia tidak membiarkan Lyn menyetir
sendiri mengingat kecerobohannya.
“Ingat perkataanku!” Bright
sebelum Win benar benar memasuki mobil
Tak ada percakapan antara Win dan Lyn selama perjalanan, Win sibuk
menyetir dan Lyn sibuk dengan ponselnya. Salah satu mall di Bangkok adalah
tujuannya, Lyn ingin bertemu dengan teman temannya sambil berbelanja, setelah
sampai Lyn segera keluar dari mobil diikuti oleh Win
“Kau tunggu saja dimobil!” Perintah Lyn
“Tidak! Aku kaan menjagamu, ini perintah P’Bright”
“Aku pergi bersama teman temanku, dan di sini banyak orang aku akan baik
baik saja”
“Tapii..”
“Naaa kumohon padamu, teman temanku akan mengolok ngoloku jika tahu aku
diawasi seperti anak kecil” Lyn memegang tangan Win dan membuat Puppy eyes. Win
sedikit ragu namun ia memenuhi keinginan Lyn dan menunggu di mobil.
4 jam telah berlalu, Win yang melihat Lyn berjalan dengan penuh
belanjaan di tangannya lalu menjemputnya dan membantu membawakan belanjaan Lyn,Win
sudah terlihat seperti pengawal Lyn sekarang.
Parkiran sangat sepi kala itu (Dorrrr) satu tembakan entah darimana
mengarah ke arah Lyn namun meleset dan mendarat di sebuah vas bunga di dekat
kaki Lyn………..
To be continued............................