Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Nasib mamah dan layla


"Mah.... Bagaimana ini aku gak mau nikah sama tua Bangka bangkotan lagi iuh...." Ucap layla merasa jiji membayangkan jika dia harus menikahi tuan Broto.


"Mamah juga ga akan biarkan kamu dinikahi dia La..." Mamah Caca mengusap rambut Layla dengan sayang.


"Terus bagaimana tentang pencarian Kayla mah?"


"Entah lah La mamah pun belum mendengar kabar Kayla saat ini, mungkin dia sudah mati"


"Tapi mah aku pernah mendengar anak buah pak Broto itu kata nya dia mengutus pengawalnya untuk mencari Kayla dan itu dia sudah menemukannya tetapi waktu di bawa kesini entah bagaimana cara nya mereka gagal mah"


Flashback on


"Haduh aku pusing nih di marahin sama si bos gara-gara gagal membawa si Kayla itu kemari"


"Ya kau usahakan lagi lah bagaimana sih"


Tanpa mereka sadari Layla lewat didepan mereka mendengar obrolan itu.


"Maaf pak apa yang kalian maksud Kayla calon istri pak Broto?" Tanya Layla hati-hati.


"Iya lah memang disini ada orang lain yang nama nya sama!!" sentak orang suruhan pak Broto.


"Kalau boleh tau kalian ketemu dimana?"


Suruhan pak Broto pun memicingkan mata mencurigai gelagat Layla.


"Kamu mau apa kalau tau tempat anak itu?!"


"Hm....Hm...."


"Ham Hem ham Hem saja kamu jawab!!!"


"I....I-iya pak mungkin saja saya bisa membawa nya kemari" Seketika dua suruhan pak Broto itu pun tertawa tanpa henti.


"Kau..." lalu melanjutkan tertawa mereka sambil memegangi perut nya.


"Jangan bercanda kamu, kami saja tak bisa membawa nya apa lagi kamu!!"


"ki-kita kan tak tau pak kalau tidak mencoba dan apa salahnya jika bapak memberitahukan tempat nya pada ku" ucap Layla lirih tetapi masih bisa didengar oleh dua orang di depannya.


"Sudah sana pergi kami tak ada waktu untuk meladeni anak ingusan macam kamu!!" Mereka pun berlalu meninggalkan Layla seorang diri.


"Ish gagal deh aku mengetahui tempat dimana Kayla berada, Tapi aku gak mau nyerang gitu aja akan aku cari kamu Kayla dimana pun berada akan aku bawa. Aku gak mau menggantikan diri mu menjadi istri nya orang tua itu" Layla menatap sinis ke arah dua orang yang sedang berjalan menjauhi diri nya.


flashback off


"Mah apa mungkin dia ke kota?" pikiran itu terlintas seketika di benak Layla.


mamah Caca pun memikirkan hal serupa dengan apa yang Layla ucap kan.


"Tetapi dia kan gak ada saudara disana?"


"Apa mamah lupa dia kan membawa barang-barang berharga nya, dia bisa saja menyewa kontrakan disana mah"


"Baiklah kita cari dia ke sana tapi disana itu luas tau Layla, bagaimana bisa kita temukan dia di kota yang luas itu?"


"Bagaimana kalau kita tinggal saja di sana mah, aku gak mau sampai nikah sama pak Broto itu" Rayu Layla pada mamah nya.


"Terus bagaimana sama peninggalan ayah kamu?"


"Kita jual saja mah"


"Tidak bisa La, ini semua atas nama Kayla"


"Lagi pula mamah sudah gadaikan sebagian harta papah kamu ini sama pak Broto itu tau kecuali rumah ini!!" lanjut mamah Caca.


Mamah Caca pun memikirkan usulan anak semata wayang nya ini lagi pula di sini dia sudah tak bisa apa-apa semua peninggalan suami sirih nya ini atas nama Kayla dia tak dapat sedikitpun harta nya.


Mamah Caca sebenar nya jengkel dengan suami nya itu walaupun di paksa bagaimana dia tetap tak memberikan sedikitpun harta nya sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Baiklah kau atur saja Layla dengan pacar mu itu!!"


"Ok mamah sayang aku akan atur semua, sekarang mamah siapkan saja apa yang kita butuhkan dan malam nanti kita akan tinggalkan desa ini" ucap mantap layla.


"Apa?!!! Nanti malam? Apa kamu tidak salah? kenapa mesti malam, siang kan bisa La" mamah Caca protes kali ini bukannya dia tidak mau tetapi kenapa harus memilih malam hari seperti maling saja pikir mamah Caca.


"Aish apa mamah lupa kalau kita selalu di pantau sama anak buah nya pak Broto"


Akhirnya mau tak mau mamah Caca pun menerima saran dari Layla yang sebenarnya tidak dia setujui itu dan bersiap-siap untuk pergi malam ini juga.


Sedangkan Layla menelpon kekasih hati nya untuk meminta bantuan dia agar mengatur kepergian Layla dan mamah nya ke kota malam ini.


"Hallo Richard" ucap Layla ketika telpon ya di angkat oleh orang yang berada di sebrang sana.


"Iya ada apa sayang?"


"Aku butuh bantuan mu malam ini"


"Katakanlah kalau aku bisa membantu mu akan aku bantu" Richard ini adalah anak seorang pengusaha dari tempat Layla tinggal.


"Aku ingin kau bisa membantu ku untuk pergi dari desa malam ini"


"Kenapa mesti malam ini? Besok kan masih ada sayang"


"Tidak bisa, kalau siang pasti orang suruhan orang itu selalu patroli di desa ini dan akan sangat berbahaya jika dia mengetahui aku dan mamah akan pergi dari sini"


"Baiklah kalau begitu aku akan membantu mu untuk pergi dari sana tetapi kau mau kemana?"


"Aku akan ke kota apa kau punya tempat untuk aku dan mamah di sana?"


"Aku ada apartemen disana apa kau mau? Jika kau mau kau dapat menempati nya untuk sementara"


"Aku sangat mau Richard, daripada aku harus menikah dengan orang itu. Apa kau mau aku menikah dengan ya?"


"Tentu saja tidak siapa yang mau untuk membagi kekasihnya dengan orang lain apa lagi itu orang yang sebentar lagi akan mau pergi dari dunia ini" sarkas Richard.


"Maka dari itu aku minta bantuan mu hanya kamu yang dapat menolongku saat ini"


"Baik lah bersiap-siap lah untuk pergi aku akan menjemputmu"


"Terimakasih sayang"


"Tapi ingat ini tak gratis sayang"


"Iya aku tau aku jadi milikmu malam ini"


"Bagus itu baru kekasihku" Tawa Richard pun pecah di sebrang sana dan menutup telponnya secara sepihak.


Layla pun kini sudah siap dengan barang-barang penting milik nya sendiri yang akan dia perlukan nanti. Begitu pula dengan mamah Caca.


"Layla terus kalau kita di sana bagaimana kebutuhan sehari-hari kita ketika di sana? Sedangkan di ibu kota itu biaya hidup sangat lah tinggi" Mamah Caca cemas akan kelangsungan hidupnya nanti di sana.


"Sudah lah mamah tak perlu memikirkan itu semua, Richard akan menanggung semua nya"


"benarkah?" Perlahan kegundahan hati mamah Caca pun mulai memudar ketika Richard yang akan menanggung semua biaya hidup selama di kota.


Mamah Caca tau jika Richard adalah orang berada di sini dia lebih kaya dari pak Broto tetapi Layla tak mau memintakan uang untuk melunasi hutang-hutang milik ibu nya tersebut entah lah mengapa anak itu tak mau melunasi hutang ibu nya sedangkan jika Layla ingin sesuatu pasti akan selalu Richard penuhi.