Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Prov kayla


Aku menuruti apa yang kepala pantry minta dan membersihkan ruangan CEO itu dengan baik, aku kira hanya hari ini saja dan besok-besok aku akan bekerja di loby atau membersihkan ruangan lain.


"Kamu besok dan seterusnya bersih kan ruangan saya saja. Tio minta pada bagian pantry supaya dia tak dipindahkan kerja nya"


ucapan itu selalu terulang di kepala ku entah mau nya apa dia, kenapa mesti aku padahal masih banyak yang lebih senior dari aku.


"Maaf pak tapi saya masih belajar dan baru di sini" ucap ku memberanikan diri agar tak di berikan tugas khusus ini berat bestiiii aku yakin banyak senior ku disini yang akan membulli aku karena di bawa oleh orang dalam.


"Saya pemilik nya jadi apapun yang saya mau tak perlu meminta pendapat kamu bukan?!" ucap Angga tegas dan tak mau di bantah olehku.


Kini aku tau orang-orang yang mempunyai kekuasaan dia tak akan memikirkan orang di bawah nya.


Tak pernah berfikir kah dia bahwa nanti akan ada yang iri di bagian bawah sana.


Aku tak mengerti apa yang ada di fikiran tuan Angga bagaimana bisa dia meminta aku langsung padahal aku baru saja bekerja sehari di kantor nya.


Hm.... aku hanya dapat menghela nafas panjang mendapati pekerjaan ku ini harus kuat mental walau hanya seorang office girl saja.


Di lain sisi Angga merasa senang ketika melihat wajah lemas Kayla entah mengapa dia lebih senang menyiksa karyawannya ini dari pada melihat dia senang dengan anak tersayang nya kemarin.


"Kamu...!! tolong belikan mie ayam tapi tanpa ayam dan sayuran" ucap Angga pada Kayla.


"Hah??" Kayla mencerna apa yang Angga ucapkan tadi karena tak pernah terlintas oleh nya bagaimana bisa mie ayam tanpa ayam??.


"Apa tuan?"


"Apa kamu tak dengar tadi, saya bilang pesan kan saya mie ayam tapi tanpa ayam mengerti!" ulang Angga lebih tegas dari sebelumnya.


"Ba-baik tuan akan saya pesankan" ucap tergagap Kayla yang mendengar pesanan gak masuk akal Angga baru saja.


Kayla melangkah keluar untuk mencari pesanan Angga yang menurut Kayla cuma hanya untuk mengerjainya saja.


Ting...


Pintu lift terbuka pertanda dia harus bergegas masuk kalau dia lama bisa-bisa dia akan mendapatkan amukan Angga.


Ting.....


Pintu lift kembali terbuka dan menampilkan loby kantor dan karyawan yang sedang sibuk dengan berbagai tugas dan kerjaan mereka sendiri.


Kayla melangkah percaya diri melewati loby itu.


"Heh kamu!!" ucap wanita yang entah dari mana datangnya menghadang Kayla dengan pakaian yang cukup terbuka dan makeup yang menurut Kayla seperti akan manggung.


"Iya saya nyonya?" ucap Kayla sopan.


"Kamu yang kemarin bersama Angga kan suamiku"


Kayla mengerutkan dahinya mengingat apakah dia pernah melihat orang yang didepannya atau tidak.


"Maaf nyonya tapi saya tidak mengenal anda"


"Sudah lah kamu tak perlu ingat aku yang perlu kamu tau adalah jauhi Angga dia itu milik aku dan kamu tak pantas untuk nya!!! lihat lah baju kamu itu hanya OB di sini!!"


"Saya tau nyonya lagian siapa yang mau dengan tuan yang dingin begitu dan kaku lagi" jawab Kayla kepada wanita yang di depannya yang ternyata adalah Wilona.


"aku bilang sekali lagi jauhi Angga!!"


"maaf nyonya bukankah Anda bilang kalau saya ini hanya seorang OB? kalau begitu anda tak perlu khawatir tuan Angga pasti tak selevel bukan jadi anda tak perlu berlebih dan maaf saat ini saya sedang bekerja dan tak ada waktu untuk mengobrol dengan nyonya saya permisi" ucap Kayla panjang lebar kepada Wilona.


Wilona pun yang mendengar ucapan Kayla hanya terbengong benar apa yang tadi Kayla bilang jadi untuk apa dia memusingkan Kayla.


Wilona akhirnya hanya bisa mendengus kasar ketika Kayla pergi begitu saja meninggalkan dirinya yang masih kesal dan menghentakkan kaki kelantai.


"Awas kamu kalau sampai Angga menyukainya aku akan membinasakan wanita itu!!" ancam Wilona yang tak ada orang mendengarkannya.


Wilona pun berlalu dari kantor untuk mengawasi rumah mantan mertuanya dan kalau ada kesempatan dia akan mengajak anaknya bermain kalau bisa dia akan bawa pergi untuk mengancam Angga agar dapat kembali pada diri nya.


***


Tuan Wilson yang sedang duduk di ruang tamu mendapatkan informasi kalau pamannya tuan Yui liu akan tinggal di Indonesa dan itu membuat Wilson bertanya-tanya sebab sudah bertahun-tahun pamannya tersebut tak meninggalkan Tokyo dan hanya pergi sesekali saja.


"Apa kah kamu tak salah informasi?"


"Tidak tuan,informan saya dapat di percaya" ucap nya mantap tak ada keraguan di sana.


Wilson pun berfikir ada apa gerangan sehingga pamannya itu ingin tinggal di Indonesia apa ada sesuatu yang terjadi? atau ada hal lain yang memaksa pamannya itu harus pergi dari Tokyo?


"Siapkan jet pribadi, aku ingin menemui paman segera"


Wilson berfikir apa pamanalnya itu sudah menemukan cucu nya atau bahkan anaknya? kalau hal itu sampai terjadi Wilson tak akan tinggal diam, dia akan melenyapkan siapapun yang akan menghalanginya untuk menguasai seluruh kekayaan pamannya tersebut


"Baik tuan akan saya persiapkan"


Wilson langsung terbang menuju Tokyo untuk menemui pamannya itu.


Setelah sampai Wilson langsung menemui pamannya itu untuk memastikan hal yang telah dia dengar.


"Paman..." Wilson langsung membuka pintu mention tuan Yui liu tanpa aba-aba dari si tuan rumah dan membuat kaget seisi nya.


"Maaf tuan, tuan besar sedang tak ada di rumah" ucap maid yang tergopoh-gopoh menyambut Wilson, maid itu tau kalau Wilson ini adalah anak dari adik taun besar nya


"Kemana paman?"


"Saya tidak tau tuan"


"Baiklah siapkan saya kamar!" perintah Wilson pada maid tersebut.


"Apa benar paman mau ke Indonesia?" Tanya nya ketika maid tersebut akan melangkah.


"Saya tidak tau tuan"


"Ok kamu boleh pergi dan bilang pada Maid yang lain bawa kan aku air minum"


"Baik ada lagi tuan?"


"Tidak pergilah"


maid tersebut hanya menganggukkan kepala nya dan mundur untuk melakukan yang Wilson tadi perintahkan pada nya dan tak lupa meminta temannya untuk membuat minuman.


Sementara tuan Yui liu sedang di kantor untuk meninggalkan kantor tersebut dan memindahkan pusat nya ke Indonesia agar dia bisa memantau nya dari dekat.


Semua proses tuan Yui liu jalani hingga selesai dan sudah sehari ini dia bersama ozel.


"Ozel apa ada lagi yang perlu kita urus?"


"Tidak tuan tapi sepertinya di rumah ada tamu tuan yang sedang menunggu tuan"


"Siapa? Apa aku punya janji?" tuan Yui liu mengingat-ingat tetapi dia tak menemukan jawabannya.


"Kata maid tadi menghubungi saya tuan Wilson berada di mention tuan. Dia menanyakan tuan"


Tuan Yui liu akhirnya paham apa yang di bicarakan ozel.


"Biarkan saja paling juga itu anak mencari tahu aku apa benar atau tidak akan ke Indonesia dan kamu Ozel. setelah Wilson tau kalau cucu ku masih ada kamu harus lebih menjaga nya lebih ketat lagi aku tak ingin Wilson berbuat nekat dengan cucu ku" perintah tuan Yui liu tak ingin terbantahkan


"Baik tuan"