Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Kedatangan tuan Yui liu


Hari ini adalah hari dimana tuan Yui Liu pergi untuk menemui cucu tercinta nya walaupun tak pernah sekalipun dia bertemu tetapi dia yakin akan itu.


"Ozel apa semua sudah siap?"


"Sudah tuan kita tinggal berangkat saja"


"Mark, aku titip rumah ku padamu" ucap tuan Yui Liu pada kepala maid di sana.


Mark pun menganggukan kepala nya.


Tuan Yui liu pergi dengan menggunakan pesawat pribadi milik nya menuju tempat cucu nya berada.


"Ozel apa kamu sudah pastikan cucu ku dalam keadaan aman?"


"Tenang saja tuan semua sudah di percayakan pada Brian"


"Anak itu? Kamu percayakan cucu ku pada dia?" tuan Yui liu mengernyitkan dahi nya.


"Benar tuan apa ada yang salah?" tanya ozel lagi pada tuan Yui liu.


"Tidak, aku harap anak itu tidak membuatku kecewa" tuan Yui liu sambil memandang jendela pesawat yang dia tumpangi.


"Apa kamu sudah mengabari nya kalau kita akan berangkat sekarang?"


"Kamu harus selalu pastikan cucu ku dalam keadaan baik ozel aku gak mau kejadian yang waktu Maria terulang lagi" lanjut tuan Yui liu.


"Baik tuan saya akan pastikan itu" ucap tegas ozel pada tuan besar nya.


Dilain tempat Wilson sedang meradang keingintahuannya terhadap cucu pamannya itu tak bisa dia dapatkan langsung.


"Maaf tuan apa tadi tuan memanggil saya?" ucap salah satu bodyguard Wilson.


"Iya apa kamu sudah mendapatkan informasi cucu pamanku itu?"


"Sudah tuan ini semua data yang aku dapatkan tuan" pengawal kepercayaan Wilson pun menyerahkan map yang berisi data-data cucu tuan Yui liu.


"Apa ayah nya sudah meninggal?"


"Benar tuan"


"Baik lah kamu jemput anak ini jangan sampai Si tua Bangka itu menemukan perempuan itu"


"Baik tuan"


***


"Maaf nona apa bisa anda ikut dengan saya?" ucap Brian ketika melihat Kayla akan pulang dari kantor.


"Maaf kak tapi saya tidak kenal dengan kak" ucap Kayla menolak dengan halus.


"Tapi ini untuk kebaikan nona jika nona tak percaya nona bisa membawa teman nona" Kayla berfikir sejenak karena orang yang berada di hadapannya ini adalah orang yang tadi membantu nya dari mantan istri bos nya.


"Hm.... maaf kak seperti nya aku tak bisa" ulang Kayla masih tetap menolak nya.


Brian yang mendapatkan penolakan dari Kayla pun tak pantang menyerah dia tak mau sesuatu terjadi pada nona muda nya dan berdampak pada kehidupannya karena yang dia tau ozel adalah orang yang sangat kejam jika menyangkut tentang keluarga tuan besar nya itu.


"Baiklah tapi ijinkan saya mengantar Nona sampai tujuan"


"Kak kenapa kakak memaksa? aku bisa sendiri tak enak di lihat orang jika kakak di suruh sama bos Angga kakak bilang saja tak usah, Dan terimakasih atas perhatiannya jika bos hanya tak enak dengan kejadian tadi aku sudah melupakan" ucap Kayla sambil menarik nafas dalam sedangkan orang yang di ajak bicara hanya bengong mendengar cerewetnya nona muda nya ini.


Kayla mengibas kan tangan nya di depan wajah Brian yang terus memandanginya.


"Hai kak, kakak gak kesurupan kan?" tepukan tangan Kayla menyadarkan Brian.


"Hah??? Sudah lah jangan bercanda aku tak bisa membayar pengawal kak. Jangan kan pengawal orang makan sehari-hari saja sekarang aku lagi mikir kok" Kayla pun berlalu dari hadapan Brian yang tak menggubris ucapan pengawal itu.


Ya jelas siapa yang mau percaya dengan Brian yang baru Kayla kenal dan mengenalkan diri sebagai pengawal Kayla dari mana dia mendapatkan uang untuk membayar orang sedangkan dia saja masih mikir untuk makan sehari-hari.


Akhirnya Brian hanya dapat menghembuskan nafas panjang nya dia pun kalau di posisi Kayla pasti tak akan percaya begitu saja.


Brian kini menatap jam yang berada di tangannya dan seketika membulatkan mata kala melihat jarum kecil menunjukan angka 6.


"Gawat aku lupa tuan besar akan sampai sini sebentar lagi tapi bagaimana dengan nona aku juga harus memastikan kalau nona pulang dengan selamat tanpa ada gangguan seperti tadi"


"Hah kenapa aku sampai lupa" Brian menepuk kening nya sendiri kala mengingat dia mempunyai beberapa anak buah yang dia percayai.


Brian bernafas lega karena dia bisa menjemput tuan besar beserta asisten sekaligus pengawal kepercayaannya itu di bandara.


"Selamat datang tuan maaf saya telat" ucap Brian dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena berlari.


"Kamu dari mana saja?! sedari tadi saya menelpon kamu tapi tak di angkat!!" Bukan tuan Yui liu yang menjawab tetapi ozel lah yang geram akan tingkah anak buah nya ini yang tak dapat tepat waktu.


"Maaf tuan tadi saya memastikan dulu nona pulang dengan selamat karena saya ajak ke rumah tuan, nona menolak"


"Ya terang menolak kamu itu orang baru bagaimana bisa nona muda kita mempercayai kamu" ozel yang biasa nya diam kini banyak bicara ketika berhadapan dengan Brian.


Brian yang mendapatkan Omelan dari ozel pun hanya mendengus kesal.


"Sudah- sudah mari kita pulang aku sudah lelah" ajak tuan Yui liu melerai perkelahian antara ozel dan Brian entah mengapa jika dua orang ini bersatu pasti akan adu mulut seperti perempuan.


"Bagaimana keadaan cucu ku di sini Brian?" tuan Yui liu memecahkan keheningan yang sejak tadi.


"Baik tuan"


"Bagaimana kehidupannya Brian?" tuan Yui liu terus saja bertanya tentang Kayla sambil menatap ke luar jendela.


"Tadi ketika saya mengajak nona tinggal bersama saya dia sempat bilang kalau dia harus berhemat tuan untuk kebutuhan sehari-hari nya mungkin itu tanpa di sadari nona muda"


"Kalau begitu penuhi semua kebutuhannya ozel, aku tak mau dia sampai kekurangan apapun mulai sekarang"


"Baik tuan akan saya laksanakan"


"Apa tuan ingin melihat nona muda?" Tanya Brian yang sedang menyetir mobil dan terus fokus pada jalanan.


ozel melirik sinis pada Brian yang memberikan ide itu untuk tuan besar nya tetapi Brian yang di tatap tak menghiraukannya.


"Apa jauh dari sini?"


"Tidak tuan kalau tuan mau kost nona muda searah dengan rumah tuan"


"Baik lah kita mampir ke sana sebentar"


Tanpa banyak bertanya Brian mengemudikan mobil itu menuju kost Kayla.


Ternyata Kayla sedang bersenda gurau dengan Winda di depan kostannya.


"Yang mana Kayla Brian?" tanya tuan Yui liu.


"Itu tuan yang sedang duduk baju pink"


Tuan Yui liu memandang intens ke arah Kayla yang sedang tertawa.


"Kamu mirip seperti mamah mu kay" ucap tuan Yui liu dan tanpa bisa di cegah air mata nya menetes ke pipi