One Paid Two

One Paid Two
3


*Pagi hari


(Cklek) suara pintu terbuka (tak tak tak) seseorang masuk menghampiri


Win, Win yang tertidur langsung bangun dan menengok siapa yang datang. Salah


satu anak buah Bright (Alex) masuk ruangan dimana tempat Win dikurung dengan


sepiring nasi dan segelas air ditangannya


“Makanlah” kata Alex sambil menyimpan makanan yang ia bawa dilantai


dekat Win.


‘Apa yang sebenarnya Bright  inginkan?’ batin Win melihat perlakuan dari orang yang sedang


menyandranya ‘Jika mereka ingin membunuhku kenapa tidak dari kemarin? Lalu


kenapa aku di kasih makan? Kenapa mereka tidak membiarkan aku mati kelaparan?’


pertanyaan pertanyaan itu terus bercabang di pikirannya.


“Aku tidak ingin makan! ! Aku ingin pulang! ! lepaskan aku!” Win


berteriak kepada Alex


“Kau tahu? Jika kau sudah ada di genggaman Tuan Bright kamu tidak akan


lepas SELAMANYA!”


Saat Alex hendak pergi Win dengan cepat mengambil gelas berisi air yang


dibawa Alex sebelumnya lalu melemparkannya tepat ke punggung Alex (Pranggg)dan


berakhir pecah di lantai


“Enyahlah kau brengsek!” Win dengan nafas tersenggal


Alex membalikan badannya  “Tidak


ada air ke dua kalinya, kau akan mati karena perbuatanmu sendiri”


“Lebih baik aku mati daripada aku disini!”


(brakk) suara pintu di buka paksa lalu disusul teriakan seseorang yang


terdengar marah


“Kenapa ribut ribut di pagi pagi begini! ! ! !?? teriak bright yang baru


masuk


Bright melihat gelas yang sudah pecah dan berantakan dilantai lalu


menatap Win


“Kenapa? Kau tidak suka minum air? Apa biasanya kau minum darah? Itulah


mengapa ayahmu membunuh orang? Agar darahnya bisa kau minum?” kata Bright


“Jangan bicara buruk lagi tentang ayahku!” Win meraih piring di sampingnya


lalu melemparnya ke arah Bright, Bright tersenyum licik melihat kelakuan Win. Itulah


yang ingin Bright lihat dari Win.


“Kau sendiri yang membuang makananmu, dan kau tahu tidak ada makanan


untukmu lagi hari ini”


“Aku tidak ingin makan! ! aku ingin pulang! Lepaskan akuuuu


lepaskan! ! ! ! !”


(uhukkk uhukk) leher Win tercekik karena ulahnya sendiri, wajah dan matanya


sama sama memerah bahkan ujung matanya sudah dipenuhi air mata. Bright kembali


tersenyum melihat Win yang tersiksa karena ulahnya sendiri


“Untuk apa kau pulang Win? Tempatmu disini sekarang” Bright tersenyum


licik sambil memiringkan kepalanya, berjalan mendekati Win membelai wajah Win


dengan horornya.


“Ohh apakah kau ingin bertemu ibu tercintamu? Hmmm?”


Win mengangguk angguk exited dengan kata kata Bright, Win berharap


Bright membebaskannya untuk bertemu ibunya.


“Iyaa aku mohon tuan mohon lepaskan aku, aku harus bertemu ibuku kumohon


tuan” Win berusaha membujuk Bright dengan memanggilnya tuan, Bright meraih


wajah Win dengan satu tangannya dan membuat ekspresi simpati pada Win. Bright


lalu menarik wajah Win membuat sejajar dengan wajahnya lalu mendorongnya


kembali sambil tertawa sangat lepas layaknya psikopat


“HA HAAA HAHA HAAA” Bright tertawa hingga ujung matanya berair lalu


diseka oleh tangannya sendiri, Win sangat kebingungan dengan apa yang dilakukan


Bright.


“Kau lucu sekali Win hmmmm apa kau pikir aku akan melepaskanmu?......


mmm kau ingin pulang karena ibumu? Kalau begitu aku akan membuat kau tidak


punya alasan untuk pulang, bagaimana?


“jangannn!


! jangan kumohon! Jangan apa


apakan ibuku kumohon tuan! Kumohon” Win meraih kaki Bright dan mohon mohon


di kakinya bersamaan dengan tangisan pilu nya.


“Kau tahu? Aku hanya akan melakukan apa yang aku mau, aku tidak perlu


mendengarkan orang lain apalagi orang sepertimu!”


“Kumohon Tuan kumohon, ibuku tidak salah apa apa.. jika kau dendam pada


ayahku ayo lakukan apapun padaku! Aku darah daging ayahku tapi ibuku tidak ada


hubungan apa apa kumohon tuan.. kau juga pasti memiliki ibu kau pasti


menyayanginya bukan? Itu sama halnya seperti aku menyayangi ibuku aku akan


melakukan apapun untuknya” Win merapatkan kedua tangannya dan terus memohon,


sedangkan tatapan Bright menjadi kosong. Bayang bayang ibunya mulai berlalu


lalang dipikirannya, namun dendam dihatinya lebih kuat


“Oke okee aku akan membiarkan ibumu tapi kau akan mendapat siksaan tiga


kali lipat, satu dari ayahmu satu dari ibumu dan satu lagi untuk dirimu sendiri!”