One Paid Two

One Paid Two
17


Alex memasuki kamar dengan pakaian wanita di tangannya


“Bajunya sudah siap tuan” Alex


“Simpan di sana” Bright menunjuk ke kasur


Alex hanya mengangguk dan menuruti perintah Bright, ia lalu keluar dan


menunggu Bright dekat pintu


“Itu pakaianmu! Kau bisa mandi sekarang!” Bright sambil membuka borgol di leher  Win


Sama halnya dengan Alex Win pun hanya mengangguk dan


menuruti perintah Bright


“Tolong jaga Lyn untuku” kata Bright sebelum Win benar


benar masuk kamar mandi


“Tenang saja Phii nyawaku terlalu murah untuk satu


goresan di tangan Lyn” entah apa yang merasukinya hingga kata kata itu keluar


dari mulut Win. Bright memandang punggung Win yang sudah memasuki kamar mandi


dengan tatapan heran, ia lalu keluar kamar untuk suatu urusan


“Tuan” Alex yang menunggu Bright diluar


“Hmm” Bright sambil berjalan terburu buru dan di ekori


Alex


“Apa kau yakin menyuruh Win menemani Lyn lagi?” Alex


“Tentu saja” Bright sambil menyatukan alisnya heran


“Bukan hanya Lyn tapi Win juga dalam bahaya tuan” Alex


“Aku sudah memutuskannya” Bright


“Bagaimana jika Win terbunuh sedangkan Thanat tidak


bersalah dalam pembunuhan Ayahmu?” Alex


Bright menghentikan langkahnya lalu berbalik ke


belakang menghadap Alex yang menunduk, rahang Bright mengeras tanda ia sedang


marah (PLAKKK) sebuah tamparan sukses mendarat di pipi Alex


“Maaf tuan” Alex sambil menunduk


“Jangan berani mengaturku! ! apapun yang kulakukan, itu terserah padaku!”


Bright menyingkapkan jasnya lalu melanjutkan langkahnya.


.


.


Win dengan jas hitam dalaman kemeja putih lengkap


dengan celana hitam dan sepatu hitam pula mengekori Lyn yang tampak anggun


dengan dress putih selutut dan jas kotak kotak, Win tampak seperti Body guard


Lyn.


“Win!” Bright tampak menyusul Win dan Lyn


“Kau tak perlu bertingkah seperti pengawal Lyn,


bertingkahlah seperti kakak iparnya!” Bright


Win tampak kikuk dengan perintah Bright yang satu ini,


ia tidak yakin Lyn akan setuju, sedangkan Lyn memandang Win tidak suka ia tidak


setuju atas keputusan Bright yang menjadikan Win sebagai pacarnya walaupun


hanya “Pura pura”.


“Lyn bertingkahlah seperti kalian sangat akrab! Ini demi keselamatanmu!”


Bright


Deggg hati Win terasa seperti tersayat, Bright lagi


lagi mempertaruhkan nyawa Win untuk Lyn, Bright selalu membuat nyawa Win


terlihat sangat murah.


“Kau terlalu berlebihan Phii” Lyn memajukan bibirnya


sambil memainkan tas kecil di tangannya


“Win!” Bright


“Iya Phii?” Win terkejut


“Kau tahu apa yang akan terjadi jika Lynku terluka!?” Bright tampak serius


Win masuk ke kemudi sedangkan Lyn sudah duduk di kursi


penumpang. Seseorang tampak sudah mengawasi mereka sejak tadi namu entah siapa


dia, bahkan baik Bright ataupun yang lainnya tidak menyadari akan hal itu.


“Apa kau tidak berniat untuk kabur?” Lyn memecah


keheningan dalam mobil tersebut


“Emmm” Win menggelengkan kepalanya pelan


“Apa kau ingin pulang?” Lyn


“Ahh tentu saja, aku juga memiliki ibu untuk


dirindukan” Win


“Mengapa kau hanya diam saja?” Lyn


“Aku mengkhawatirkan ibuku” Win


“Apa kau tahu P’Bright sebenarnya orang yang baik” Lyn


tersenyum sambil melihat ke jalan di depannya


“Aku tahu, tapi tidak pada orang yang dianggapnya


musuh.. dia sangat mengerikan” Win dengan semirk memelasnya


“Aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu”  Lyn


“Beruntung dia menyayangimu” Win


Lyn hanya tersenyum sambil mengangguk tiba tiba


(Cittttttttttttt) Win mengerem mobilnya dengan tiba tiba. Lima orang keluar


dari mobil yang mengahadang di depan mobil yang dikendarai Win, Win mengira


mereka akan menangkap Lyn jadi ia keluar untuk mempertahankan Lyn. Namun salah


satu dari mereka menodongkan pistol ke kepala Win lalu menyeretnya masuk ke


dalam mobil mereka, sedangkan Lyn dibiarkan saja di dalam mobil. Mereka sengaja


melakukannya agar Lyn melapor kepada Bright, Lyn setengah mati mati mencari


kontak bernama P’Bright di hpnya.


“P’B..bright…Phii hikssss” Lyn menelpon Bright dengan


seluruh badan bergetar ketakutan


“Lyn!


!ada apa?” Bright yang


mendengar Lyn menangis lalu ikut panic


“Phii hiksss” Lyn


“Lyn!


! bicaralah!Kau dimana?” Bright


“Aku di jalan xxxx” Lyn sambil terus menangis


“Aku akan segera kesana!Apa kau dimobil?” Bright


“I..iya Phii” Lyn


“Sekarang kunci semua pintu mobil dan tunggu Phi


disana jangan kemana mana oke!


!” Bright


“Cepatlah Phii aku sangat takut hikss hikss” Lyn


(Pip) Bright mematikan telpon, lalu bergegas mencari


keberadaan kunci mobil


“Ikut bersamaku!


!” Alex yang sedang


duduk langsung mengikuti Bright dengan wajah bingung


“Kemana tuan?” Alex


“Nanti akan aku jelaskan!”


Bright


Alex mengangguk dan segera masuk ke kursi kemudi.


Komen and Like mentemen Happy Reading! !