One Paid Two

One Paid Two
12


“Dia tidak mau melepaskan Phuket


ayah” Jong


“Aku penasaran seperti apa tampang


ketua dari Grup chiva-aree itu” Ayah Jong


“Dia jauh lebih tua dariku Ayah”


Jong


“Bagaimana kamu bisa kalah darinya?”


Ayah Jong


“Maaf” Jong


“Atur pertemuanku dengannya!” Ayah


Jong


“Bagaimana jika dia tidak bersedia


datang?” Jong


“Itu urusanmu” Ayah Jong


Jong membungkuk dan segera pergi


dari hadapan seorang pria tua yang diketahui ayahnya tersebut, pria kira kira


berumur 60th dengan sebatang rokok di tangannya itu tengah menatap


kosong ke arah pohon persik yang terlihat dari jendela uangan tersebut..


.


Bright sedang duduk di kursi


penumpang mobil audi berwarna hitam dengan ipad di tangannya, entah apa yang ia


lihat namun ia tampak focus dengannya (author gila bisa bisanya gatau si bright


lagi ngapain ku kan yang nulis jubaedah! ! dahlahL).


“Apa saja jadwalku hari ini” Tanya Bright


pada Alex yang sedang focus menyetir


“Bertemu dengan klien dari Grup


Kittiporn jam 9 pagi, namun meeting dengan TOA Paint diundur” Alex


“Dia selalu saja semena mena” Bright


tampak kesal


“Pihak TOA Paint bisa melakukan apa


saja tuan” Alex


“Lalu menurutmu apa aku tidak bisa?”


Bright


“Bukan begitu tuan” Alex


Sebuah mobil Rolls Royce tiba tiba


menghadang mobil yang ditumpangi Bright, Alex dengan reflex lalu mengerem dan


hampir menabrak mobil mewah yang menghadangnya itu.


(Cittttt) dua mobil sedan berwarna


hitam juga ikut berhenti di belakang mobil Bright, Bright dan Alex tampak


kebingungan namun masih bersikap santai


“Biar aku yang keluar tuan” Alex


“Biar aku saja!” Bright


“Bisa saja ini berbahaya tuan” Alex


“Aku boss mu, aku membayarmu bukan


untuk menentangku! Kita keluar sama sama” Bright


“Iya tuan” Alex


Jong seseorang yang bertemu dengan


Bright beberapa waktu lalu keluar dari mobil lalu menghadap Bright sambil


membungkukan badannya memberi hormat pada Bright


“Ayahku mengundangmu untuk sekedar


menikmati teh tuan Bright” Jong


“Apa ini caramu mengundang orang?”


Bright dengan wajah sinis


“Maaf tuan ayahku meminta secara


mendadak” Jong


Kemana seorang Jong yang tampak


sombong saat bertemu Bright di mansion Bright itu?, ia berbicara dengan sopan


seperti sedang memohon pada Bright sekarang. Bright tampak berfikir sebentar


“Aku tidak punya waktu menikmati teh


sekarang, banyak hal yang lebih penting daripada teh” Bright


“Ayahku sangat ingin bertemu


denganmu” Jong


Bright bertanya Tanya siapa yang


sangat ingin bertemu dengannya itu?, Bright sempat berpikir bahwa Jong lah yang


memimpin Geng vachirawit tersebut namun ia salah.


“Baiklah aku terima undanganmu” kata


Bright setelah lama berfikir, sedangkan Jong mengangguk semangat


“Tapi kita ada pertemuan hari ini


tuan” Alex


“Itu bisa diatur” Bright


“Baik tuan” Alex


Mobil Rolls Royce yang diikuti mobil


Bright dibelakanya berhenti di sebuah pavilion dengan vibes alam, seorang pria


tua tengah duduk memunggung di sebuah bangunan outdor berbahan kayu. Degggg déjà


vu, Bright kembali merasakan hal yang ia rasakan beberapa hari lalu saat ia


akan bertemu dengan perwakilan dari geng vachirawit di mansionnya.


“Swadee khrap” Bright mencoba untuk


bersikap sesopan mungkin karena dilihatnya pria didepannya lebih tua darinya.


(Deggg) hati Bright benar benar seperti tersamabar petir, orang yang tidak pernah


ia harapkan keberadaannya kini tengah duduk di depannya


“Bright?” Cadeo vachirawit yang


merupakan ayah dari Jong adalah ayahnya Bright juga. Pria itu menatap Bright


dalam kaget,tidak percaya,rindu berkecambuk di hatinya sedangkan Bright ia


menatap sosok ayahnya itu dengan tatapan marah dan benci namun rasa rindu juga


tidak bisa membohonginya. Bright dengan sekuat tenaga menahan air matanya ia


“Bright lama tidak bertemu” Cadeo


turun dari tempat duduknya lalu berdiri berhadap hadapan dengan Bright


“Ummm (mengangguk) anakmu bilang kau


ingin bertemu denganku, jadi aku menyempatkan waktuku yang berharga ini untuk


datang tapi sekarang kita sudah bertemu jadi aku permisi” Bright membungkukan


badannya hendak beranjak darisana


“Bright apa kau tidak merindukanku?”


langkah Bright terhenti lalu ia membalikan badan menghadapnya lagi


“Haruskah aku merindukanmu?” Bright


sambil tersenyum paksa dan sedikit memiringkan wajahnya, air matanya sudah


bembendung di matanya


“Aku merindukanmu Bright, selama ini


aku mencarimu” Cadeo tak kalah dengan wajah lemahnya


“Untuk apa mencariku? Apa untuk membunuhku?”


Bright


Ayahnya kaget mendengar apa yang


Bright katakana


“Apa yang kau katakana Bright?, mana


mungkin aku membunuh anakku sendiri” Cadeo


“Tapi kau membunuh istrimu sendiri!”


Bright mulai meninggikan suaranya


“(Degggg) aku tidak membunuh ibumu Bright,


kau salah paham” Cadeo


Bright sangat marah mendengar kata “salah


paham” dari ayahnya, ia berjalan menghampiri ayahnya


“Salah paham katamu? !” Bright


“Aku tidak membunuh ibumu Bright! Dia


bunuh diri! !” Cadeo


“Hah haaha ha bunuh diri? (mimic bingung


dan tidak percaya) untuk apa dia bunuh diri?” Bright


“Kau mungkin tidak akan pernah


percaya Bright, namun itulah kebenarannya” Cadeo


“Cukup! ! aku tidak ingin mendengar


omong kosong apapun lagi!” Bright


“Itu bukan omong kosong” Warrit


seseorang yang seumuran dengan ayahnya itu tiba tiba menyaut


“Siapa kau? Jangan pernah ikut


campur urusan kami! !” Bright yang semakin bingung


“Ayahmu memang tak membunuh ibumu! Ibumu


sendiri yang mengakhiri hidupnya!” Warrit


Bright dan Cadeo memandang Warrit


yang berbicara dengan santainya, Warrit adalah sahabat Cadeo sejak masih muda


tidak ada rahasia apapun di antara mereka, mereka saling mengetahui masalah


satu sama lain.


“Ibuku tidak mungkin meninggalkanku!


! jangan asal bicara!” Bright semakin marah dan bingung


“Pada hari itu…” Warrit


Flashback


Sekitar jam tiga sore Cadeo pulang


kerja, ia mendapati Lim istrinya sedang berduaan di taman dengan lelaki lain,


mereka asik tertawa dan saling bercanda. Cadeo yang pada dasarnya kasar


ditambah ia pulang kerja sangat muak melihat hal itu, bagaimana istrinya bisa


tertawa dengan lelaki lain padahal ia banting tulang untuk keluarganya. Cadeo dengan


marahnya mengambil pergelangan tangan Lim dan menyeretnya hingga sampai rumah,


ia gelap mata dan tidak mendengar dulu penjelasan dari sang istri.


Warrit yang kebetulan satu pekerjaan


dengan Cadeo berjalan di belakangnya untuk sama sama pulang, ia langsung


mengikuti Cadeo sampai kerumahnya. Warrit benar benar tau sifat Cadeo ia


mengikutinya karena takut terjadi apa apa, dan benar saja Cadeo dan istrinya


bertengkar hebat. Cadeo membanting semua barang barang yang ada disana


“Ahhhhhh aku sudah tidak tahan lagi


denganmu! !” Lim


“Kalau begitu ayo kita pisah! Aku juga


tidak ingin punya istri ****** sepertimu!” Cadeo


“Aku bahkan sudah tidak tahan hidup


didunia ini, miskin! Dan memiliki suami sepertimu!” Lim


“Lalu enyahlah dari dunia ini!”


Cadeo


“Euhhhhh aku akan melakukannya!” Lim


mengambil pecahan botol yang sebelumnya di pecahkan oleh Cadeo, sedangkan Cadeo


hanya melihat aksi istrinya dengan bingung dia tidak berpikir istrinya akan


benar benar melakukannya


(Clebbbbb) Lim menusuk perutnya


sendiri dengan botol pecah, sedangkan Cadeo ambruk di lantai menyaksikan hal


itu ia terkejut dan trauma. Tak ada ide lain di otaknya selain melarikan diri


dari sana, ia lupa akan keberadaan Bright dirumah itu. Warrit yang menyaksikan


hal itu ingin membantu Lim yang sedang sekarat namun ia takut menjadi kambing


hitam, sungguh keputusan yang sulit. Lalu ia memilih untuk mengikuti kemana


Cadeo pergi


Oke Guyss maaf kalo gak seru, tapi


mimin udah berusaha  nyari alur se


realistis mungkin ini tuu bantu Vote sama Komen ya biar mimin lebih semangat..Happy


Reading><