One Paid Two

One Paid Two
24


Bright memasuki kamar lalu dilihatnya Win yang sedang tertidur tak


nyaman, ia tidur dengan posisi badan terduduk sambil tangan sebelah kanannya


menahan borgol agar tak bersentuhan dengan bekas luka di lehernya. Namun siapa


sangka Bright diam diam melepaskan borgol agar tidak menyentuh bekas luka di


leher Win, bukan Bright namanya jika ia tak mempunyai gengsi. Meski ia telah


meringankan rasa sakit Win namun ia tak memberikan Win alas tidur atau


setidaknya selimut.


Pagi hari Win


terbangun dan menyadari ia sudah tak lagi di borgol, sempat terlintas di


pikiran Win untuknya melarikan diri dari sana untuk menemui ibunya apapun


caranya. Namun saat di pikirkan lagi Win langsung mengingat bahwa Bright bisa


melakukan apapun di luar dugaannya, Win tetap memikirkan ibunya jadi ia


mengurungkan niatnya kembali. Terlihat Bright masih tertidur pulas waktu itu


menunjukan pukul 05:40 AM, Win menatap Bright ia selalu bertanya Tanya kenapa


Bright melakukan hal hal kejam pada orang lain dengan tampangnya yang sangat


tampan dan sangat lucu saat ia tertidur. Sekejap Win mengingat ingat apa yang


ia dengar saat Bright sedang berbicara dengan Alex di balik pintu kemarin


"Lalu bagaimana keadaan ibu Win?"


Bright


"Walau sudah operasi namun ternyata


tak ada perubahan" Alex


“Operasi?” gumam Win, Win baru mengingat kata operasi pikiran pikiran


buruk tentu saja langsung menyerbu otaknya. Tentu saja Win menduga bahwa ibunya


sedang sakit parah mengingat kesehatannya yang memburuk bahkan saat Win masih


berada disisinya, sayangnya Win tak pernah mengetahui penyakit yang di derita


ibunya itu.


Singkatnya Bright sudah bangun dan selesai mandi, ia sudah mengenakan


kemeja berwarna putih dan celana abu. Melihat Bright sedang dalam mode tenang


sambil menyisir rambutnya Win merasa bahwa tak masalah jika ia bertanya pada


Bright, namun Win mulai dengan basa basi dulu


“Terimakasih” Win


Namun Bright yang seperti es itu hanya diam tak menghiraukannya


“Terimakasih telah melepas borgolku tadi malam, aku bisa tidur dengan


nyaman” Win


“Aku hanya tidak ingin tidurku terganggu karena rengekanmu” Tentu saja


itu hanya alasan klasik dari Bright


“Apapun alasanmu itu tetap menguntungkan bagiku, terimakasih” Win


“Apa jika aku membiarkanmu tidur di kasurku tadi malam, apa kau akan


menyembahku sepanjang hari? Berhentilah bilang terimakasih aku tak


membutuhkannya” Bright dengan wajah datarnya sambil mengancingkan lengan


kemejanya. Sedangkan Win menjadi kikuk karena akan berbicara masalah sebenarnya,


Bright hendak beranjak entak kemana namun tertahan oleh Win


“Euuu P’Bright apa aku boleh bertanya sesuatu?” Win sedikit gemetar,


padahal ia sempat berani mengumpat Bright kemarin


“Cepatlah aku tak punya banyak waktu!”


Bright


Win berdiri dan mendekat kea rah Bright yang posisinya


memunggungi Win, Win membungkukan tubuhnya sambil berkata


“Bisakah aku bertemu ibuku?”Win dengan sedikit berteriak dan masih membungkukan badannya seperti semula,


Bright yang mendengar pertanyaan dari Win langsung membalikan badannya melihat


Win


“Jika aku bilang tidak apa kau akan marah?” Bright


masih dengan wajah datarnya padahal itu semua berkebalikan dengan hatinya yang


bingung dengan pertanyaan sekaligus permintaan Win. Perlahan Win mengangkat


badannya kembali tegak dengan raut wajah kecewa, namun ia tak patah semangat ia


masih terus mencoba


“Aku akan menuruti apapun keinginanmu! Apa saja kumohon! Ini hanya sekali Phi aku hanya akan


bertemunya sekali setelah itu aku tak akan meminta lagi” Win dengan wajah


memohon


“Apa gunanya untuk mu memohon padaku?” Bright


“Phi bayangkan jika kau ingin bertemu orang


tersayangmu, lalu kau tak dapat menemuinya apa yang kau akan lakukan?” Win


“Kenapa kau bertanya padaku?” Bright


Win menyerah ia sadar tak ada gunanya memohon pada


Bright, meskipun ia menangis darahpun jika Bright tak mengkehendakinya maka itu


tak akan terjadi


“Seharusnya aku tak meminta belas kasihanmu” Win


membalikan badannya lalu duduk kembali di posisi biasa saat ia tidur. Bright tak


mengambil pusing hal itu ia melanjutkan langkahnya yang di ketahui akan ke


ruang pribadinya, terlihat Bright duduk di kursi lalu tangannya meraih telpon


rumah dan menekan bebrapa digit nomor tersebut


“Datang ke ruanganku!”


Bright


lama suara pintu di ketuk seseorang dari luar


“Masuk” Bright


Ternyata yang Bright panggil adalah Alex, terlihat


Alex memasuki ruangan dan langsung membungkuk memberi hormat pada Bright.


“Siapa orang terpecaya ibu Win?” Bright


“Louis tuan, dia adalah pemegang grup thanat sekaligus


adik dari ibu Win” Alex


“Atur jadwalku! Aku ingin bertemu dengannya!” Bright


“Baik tuan” Alex langsung undur diri dari ruangan


Bright guna melaksanakan tugas yang ia terima dari Bright sesegera mungkin.


Hari sudah sore, di tempat lain Louis sedang berjalan


dengan sekantung plasik makanan di tangannya ia membuka pintu gerbang sebuah


rumah yang merupakan rumah Win. Namun saat memasuki kamar Pim (ibunya Win+


Kakaknya Louis) Louis sangat terkejut melihat kakanya yang sedang tergeletak


kesakitan memegang perutnya, wajahnya memucat dengan bibir yang bergetar.


“Phii apa yang terjadi padamu?” Louis menjatuhkan


bawaannya itu dan langsung memegangi badan Pim, ia memegangi kedua lengan


kakaknya itu sambil menengok kesana kemari seakan mencari sesuatu untuk


menolong Pim.


“Phii kenapa seperti ini? Ayo ke dokter” Louis hendak


mengangkat badan Pim untuk memapahnya pergi ke dokter, namun sepertinya Pim


sudah kehabisan tenaga. Melihat kakaknya terkulai lemas sukses membuat Louis


kehilangan akalnya ia menjadi tak tahu apa yang harus ia lakukan.


“Jangan ke dokter aku hanya ingin istirahat” Pim


berusaha bicara dengan sisa tenaganya, mendengar kakaknya bicara Louis akhirnya


bisa bernafas lalu mengangkat tubuh Pim dan membantunya berbaring di tempat


tidur. Louis mencari obat Pim untuknya diminum hari ini, namun semua tabung


obat itu sudah kosong. Louis sangat kebingungan ia benar benar tak memegang uang


sepeserpun, setelah grup Thanat hancur beberapa hari ke belakang akibat


tanahnya di ambil Louis benar benar tak memiliki harta sedikitpun. Ia mendaratkan


bokongnya di lantai dengan wajah frustasi, ia menjambak rambutnya berkali kali.


Bright yang sedang duduk di kursi kerjanya tiba tiba


dihampiri Alex


“Tuan sebaiknya kita datangi saja rumah Ibu Win untuk


bertemu dengan Louis disana, karena sepertinya Louis banyak menghabiskan waktunya


di sana untuk merawat ibu Win” Alex


“Ayo kita kesana besok” Bright


“Baik tuan” Alex


Hari sudah malam seperti biasa Bright kembali ke


kamar, betapa terkejutnya Bright ketika membuka pintu ia melihat Win yang


sedang duduk tepat depan pintu layaknya anjing yang sedang menunggu majikannya


pulang


“Aaaaiss shiaaaa” Bright dengan wajah terkejutnya


Namun Win hanya tersenyum polos melihat Bright


terkejut


“Selamat malam P’Bright” Win sambil tersenyum


“Huhhh” Bright mengabaikan sapaan Win lalu berjalan melewatinya


Win berdiri dan langsung kembali ke tempat biasa ia


duduk, Bright menarik dasinya lalu membuka satu kancing atas bajunya


“P’Bright apa kau lelah?” Win di pojok sana


Sedangkan Bright hanya menengok Win sebentar lalu


mengabaikan pertanyaannya, ia duduk di ujung kasur sambil membuka kancing


tangan kemejanya


“P’Bright apa kau sudah makan?” entah mengapa Win


bertingkah seakan sedang menginginkan sesuatu dan Bright pun menyadari hal itu


“Diam dan tak usah bersikap seperti itu! Aku terlalu lelah mendengar ocehanmu semenjak aku


pulang, apa maumu?” Bright


Win senang karena Bright peka dengannya


“Aku berfirasat buruk tentang ibuku, aku memimpikan


hal aneh tentang ibuku siang bolong tadi” Win


“Jangan gunakan alasan konyol itu untuk memanipulasiku


agar aku membawamu menemui ibumu!” Bright


“Tapi aku benar benar merasakan hal buruk” Win


memastikan


“Jika seperti itu sama halnya kau berharap sesuatu


yang buruk tentang ibumu!, kau menyebalkan” Bright yang terlalu


kelelahan mendengar ocehan dari Win memilih untuk keluar meninggalkan Win.


Maaf telat update


lagi, author masih dalam rangka mempersiapkan sidang…


Kalo suka silahkan


like+vote sama bantu follow juga! !pokoknya selamat


membaca><