
*Pagi hari
(Cklek) suara pintu terbuka (tak tak tak) seseorang masuk menghampiri
Win, Win yang tertidur langsung bangun dan menengok siapa yang datang. Salah
satu anak buah Bright (Alex) masuk ruangan dimana tempat Win dikurung dengan
sepiring nasi dan segelas air ditangannya
“Makanlah” kata Alex sambil menyimpan makanan yang ia bawa dilantai
dekat Win.
‘Apa yang sebenarnya Bright inginkan?’ batin Win melihat perlakuan dari orang yang sedang
menyandranya ‘Jika mereka ingin membunuhku kenapa tidak dari kemarin? Lalu
kenapa aku di kasih makan? Kenapa mereka tidak membiarkan aku mati kelaparan?’
pertanyaan pertanyaan itu terus bercabang di pikirannya.
“Aku tidak ingin makan! ! Aku ingin pulang! ! lepaskan aku!” Win
berteriak kepada Alex
“Kau tahu? Jika kau sudah ada di genggaman Tuan Bright kamu tidak akan
lepas SELAMANYA!”
Saat Alex hendak pergi Win dengan cepat mengambil gelas berisi air yang
dibawa Alex sebelumnya lalu melemparkannya tepat ke punggung Alex (Pranggg)dan
berakhir pecah di lantai
“Enyahlah kau brengsek!” Win dengan nafas tersenggal
Alex membalikan badannya “Tidak
ada air ke dua kalinya, kau akan mati karena perbuatanmu sendiri”
“Lebih baik aku mati daripada aku disini!”
(brakk) suara pintu di buka paksa lalu disusul teriakan seseorang yang
terdengar marah
“Kenapa ribut ribut di pagi pagi begini! ! ! !?? teriak bright yang baru
masuk
Bright melihat gelas yang sudah pecah dan berantakan dilantai lalu
menatap Win
“Kenapa? Kau tidak suka minum air? Apa biasanya kau minum darah? Itulah
mengapa ayahmu membunuh orang? Agar darahnya bisa kau minum?” kata Bright
“Jangan bicara buruk lagi tentang ayahku!” Win meraih piring di sampingnya
lalu melemparnya ke arah Bright, Bright tersenyum licik melihat kelakuan Win. Itulah
yang ingin Bright lihat dari Win.
“Kau sendiri yang membuang makananmu, dan kau tahu tidak ada makanan
untukmu lagi hari ini”
“Aku tidak ingin makan! ! aku ingin pulang! Lepaskan akuuuu
lepaskan! ! ! ! !”
(uhukkk uhukk) leher Win tercekik karena ulahnya sendiri, wajah dan matanya
sama sama memerah bahkan ujung matanya sudah dipenuhi air mata. Bright kembali
tersenyum melihat Win yang tersiksa karena ulahnya sendiri
“Untuk apa kau pulang Win? Tempatmu disini sekarang” Bright tersenyum
licik sambil memiringkan kepalanya, berjalan mendekati Win membelai wajah Win
dengan horornya.
“Ohh apakah kau ingin bertemu ibu tercintamu? Hmmm?”
Win mengangguk angguk exited dengan kata kata Bright, Win berharap
Bright membebaskannya untuk bertemu ibunya.
“Iyaa aku mohon tuan mohon lepaskan aku, aku harus bertemu ibuku kumohon
tuan” Win berusaha membujuk Bright dengan memanggilnya tuan, Bright meraih
wajah Win dengan satu tangannya dan membuat ekspresi simpati pada Win. Bright
lalu menarik wajah Win membuat sejajar dengan wajahnya lalu mendorongnya
kembali sambil tertawa sangat lepas layaknya psikopat
“HA HAAA HAHA HAAA” Bright tertawa hingga ujung matanya berair lalu
diseka oleh tangannya sendiri, Win sangat kebingungan dengan apa yang dilakukan
Bright.
“Kau lucu sekali Win hmmmm apa kau pikir aku akan melepaskanmu?......
mmm kau ingin pulang karena ibumu? Kalau begitu aku akan membuat kau tidak
punya alasan untuk pulang, bagaimana?
“jangannn!
! jangan kumohon! Jangan apa
apakan ibuku kumohon tuan! Kumohon” Win meraih kaki Bright dan mohon mohon
di kakinya bersamaan dengan tangisan pilu nya.
“Kau tahu? Aku hanya akan melakukan apa yang aku mau, aku tidak perlu
mendengarkan orang lain apalagi orang sepertimu!”
“Kumohon Tuan kumohon, ibuku tidak salah apa apa.. jika kau dendam pada
ayahku ayo lakukan apapun padaku! Aku darah daging ayahku tapi ibuku tidak ada
hubungan apa apa kumohon tuan.. kau juga pasti memiliki ibu kau pasti
menyayanginya bukan? Itu sama halnya seperti aku menyayangi ibuku aku akan
melakukan apapun untuknya” Win merapatkan kedua tangannya dan terus memohon,
sedangkan tatapan Bright menjadi kosong. Bayang bayang ibunya mulai berlalu
lalang dipikirannya, namun dendam dihatinya lebih kuat
“Oke okee aku akan membiarkan ibumu tapi kau akan mendapat siksaan tiga
kali lipat, satu dari ayahmu satu dari ibumu dan satu lagi untuk dirimu sendiri!”