One Paid Two

One Paid Two
1


Bright Vachirawit chiva-aree seorang


pria tampan dengan kepribadian ganda, di sisi terangnya Bright memiliki


kepribadian lembut penyayang dan penuh kasih lain lagi disisi gelapnya dia


memiliki kepribadian yang sangat buruk dan tidak manusiawi,kejam,buas dan tuli


akan kata ampun layaknya srigala. Dua kepribadiannya akan muncul di hadapan


orang yang berbeda sisi terang di hadapan orang terdekatnya dan sisi gelap di


sisi orang yang dianggapnya musuh seperti saat dia memandang seorang perempuan


yang bernama Win .


Metawin Opas-iamkajorn (biasa


dipanggil Win) adalah perempuan berparas cantik ia memiliki bibir rambun


berwarna pink dan kulit yang putih, Thanat Opas-iamkajorn(fake name)adalah almarhum ayahnya yang merupakan mafia terkenal di


Thailand. Win cukup tahu bahwa almarhum ayahnya dulu adalah seorang mafia,


setelah tumbuh dewasa ia sudah siap menghadapi ancaman ancaman yang akan ia


terima dari musuh ayahnya terdahulu. Setelah ayahnya meninggal Win tinggal


bersama ibunya (Pim adalah nama ibunya fake


name) yang sakit sakitan, ekonomi keluarganya yang sekarang jauh dari kata


mewah bahkan perusahaan yang didirikan ayahnya dahulu sudah hancur


berkeping-keping akibat ulah balas dendam dari musuh-musuhnya.


.


.


Dalam dunia gelap seperti mafia kata “balas


dendam” sepertinya sudah mendarah daging, meski sudah meninggal sekalipun


dendam akan di turunkan kepada generasi selanjutnya. Begitupun dendam ayah


Bright(Lakorn chiva-aree fake name) yang


akan di teruskan oleh Bright, meskipun bukan ayah kandung namun Lakornlah satu


satunya orang yang mengurus dan menyayanginya dengan tulus sejak kecil.


*Suatu hari (flashback on)


Di kamar,Bright kecil menyembunyikan badannya di balik


selimut berwarna abu, tangannya bergetar, air matanya mengalir dengan mulut


terisak. Terdengar suara barang barang yang terlempar lalu pecah bersama dengan


teriakan seorang wanita saling bertautan, suara suara tersebut terdengar


berulang ulang hingga 2 jam lamanya. Setelah suara suara hilang Bright kecil


memberanikan diri keluar kamar dan melihat keadaan diluar….


“Ahhhhhhhhhhhhhhhhh” Bright kecil berteriak, terjatuh


dan terpental kedinding lalu ambruk ke lantai. Matanya merah ketakutan badannya


tatkala Bright kecil melihat sang ibu tergeletak dengan darah di seluruh


tubuhnya tak dipungkiri lagi itu adalah perbuatan ayahnya. Kekerasan rumah


tangga dan kelaparan sudah menjadi makanan sehari hari bagi Bright kecil.


“Bu…..? ibu?..” Bright kecil memberanikan diri


membalikan badan sang ibu yang sedari tadi membelakanginya, di ceknya hidung


sang ibu intuk memastikan apakah ibunya masih hidup atau tidak. Sayang sang ibu


sudah tidak bernafas, hati Bright kecil sesak,perih dan sakit hingga bukan air


mata lagi yang pantas keluar dari matanya. Tidak ada ide lain dalam benak


Bright kecil selain menguburkan ibunya dengan tangannya sendiri, Bright tidak


meminta bantuan siapapun. Rumah bright jauh dari keramaian sehingga bright


tidak memiliki tetangga,sepupu atau siapapun yang mempedulikan keluarganya.


Dengan tangan kecilnya Bright menggali tanah yang


basah bekas hujan di belakang rumahnya,matahari sudah setengah tenggelam Bright


kecil hanya mampu menggali tanah -+ setengah meter dalam jangka waktu 3jam


lamanya. Karena kelelahan Bright ambruk di tanah bersamaan dengan teriakan dan


air mata yang mengalir deras di depan lubang kubur ibunya, Bright menyeka


airmatanya menguatkan diri memasuki ruangan dimana tempat ibunya berbaring


terkaku. Dengan sekuat tenaga Bright menarik badan ibunya ke luar dimana Bright


menggali tanah, darah berceceran sepanjang jalan mengikuti kemana tubuh sang


ibu pergi.


Kini tubuh sang ibu sudah berada di liang kuburnya,


Bright menimbun tubuh sang ibu dengan tanah hingga terkubur sepenuhnya.


“Bu..Bright sayang ibu”


Bersamaan dengan badannya yang ambruk di atas kuburan


ibunya.


.


.


.


.


.


.


Follow+Like+Vote+Komen sesudah baca:) Khop Khun Kha and Happy Reading>_<


ig:@enihandayani_26