Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Perhatian Kayla kepada Bella


Angga yang melihat interaksi antara Kayla dan Bella pun merasa tersayat, Angga baru sadar ternyata anak ya ini bukan hanya butuh materi saja tetapi perhatian dan kasih sayang dari dia yang hanya sibuk untuk mencari materi saja.


Angga sempat termenung sambil memperhatikan mereka hingga ketukan pintu membuat Angga kembali pada kenyataan yang ada.


Tok.... Tok.....


"Masuk..."


"Maaf tuan ini dokumen yang tuan minta" ucap Tio ketika membuka pintu.


"Taruh saja di meja"


Sementara di loby kantor Angga terjadi keributan yang disebabkan oleh seorang wanita yang cukup modis dan cetar membahana pakaian cukup seksi yang memperlihatkan lekuk tubuh nya dan hampir membuat sesuatu yang dia punya keluar dari tempat nya.


"Heh kalian ini gak sopan banget sih sama saya!!! Asal kalian tau saya ini istri pemilik kantor ini!!" ucap wanita tersebut dan membuat resepsionis yang sedari tadi diam saja saling berpandangan sesama temannya.


Mereka tau kalau CEO mereka adalah duda dan tak mempercayai ucapan wanita ini.


"Maaf Bu kalau ibu mau bertemu dengan CEO kami ibu harus membuat janji dulu, kami tak bisa mengijinkan orang sembarangan untuk bertemu dengan beliau" ucap nya dengan lembut bahkan sambil tersenyum.


"Heh kamu tak mendengar tadi saya bilang apa!!! Saya ini istrinya masa harus janjian segala!!" wanita itu memukul meja resepsionis yang membuat satpam pun mau tak mau mendekati keributan itu.


"Heh ibu ondel-ondel kalau kamu istri nya kenapa gak ketemu di rumah saja!!!" ucap salah satu teman karyawan yang bernama Wulan, ternyata dia semenjak tadi geram mendengar temannya di bentak-bentak terus.


"E...... Kamu berani nya ya melawan aku!!"


"Kalau ibu benar istri nya kenapa gak hubungi saja suami ibu, Jangan-jangan bukan CEO kita lagi!!" sinis Wulan memang dasar nya Wulan mulut nya selalu tajam dan ceplas-ceplos.


Geram dengan ucapan resepsionis yang ada di depannya Wilona pun hampir saja menjambak rambut Wulan.


"Maaf nyonya jika anda kemari hanya ingin membuat keributan saja silahkan anda keluar dari kantor ini" ucap tegas sang satpam yang sudah memperhatikan gerak gerik Wilona sejak tadi.


Wilona mendengus kesal karena tak ada yang menghargai kedatangannya.


"Kalian akan mendapatkan sangsi jika Angga mengetahui kelakuan kalian pada ku!!"


"Silahkan anda menunggu di sana nyonya" Tunjuk satpam tersebut pada Wilona.


Wilona yang kesal pun hanya dapat menghentakkan kakinya kesal karena masih tak bisa bertemu dengan Angga.


"Awas saja kalian kalau Angga tau aku di perlakukan seperti ini pasti kalian di pecat" Wilona terus saja mengumpat kepada resepsionis tadi.


***


Di ruangan Angga, Bella tak henti-henti nya tertawa membuat konsentrasi Angga menjadi pecah dan akhirnya dia hanya memperhatikan interaksi yang terjadi antara anak nya dengan Kayla.


Tio datang untuk mengingatkan kalau Angga hari ini ada meeting dengan investor asal Tokyo.


Tok.... Tok....


"Masuk"


Tio pun masuk kedalam ruangan untuk mengingatkan Angga bahwa saat ini sudah waktu nya Angga meeting dengan investor luar negri.


"Maaf tuan saya hanya ingin mengingatkan bahwa 30 menit lagi kita ada meeting dengan investor Tokyo"


"Sudah kamu persiapkan semuanya?"


"Sudah tuan" Tapi mata Tio kini tertuju pada Kayla dan Bella yang sedang bermain sedangkan Kayla menata rambut Bella, tanpa sadar Tio yang melihat pemandangan itu pun menarik senyumnya dan itu tak luput dari pandangan Angga.


"Kamu kenapa Yo?"


"Tuan maaf kalau kita meeting bagaimana dengan nona kecil?" lanjut Tio lagi.


Angga pun menatap Bella dan Kayla yang tengah asik berdua tanpa mengganggu kerja Angga.


"Mereka akan ikut, sebentar lagi makan siang kan? Kamu pesan Ruang VIP dengan dua atau tiga meja" perintah Angga pada Tio.


"Baik tuan saya akan pesan ulang ruangan yang sesuai dengan keinginan tuan"


"Tuan maaf ada lagi yang akan saya sampaikan" Angga yang sudah melihat dokumen untuk investor nya pun mengalihkan pandangannya kembali pada Tio.


"Ada apa Yo?"


"Di bawah ada yang membuat keributan dan mengaku sebagai istri tuan" Sontak Bella yang tengah bermain pun menghentikan kegiatannya dia tak sengaja mendengar ucapan Tio barusan.


"Sudah lah biarkan saja, apa sudah di usir?" tanya Angga kemudian.


"Dia tidak mau pergi tuan dia menunggu tuan di bawah, Apa harus saya persilahkan masuk?" tanya Tio dengan hati-hati.


"Tidak usah biarkan saja toh kita juga akan pergi nanti juga ketemu di loby saya ingin tau siapa yang mengaku sebagai istri saya"


"Baik tuan"


wajah Angga kembali ke mood arogannya dan berkutat kembali dengan dokumen yang ada di hadapan Angga.


Akhirnya sudah 15 menit berlalu Angga pun melirik jam di tangannya karena restoran yang mereka pesan tak jauh dari kantor yang tak membutuhkan waktu lama.


"Bella yuk kita pergi" Ajak Angga yang membuat Bella yang asik bermain pun menghentikan kegiatannya.


"Papah apa mamah akan ikut?" Angga melihat wajah Kayla yang tetap saja menundukkan kepala nya ketika sedang berhadapan dengan Angga.


"Iya dia akan ikut" ucapan Angga membuat Bella merasa senang tetapi tidak dengan Kayla, dia merasa seperti baby sitter sekarang bukan lagi office girl yang sudah dilamar nya ketika datang di kantor ini.


"Tapi maaf tuan saya masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan disini" Kayla memberikan alasan yang masuk akal menurut Kayla.


"Kamu disini di gaji oleh siapa?" tanya Angga yang membuat Kayla berfikir.


"Anda tuan"


"Kalau kamu tau aku yang menggaji kamu maka turuti saja apa yang aku mau ini juga kantor ku bukan?!!" Angga sengaja menekankan ucapan terakhir nya agar Kayla ikut untuk mengasuh Bella dia tak akan pernah mau meninggalkan anak semata wayang nya ini.


"Baiklah tuan saya akan ikut apa kata tuan" ucap Kayla sambil menghela nafas panjang.


"Aseeeek mamah ikuuut" Bella pun meloncat kegirangan mendengar bahwa Kayla akan ikut mereka.


Mereka pun melangkah menuju lift, Angga dan Tio seperti bodyguard untuk Bella dan Kayla karena mereka berada di depan Kayla yang sedang menggendong Bella.


"Mamah nanti di sana aku mau mamah suapin Bella bolehkan mah?" Bella menunjukan puppy eyes nya yang membuat Kayla tak dapat menolak anak manis ini yang sedang dia gendong.


"Ok tapi Bella harus nurut sama kakak ok?"


"Asiiik makasih mah, Bella pasti akan nurut Ama mamah janji" ucap Bella sambil mengacungkan dua jadi nya membentuk huruf v.


Ting.


Bunyi lift yang menandakan mereka telah sampai di loby pun terbuka lebar. Angga, Tio, Bella dan Kayla pun melangkah keluar lift mereka tak tahu bahwa di sudut loby tersebut ada wanita yang sedang menatap intens ke arah mereka berempat.


"Angga!!" Teriakan tersebut otomatis membuat si pemilik nama menghentikan langkah nya sejenak.