
(Raup raup...) dengan lahapnya Win makan makanan yang sebelumnya Bright suruh bawakan kepada Alex, sedangkan yang membawa makanan hanya tersenyum.
Malam hari
Win terlelap dengan posisi badan terduduk, Bright masuk untuk melihat anjing kecilnya. Win yang terborgol dengan bekas luka merah ditangan dan di lehernya membuat Bright sedikit iba, namun saat bayangan ayahnya muntul mata Bright kembali menggelap.
(Crakk crak) Bright membuka rantai yang menyambung pada kalung besi yang Bright kenakan pada Win, Win yang sedang tertidur langsung tersedak karena Bright menarik rantai tersebut tanpa aba aba.
(uhukk uhuk) Win memegangi kalung dilehernya agar tidak tercekik lalu bangun dan menyelaraskan langkahnya dengan Bright
"Kemana kau akan membawaku?"
"Diam jangan berisik!, sudah kubilang kau adalah anjingku dan ingatlah bahwa aku tuanmu!!" Win hanya mengikuti kemana Bright membawanya, Win menatap seperempat wajah Bright yang terlihat dari samping belakang.
Satu tangan Bright memegang rantai dan satunya lagi membuka pintu sebuah ruangan yang Win tidak tahu ruangan apa itu, langkah Win terhenti saat melihat ruangan tersebut rasa was was dan berbagai macam bayangan kotor dan menakutkan berkecambuk di otak Win. Bagaimana Win tidak bernegatif thinking? Bright membawanya kesebuah kamar yang ternyata milik Bright.
"Jangan berfikir bahwa aku akan menyetubuhimu!, walaupun aku melakukannya aku hanya memenuhi kebutuhanku"
"Lalu mengapa kau membawaku ke kamarmu?"
"Sudah kubilang kau anjingku!, aku ingin melihatmu bersedih dan tersiksa tanpa terlewat sedikitpun"
Bright meraih dagu Win membuat Win menengadah.
Bright beranjak ke toilet untuk mandi, selesai mandi Bright mengenakan piyama berwarna hitam. Bright duduk di ujung kasur ia mengambil remot kontrol (tit tit tit) Bright menaikan suhu AC menjadi sangat dingin lalu menatap Win dengan tatapan tajam tidak lupa dengan senyuman psikopatnya lalu menarik selimut dan tidur tanpa kata sedikitpun.
Melihat hal itu Win baru menyadari alasan Bright tidak langsung membunuhnya, Bright akan membuat Win tersiksa agar Win mati secara perlahan dengan begitu Win akan merasa mati setiap saat begitupun Bright tidak perlu mengotori tangannya untuk membunuh Win. Win yang semula memakai baju kerja sudah berubah menjadi mengenakan kaus longgar berwarna putih dan celana sepaha berwarna hitam, hal itu tentu saja membuat badan Win menggigil. Bright tidak memberikan alas tidur sehelai kainpun, Win ingin menghangatkan tubuhnya dengan tangannya namun tidak bisa karena tangan Win diborgol, Win benar benar tersiksa ia mengeratkan jari jari kakinya menahan hawa dingin. Tiga jam telah berlalu, waktu menunjukan pukul 02:20 pagi Win yang tidak bisa tidur beranjak dari tempatnya, karena rantainya panjang Win bisa sedikit berjalan jalan. Win membuka sedikit tirai kamar dan melihat keluar, ia melihat keindahan kota bangkok dari ketinggian kamar. Berbagai hal selalu berkecambuk di hati dan pikiran Win, satu jam sudah Win berdiri disana dan memandangi luar sampai kantuk menyerangnya. Walau rasa dingin seakan menggerogoti tubuhnya namun kantuk tetap mengalahkannya, Win menyamankan posisinya lalu lekas tertidur