Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Kepanikan Kayla


Sekarang Kayla sudah berada di depan pintu UGD sebuah rumah sakit ternama di kota ini karena memang hanya rumah sakit ini yang dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP)


"Suster..... Dokter..... Siapa saja tolong cepat tolong" Kayla berteriak sangat panik karena sedari tadi darah mengucur di bagian lengan dan pelipis korban tak mau berhenti.


Seketika orang yang berada di sekitar ruang UGD tersebut pun menatap ke arah teriakan Kayla sedangkan suster dengan sigap nya membawa berangkat ke hadapan Kayla agar bisa meletakan korban dan membawa nya ke dalam ruangan tersebut.


"Mbak maaf saya tak bisa menunggu lama saya mau cari orderan lagi" seketika ucapan kang ojek pun menyadarkan Kayla yang sedang menatap ke arah berangkar yang kian menjauh dari pandangannya.


"Eh iya pak maaf berapa saya harus bayar?" Kayla pun membuka dompet nya untuk membayar kang ojek tersebut setelah selesai Kayla duduk di kursi tunggu pasien.


"Apa aku tinggal saja ya dia di sini? Aku gak mau terkena masalah nanti nya" monolog Kayla saat sedang menunggu Angga di periksa kini Kayla pun membulatkan tekat nya untuk pergi dari sana karena tak mau menjadi tersangka atau malah menyuruh nya untuk membayar biaya rumah sakit.


Dari mana Kayla akan mendapatkan uang banyak untuk rumah sakit ini sedangkan sekarang saja dia harus menghemat luar biasa, apa lagi tadi uang yang seharusnya untuk makan malam nya harus hilang untuk membayar ojek.


Tetapi ketika Kayla akan beranjak dari tempat duduk nya tiba-tiba pintu ruang UGD terbuka dan dokter pun keluar dari sana.


"Apa anda yang membawa korban kecelakaan tadi?" tanya si dokter yang ber- nametag Yuda.


"I... Iya dok bagaimana keadaannya?" Tanya Kayla gugup.


"Sudah membaik dan sekarang akan di pindah ruang ke ruang pemulihan" ucap dokter Yuda kemudian.


"Baik dok terimakasih" dokter Yuda pun pergi meninggalkan Kayla sendiri sedangkan Kayla duduk kembali. Tak lama brangkar yang di tempati Angga pun lewat untuk di pindahkan keruang pemulihan.


"Aku harus segera pergi dari sini, aku tak tahu darimana kalau aku harus membayar biaya rumah sakit" Kayla langsung berdiri dari tempat duduk nya dan pergi dari rumah sakit tersebut dan kembali pulang ke tempat kost yang selama ini menjadi tujuan nya untuk pulang.


"Semoga kamu cepat sembuh dan sadar agar bisa memberitahukan keadaan mu pada keluarga" sambil berjalan Kayla pun mendoakan Angga


***


"Joko.....!!!" teriak nyonya Puspa nenek dari Bella berteriak setelah menerima telpon dari dokter Yudi, bahwa Angga mengalami kecelakaan dan sekarang tengah di rawat di rumah sakit.


Joko yang nama nya di panggil oleh nyonya besar pemilik mention tersebut pun bergegas mendatangi sang nyonya.


"Iya nyonya ada yang bisa saya bantu?"


"Cepat siapkan mobil dan antar aku ke rumah sakit medica Puspa"


"Baik nyonya"


Tanpa banyak bertanya Joko menyiapkan mobil untuk di pakai mengantar kan nyonya besar ke tempat tujuan


"Marni tolong kamu jaga Bella dia sedang tidur"


"Baik nyonya"


Tanpa mengganti baju tidur nya nyonya Puspa pun segera pergi meninggalkan mention menuju rumah sakit pusat.


Ketika sampai di rumah sakit milik nya nyonya Puspa langsung menuju ruang rawat anak tersayang nya itu untuk melihat keadaanya.


Ya memang benar rumah sakit ini adalah milik nya hadiah dari Angga, Angga yang sangat bekerja keras agar kehidupannya lebih baik dari sebelum nya pun mampu meniti karir yang gemilang setelah perceraian nya dengan wanita yang telah memberikan Angga seorang anak perempuan yang sangat cantik.


"Dokter Yuda.... Bagaimana keadaan Angga?" tanya nyonya Puspa langsung pada inti nya.


"Tante....." Yuda mencium punggung tangan Puspa dengan takzim sebelum menjawab pertanyaan Puspa tadi.


Sedangkan Puspa sudah tak sabar dengan jawaban dokter yang ada di depannya ini.


"Jawab yud.... Bagaimana keadaan anak Tante?"


"Dia baik-baik saja Tan... beruntung dia dibawa seorang wanita tepat waktu sebelum lebih banyak darah yang keluar dari Angga"


Puspa menghela nafas panjang merasa sangat bersyukur karena masih ada orang baik yang mau menolong anak nya.


"Sekarang mana orang yang menolong Angga, yud? Tante harus mengucapkan terimakasih karena telah menolong anak Tante"


"Saya kira dia ikut mengantar Angga ke ruang rawat nya Tan tetapi setelah tadi saya visit ternyata tak ada orang di ruangan Angga mungkin saja dia masih di ruang administrasi menyelesaikan persyaratannya di sana"


Puspa mengernyitkan alis nya mendengar penjelasan Yuda barusan.


"Apa dia tak tahu Angga, yud?" tanya Tante pusat kembali.


"Saya kira tidak Tan" jawab Yuda kemudian.


"Baiklah biar Tante yang menjaga Angga terimakasih sudah merawat anak Tante dan mengabari Tante tentang kondisi Angga" ucap tulus Tante Puspa pada dokter Yuda.


Yuda pun bersalaman kembali mencium punggung yang sudah keriput di makan usia sambil berkata akan kembali ke ruang kerja nya


Yuda pun berlalu dari ruangan Angga untuk melanjutkan aktifitas nya sebagai dokter sedangkan Puspa menatap nanar kepala sang anak yang sudah di balut oleh perban.


"Kenapa kamu sampai seperti ini Angga? sebelum nya kamu tak pernah seperti ini" sambil memandang wajah Angga air mata mommy Puspa pun luruh tak dapat tertahan kan.


"Sudah hampir lima tahun kamu di tinggalkan oleh Wilona mami mohon lupakan lah dan mulai lembaran baru lupakan semua kesedihan kamu nak, masih ada Bella yang harus kamu lindungi" mommy Puspa terus saja berbicara di samping sang anak yang belum menunjukan tanda-tanda untuk membuka mata nya.


Tak terasa mommy Puspa yang menunggui Angga pun tertidur di samping Angga dengan posisi terduduk hingga pagi tiba tak ada yang mengganggu ibu dan anak itu hingga akhir nya sebuah ketukan terdengar yang membuat tidur Puspa harus terusik.


"Permisi..... visit dokter dulu ya" ucap ramah seorang suster yang pertama kali membuka pintu.


Puspa pun langsung bangkit dari tidur nya menggerakkan pinggang yang kaku akibat tidur terduduk dan mungkin pula Karena faktor umur nya.


"Silahkan dok maaf saya baru saja bangun" ucap Puspa sambil tersenyum.


"Seharusnya kami yang meminta maaf nyonya, kami yang mengganggu waktu istirahat Anda" sambil mendekat dokter pun memeriksa Angga dengan seksama


"Kemana dokter Yudi dok?" tanya Puspa kemudian.


"Dokter Yuda hari ini libur nyonya maka dari itu saya yang visit tuan Angga"


Hanya huruf o yang mampu Puspa ucapkan ketika tahu kalo dokter Yuda libur hari ini.


"Bagaimana kondisi anak saya dok?"


"Alhamdulillah kondisinya mulai membaik nyonya dan mungkin sebentar lagi akan siuman" ucap nya dengan ramah.


"Kalau begitu saya pamit dulu nyonya masih ada beberapa pasien lagi yang harus saya visit" Puspa hanya dapat menganggukkan kepala nya dan mengijinkan dokter itu pergi.