Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Mencari tahu keberadaan kayla


"Ish....." Suara Angga ketika sadar dan langsung memegang kepala nya yang terasa berdenyut nyeri.


"Apa yang kamu rasakan nak?" Tanya Puspa ketika melihat anak nya merintih dan memegangi kepala nya.


"Ini dimana mah?" bukannya menjawab pertanyaan mamah nya Angga malah berbalik bertanya.


"Ini di rumah sakit, Apa yang kamu rasakan? Apa mamah perlu memanggil dokter untuk memeriksakan keadaan kamu?" Tanya Puspa yang khawatir terhadap keadaan Angga.


"Ngga usah mah, aku gak apa-apa kok, mah mana orang yang menolong aku?"


"Kamu tau ada orang yang menolong kamu?"


"Iya tau mah sebab aku sempat melihat nya sebelum akhirnya semua menjadi gelap dan aku tak ingat apapun"


"Apa kamu kenal atau tau orang nya nak?"


"Ngga mah, mungkin waktu kejadian dia sedang berada di sekitaran tempat itu sehingga dia yang menolong aku mah, Aku harus berterima kasih sama dia"


"Iya mamah setuju dengan ucapan kamu Ga tapi sekarang kan dia gak ada dan kita juga gak tau tempat tinggal nya dimana?"


"Mah bisa tolong hubungi Tio?" Angga meminta mamah nya memanggil sekretaris pribadinya untuk datang ke rumah sakit.


"Oya mamah lupa kenapa kamu semalam gak pergi dengan dia?" mamah Puspa pun bertanya akan hal itu.


"Kemarin mamah nya sakit jadi dia tak bisa menemani aku mah, sudah lah mah tolong panggilkan saja" Angga sedikit memaksa mamah nya agar secepatnya menghubungi sekretaris nya itu.


Akhirnya Puspa pun menuruti apa yang anak nya minta, dia pun menelpon sekretaris Angga yang selalu berada di sekitar Angga tak pernah lepas.


(Hallo)


(Tio tolong kamu datang ke rumah sakit Puspa sekarang ya!) ucap mamah Puspa kepada lawan bicara nya di telpon.


(Baik Bu) Tanpa banyak bertanya Tio pun menyanggupi permintaan nyonya besar nya itu.


(Ya sudah kami tunggu segera) telpon pun di akhiri secara sepihak oleh mamah Puspa tanpa mendengar jawaban yang berada di sebrang sana.


Mamah Puspa kembali masuk ruang rawat anak nya setelah menelpon Tio tadi.


"Sudah mah?" tanya Angga ketika melihat Puspa kembali masuk kedalam ruangannya.


"Sudah nanti kata nya dia akan kemari" Ucap mamah Puspa kepada Angga, ruangan pun kembali hening seperti tak ada penghuni nya tak ada yang mengeluarkan suara nya karena mereka semua larut dalam pikirannya masing-masing.


Hingga suara ketukan pintu yang memecahkan keheningan di ruangan itu pun terdengar.


"Permisi" ucap orang yang berada di luar sana.


"Ya masuk" ucap mamah Puspa mempersilahkan orang tersebut untuk masuk kedalam ruangan, ternyata Tio yang datang memenuhi panggilan yang tadi mamah Puspa berikan.


"Maaf Tuan karena saya anda mengalami kecelakaan ini" ucap Tio dengan sangat menyesal karena tak ada di sekitar Angga waktu kejadian.


"Sudah lah Tio tak ada yang salah dan kamu tak usah menyesal akan kejadian ini" ucap Angga menenangkan hati sang sekretaris nya itu.


"Tio tolong kamu Carikan wanita yang menolong aku waktu kejadian itu terjadi dan lagi coba selidiki kecelakaan yang terjadi kepadaku aku curiga ada orang yang ingin membunuhku" ungkap Angga pada Tio yang tak ada batas antara atasan dan bawahan sebab Angga menganggap Tio adalah saudaranya sendiri.


"Baik tuan saya akan menyelidiki semua nya ada lagi tuan yang anda inginkan?"


"Satu lagi tolong kamu handle semua pekerjaan yang tak sempat aku kerjakan Oya dan lagi kalau hanya kita berdua jangan kamu panggil aku tuan, Tio"


"Kalau begitu saya undur diri dulu tu-" Belum sempat Tio melanjutkan ucapannya Angga sudah menatap tajam ke arah Tio.


"Hm.... Maaf Angga" Akhirnya Angga pun menganggukkan kepala nya memberi izin sekretaris nya untuk undur diri.


****


Kayla sedang berguling-guling di atas tempat tidur nya karena memikirkan korban kecelakaan yang semalam telah dia tolong.


"Apa dia mendapatkan perawatan yang layak? Aku kan belum membayar biaya rumah sakit nya? Bagaimana kalau dia di telantar kan dan tak di beri penanganan yang semestinya?" pikiran Kayla selalu melayang memikirkan korban kecelakaan itu.


Akhirnya Kayla memutuskan tak pergi kemana-mana hari ini dia akan menghabiskan waktu nya di dalam kamar kost saja karena memang tubuhnya pun terasa tak enak badan akibat terkena hujan semalam.


Winda teman tetangga kost Kayla pun mengetuk pintu kamar kost yang ditempati Kayla .


Tok.... Tok.....


"Kay.... Kamu belum bangun?" suara yang sangat Kayla kenal yang selama dua bulan ini menjadi sahabat Kayla.


Kayla pun berdiri dan membuka pintu kamar nya dari dalam.


"Masuk Win...." Kayla mempersilahkan Winda untuk masuk ke dalam kamar nya


"Kamu gak apa-apa Kay?" Tanya Winda ketika melihat wajah pucat Kayla, Winda pun merasa khawatir dengan keadaan Kayla.


"Gak kok, aku gak apa-apa win"


Tapi ketika Winda memegang kening Kayla terasa sekali tubuh Kayla yang hangat.


"Kay kamu lagi sakit? Nanti aku belikan sarapan dulu, sekarang kamu tidur istirahat yang banyak. Aku akan cari kan bubur dan obat biar panas kamu turun" ucap Winda ketika mengetahui sahabat kost nya ini sedang sakit.


Kayla yang mendapati perhatian Winda pun tersenyum, Kayla bersyukur dia dikelilingi orang-orang yang menyayangi diri nya.


"Makasih ya win... kamu memperdulikan aku yang sebatang kara ini" Kayla langsung berhambur memeluk sahabat nya yang baru dua bulan menjadi temannya ini.


"Apaan sih kamu aku ini udah menganggap kamu adik aku jadi sudah sewajarnya aku memperdulikan adikku yang manis ini kan?" ucap Winda sambil mengacak-acak rambut Kayla.


Kayla yang mendapat perlakuan itu pun hanya tersenyum hangat kepada Winda.


"Sudah kamu istirahat ya aku akan membelikan kamu makanan dan obat" Winda pun pergi meninggalkan Kayla sendiri di dalam kostan nya.


Kayla merasa bersyukur di kelilingi orang-orang baik dan memperhatikan diri nya.


****


Bella yang ditinggalkan oleh sang nenek pun menangis tak henti-hentinya ingin ikut bersama nenek ke rumah sakit


"Non yuk kita mandi dulu" ucap salah satu pelayan yang berada di rumah Angga mencoba membujuk nona kecil mereka.


"Ngga mau...... Bella mau Nenek.....!!!" Teriak Bella tak henti-henti nya merengek ingin pergi.


"Nanti kalau udah mandi kita telpon nenek bagaimana?" mencoba terus membujuk nona nya itu dan akhirnya nona kecil mereka pun mampu mereka bujuk dan mau menuruti apa yang pelayan tadi minta.


Tetapi setelah mandi Bella menagih janji si pelayan untuk menelpon nenek nya.


"Mana cepat dong telepon nenek, aku mau ikut nenek jangan boong!!" Bella terus saja berteriak hingga kemauannya di turuti.