
“Dia tidak mau melepaskan Phuket
ayah” Jong
“Aku penasaran seperti apa tampang
ketua dari Grup chiva-aree itu” Ayah Jong
“Dia jauh lebih tua dariku Ayah”
Jong
“Bagaimana kamu bisa kalah darinya?”
Ayah Jong
“Maaf” Jong
“Atur pertemuanku dengannya!” Ayah
Jong
“Bagaimana jika dia tidak bersedia
datang?” Jong
“Itu urusanmu” Ayah Jong
Jong membungkuk dan segera pergi
dari hadapan seorang pria tua yang diketahui ayahnya tersebut, pria kira kira
berumur 60th dengan sebatang rokok di tangannya itu tengah menatap
kosong ke arah pohon persik yang terlihat dari jendela uangan tersebut..
.
Bright sedang duduk di kursi
penumpang mobil audi berwarna hitam dengan ipad di tangannya, entah apa yang ia
lihat namun ia tampak focus dengannya (author gila bisa bisanya gatau si bright
lagi ngapain ku kan yang nulis jubaedah! ! dahlahL).
“Apa saja jadwalku hari ini” Tanya Bright
pada Alex yang sedang focus menyetir
“Bertemu dengan klien dari Grup
Kittiporn jam 9 pagi, namun meeting dengan TOA Paint diundur” Alex
“Dia selalu saja semena mena” Bright
tampak kesal
“Pihak TOA Paint bisa melakukan apa
saja tuan” Alex
“Lalu menurutmu apa aku tidak bisa?”
Bright
“Bukan begitu tuan” Alex
Sebuah mobil Rolls Royce tiba tiba
menghadang mobil yang ditumpangi Bright, Alex dengan reflex lalu mengerem dan
hampir menabrak mobil mewah yang menghadangnya itu.
(Cittttt) dua mobil sedan berwarna
hitam juga ikut berhenti di belakang mobil Bright, Bright dan Alex tampak
kebingungan namun masih bersikap santai
“Biar aku yang keluar tuan” Alex
“Biar aku saja!” Bright
“Bisa saja ini berbahaya tuan” Alex
“Aku boss mu, aku membayarmu bukan
untuk menentangku! Kita keluar sama sama” Bright
“Iya tuan” Alex
Jong seseorang yang bertemu dengan
Bright beberapa waktu lalu keluar dari mobil lalu menghadap Bright sambil
membungkukan badannya memberi hormat pada Bright
“Ayahku mengundangmu untuk sekedar
menikmati teh tuan Bright” Jong
“Apa ini caramu mengundang orang?”
Bright dengan wajah sinis
“Maaf tuan ayahku meminta secara
mendadak” Jong
Kemana seorang Jong yang tampak
sombong saat bertemu Bright di mansion Bright itu?, ia berbicara dengan sopan
seperti sedang memohon pada Bright sekarang. Bright tampak berfikir sebentar
“Aku tidak punya waktu menikmati teh
sekarang, banyak hal yang lebih penting daripada teh” Bright
“Ayahku sangat ingin bertemu
denganmu” Jong
Bright bertanya Tanya siapa yang
sangat ingin bertemu dengannya itu?, Bright sempat berpikir bahwa Jong lah yang
memimpin Geng vachirawit tersebut namun ia salah.
“Baiklah aku terima undanganmu” kata
Bright setelah lama berfikir, sedangkan Jong mengangguk semangat
“Tapi kita ada pertemuan hari ini
tuan” Alex
“Itu bisa diatur” Bright
“Baik tuan” Alex
Mobil Rolls Royce yang diikuti mobil
Bright dibelakanya berhenti di sebuah pavilion dengan vibes alam, seorang pria
tua tengah duduk memunggung di sebuah bangunan outdor berbahan kayu. Degggg déjà
vu, Bright kembali merasakan hal yang ia rasakan beberapa hari lalu saat ia
akan bertemu dengan perwakilan dari geng vachirawit di mansionnya.
“Swadee khrap” Bright mencoba untuk
bersikap sesopan mungkin karena dilihatnya pria didepannya lebih tua darinya.
(Deggg) hati Bright benar benar seperti tersamabar petir, orang yang tidak pernah
ia harapkan keberadaannya kini tengah duduk di depannya
“Bright?” Cadeo vachirawit yang
merupakan ayah dari Jong adalah ayahnya Bright juga. Pria itu menatap Bright
dalam kaget,tidak percaya,rindu berkecambuk di hatinya sedangkan Bright ia
menatap sosok ayahnya itu dengan tatapan marah dan benci namun rasa rindu juga
tidak bisa membohonginya. Bright dengan sekuat tenaga menahan air matanya ia
“Bright lama tidak bertemu” Cadeo
turun dari tempat duduknya lalu berdiri berhadap hadapan dengan Bright
“Ummm (mengangguk) anakmu bilang kau
ingin bertemu denganku, jadi aku menyempatkan waktuku yang berharga ini untuk
datang tapi sekarang kita sudah bertemu jadi aku permisi” Bright membungkukan
badannya hendak beranjak darisana
“Bright apa kau tidak merindukanku?”
langkah Bright terhenti lalu ia membalikan badan menghadapnya lagi
“Haruskah aku merindukanmu?” Bright
sambil tersenyum paksa dan sedikit memiringkan wajahnya, air matanya sudah
bembendung di matanya
“Aku merindukanmu Bright, selama ini
aku mencarimu” Cadeo tak kalah dengan wajah lemahnya
“Untuk apa mencariku? Apa untuk membunuhku?”
Bright
Ayahnya kaget mendengar apa yang
Bright katakana
“Apa yang kau katakana Bright?, mana
mungkin aku membunuh anakku sendiri” Cadeo
“Tapi kau membunuh istrimu sendiri!”
Bright mulai meninggikan suaranya
“(Degggg) aku tidak membunuh ibumu Bright,
kau salah paham” Cadeo
Bright sangat marah mendengar kata “salah
paham” dari ayahnya, ia berjalan menghampiri ayahnya
“Salah paham katamu? !” Bright
“Aku tidak membunuh ibumu Bright! Dia
bunuh diri! !” Cadeo
“Hah haaha ha bunuh diri? (mimic bingung
dan tidak percaya) untuk apa dia bunuh diri?” Bright
“Kau mungkin tidak akan pernah
percaya Bright, namun itulah kebenarannya” Cadeo
“Cukup! ! aku tidak ingin mendengar
omong kosong apapun lagi!” Bright
“Itu bukan omong kosong” Warrit
seseorang yang seumuran dengan ayahnya itu tiba tiba menyaut
“Siapa kau? Jangan pernah ikut
campur urusan kami! !” Bright yang semakin bingung
“Ayahmu memang tak membunuh ibumu! Ibumu
sendiri yang mengakhiri hidupnya!” Warrit
Bright dan Cadeo memandang Warrit
yang berbicara dengan santainya, Warrit adalah sahabat Cadeo sejak masih muda
tidak ada rahasia apapun di antara mereka, mereka saling mengetahui masalah
satu sama lain.
“Ibuku tidak mungkin meninggalkanku!
! jangan asal bicara!” Bright semakin marah dan bingung
“Pada hari itu…” Warrit
Flashback
Sekitar jam tiga sore Cadeo pulang
kerja, ia mendapati Lim istrinya sedang berduaan di taman dengan lelaki lain,
mereka asik tertawa dan saling bercanda. Cadeo yang pada dasarnya kasar
ditambah ia pulang kerja sangat muak melihat hal itu, bagaimana istrinya bisa
tertawa dengan lelaki lain padahal ia banting tulang untuk keluarganya. Cadeo dengan
marahnya mengambil pergelangan tangan Lim dan menyeretnya hingga sampai rumah,
ia gelap mata dan tidak mendengar dulu penjelasan dari sang istri.
Warrit yang kebetulan satu pekerjaan
dengan Cadeo berjalan di belakangnya untuk sama sama pulang, ia langsung
mengikuti Cadeo sampai kerumahnya. Warrit benar benar tau sifat Cadeo ia
mengikutinya karena takut terjadi apa apa, dan benar saja Cadeo dan istrinya
bertengkar hebat. Cadeo membanting semua barang barang yang ada disana
“Ahhhhhh aku sudah tidak tahan lagi
denganmu! !” Lim
“Kalau begitu ayo kita pisah! Aku juga
tidak ingin punya istri ****** sepertimu!” Cadeo
“Aku bahkan sudah tidak tahan hidup
didunia ini, miskin! Dan memiliki suami sepertimu!” Lim
“Lalu enyahlah dari dunia ini!”
Cadeo
“Euhhhhh aku akan melakukannya!” Lim
mengambil pecahan botol yang sebelumnya di pecahkan oleh Cadeo, sedangkan Cadeo
hanya melihat aksi istrinya dengan bingung dia tidak berpikir istrinya akan
benar benar melakukannya
(Clebbbbb) Lim menusuk perutnya
sendiri dengan botol pecah, sedangkan Cadeo ambruk di lantai menyaksikan hal
itu ia terkejut dan trauma. Tak ada ide lain di otaknya selain melarikan diri
dari sana, ia lupa akan keberadaan Bright dirumah itu. Warrit yang menyaksikan
hal itu ingin membantu Lim yang sedang sekarat namun ia takut menjadi kambing
hitam, sungguh keputusan yang sulit. Lalu ia memilih untuk mengikuti kemana
Cadeo pergi
Oke Guyss maaf kalo gak seru, tapi
mimin udah berusaha nyari alur se
realistis mungkin ini tuu bantu Vote sama Komen ya biar mimin lebih semangat..Happy
Reading><