Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
pengawal untuk kayla


Kayla merasa lega karena sekarang dia sudah sampai perusahaan tempat dia bekerja, dia yakin orang tadi tidak akan mengikutinya sampai kedalam kantor.


Kini Kayla menuju loker tempat dia dan yang lain di bagian pantry menyimpan barang-barang bawaannya.


Tak berselang lama teman-teman seprofesi dengan Kayla pun datang satu per satu dan salah satu nya adalah wanita yang kemarin memarahi Kayla ketika dia telat masuk.


"Begitu dong masuk pagi jadi kan bisa bantu tugas yang lain" ucap wanita itu.


Kayla hanya bisa diam tak menjawab omongan wanita yang ada di hadapannya ini.


"Eh tapi kamu bukannya yang kemarin bersama bos besar ya?" Akhirnya yang lain pun saling pandang dan membenarkan akan hal itu


"Iya mbak,"


"Mbak yang nama nya Kayla bukan?" tanya salah satu dari wanita yang sedang mengerubungi Kayla.


"Iya....?"


"Ikut saya..." ucap nya berlalu dari hadapan semua orang yang masih berbisik-bisik.


Mereka menuju satu ruangan yang menurut Kayla mungkin itu ruangan kepala bagian pantry.


"Kemarin kita belum saling mengenal ya mbak kenalkan nama saya Putri" ucap nya kemudian menjulurkan tangannya ke hadapan Kayla


Kayla pun menyambut dengan senyuman yang ramah.


"Salam kenal juga bu maaf kemarin saya telat"


"Bukan kah kemarin kamu bersama pak Tio?" ujar nya mengingat kalau Kayla diminta ikut dengan sekretaris bos nya itu.


"Iya benar bu tapi sebelum itu saya masuk jam 6.45"


"Itu belum telat Kay, disini peraturannya memang kalau OB atau OG masuk sebelum karyawan lain masuk atau lebih tepatnya 30 menit atau 1 jam dari karyawan lain datang, mengerti?"


"Iya Bu mengerti"


"Aku maklum karena kemarin adalah hari pertama kamu bekerja tetapi tidak lain kali!" ucap Putri tegas, Kayla hanya menganggukkan kepala mengerti


"Sekarang tugas kamu bukan di sini Kay"


."Maksud ibu?" Kayla tak mengerti apa yang di maksud oleh kepala bagian pantry ini dan Kayla pun lupa akan ucapan yang kemarin Angga ucapkan pada nya


"Kamu sekarang di tugaskan khusus untuk membersihkan ruangan CEO kita dan melayani beliau" putri menerangkan tugas baru nya.


"Tapi Bu kenapa harus saya? saya kan karyawan baru?" pertanyaan yang sedang ada di kepala Kayla, dia keluarkan semua.


"Saya tidak tahu tapi kemarin pak Tio yang bilang begitu, seharus nya kamu bersyukur Kay karena tak semua orang bisa melayani langsung CEO kita itu" Putri mendekati Kayla dengan mengelus bagian tangannya.


"Sekarang kamu siap-siao untuk membersihkan ruangan beliau kalau kamu tak mengerti kamu bisa bertanya pada saya"


"Baik Bu terimakasih" Kayla pun undur diri dari ruangan Bu putri untuk mengambil peralatan yang dia perlukan saat di ruangan CEO nya itu.


Kayla telah siap dengan alat tempur nya untuk membersihkan ruangan Angga dan di antar oleh Bu Putri.


"Bu mau di bawa kemana anak baru itu!" ucap wanita yang sejak kemarin berkata ketus dengan Kayla, Kayla hanya terdiam tak menjawab apapun yang dia lontarkan.


"Dia akan membersihkan ruangan CEO, sus." Ternyata orang yang selalu bermulut pedas itu bernama Susi Kayla baru mengetahui hal itu kala Bu Putri menyebut namanya.


"Kenapa anak baru Bu? kan anak yang udah lama juga banyak" Susi sambil melirik sinis ke arah Kayla yang hanya jadi penonton tanya jawab antara Bu Putri dan Susi ini.


"Ini adalah perintah langsung dari atasan, sudah lah kamu mending bekerja jangan bergosip saja kerja nya aku akan mengantar Kayla ke atas" Bu Putri pun berlalu sambil mengajak Kayla dan menunjukan apa saja yang harus dia kerjakan disana.


Kayla dan Bu putri kini tengah berada di ruangan CEO mereka.


"Kay kamu nanti harus bersihkan kamar mandi, dan bereskan meja kerja ini ya, Jangan Sampai kotor"


"Baik Bu saya akan kerjakan" karena memang waktu di kampung Kayla sering membantu maid yang ada di rumah hingga kini Kayla tak merasa canggung atau risi ketika harus mengerjakan pekerjaan ini.


"Baik kamu sudah mengerti apa yang aku katakan?"


"Harus pasti Kay jangan kamu ragu!" tegas Bu Putri yang tak mau mendapatkan teguran atas kerja bawahannya.


"Baik Bu akan saya kerjakan"


"Ok kerjakan dan kamu nanti siapkan kopi kalau taun Angga sudah datang"


"Baik" Kini Kayla membersihkan ruangan itu sendiri sementara Bu Putri meninggalkan Kayla. Dan mengerjakan kegiatan lainnya.


Ruangan yang di bersihkan oleh Kayla terlihat berbeda dari sebelum nya yang membuat Angga memperhatikan setiap inci ruangan itu.


Angga menghampiri meja dan menghubungi Tio yang berada di luar ruangan.


"Tio kamu kemari sekarang!"


"Baik tuan" tak berselang lama Tio pun datang keruangan Angga.


Tok.... Tok....


"Masuk" tak menunggu perintah ke dua Tio pun membuka pintu ruangan itu dan Tio pun sama wajah nya seperti Angga pertama kali datang menatap setiap sudut ruangan itu.


"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu merasa ada yang berbeda di ruangan ku?" Angga bukannya menjawab justru memberikan pertanyaan pada Tio.


"Iya tuan lebih wangi lebih rapih dari sebelum nya"


"Iya kamu benar kamu tau siapa yang membersihkan ruangan ini?"


"Hm....." Tio berfikir sejenak dan mengingat bahwa kemarin Angga meminta Kayla khusu membersihkan ruangan itu.


"Setahu saya bukan kah tuan meminta Kayla membersihkan ruangan tuan kemarin?"


Angga pun mengangguk setuju tetapi sedari tadi dia tak melihat Kayla ada di sana


"Tetapi di mana anak itu? Sedari tadi aku masuk tak ada orang disini? apa kah dia sudah selesai mengerjakan semua ini sebelum kita datang?"


"Saya akan bertanya pada kepala pantry tuan" Tio menundukkan kepala nya dan akan pergi dari ruangan Angga tetapi baru beberapa langkah Tio mendengar suara gemericik air yang berada di kamar mandi dekat sana.


Tio memandang Angga begitu pun berbalik nya seperti melakukan telepati Angga pun menganggukan kepala nya apa Tio.


Tanpa di suruh Tio mendekat ke arah kamar mandi dan mengetuk pintunya.


Tok ....Tok.....


"Apa ada orang di dalam?"


"Iya tuan ada sebentar saya akan keluar" jawab Kayla dari dalam kamar mandi setelah dia merasa kalau pekerjaan nya di kamar mandi ini selesai.


Kayla pun menampakan wajahnya dari kamar mandi dan menyeka keringat di dahi nya dengan baju nya.


"Ngapain kamu di kamar mandi saya?"


"Saya bersihkan kamar mandi tuan maaf" Kayla menundukkan kepala nya.


"Permisi tuan saya akan ke pantry" pamit Kayla pada Angga dan Tio yang masih melihat nya dengan tatapan tak percaya.


"Eh... tunggu aku mau bertanya" seketika Kayla berhenti berjalan dan kembali menatap Angga.


"Iya tuan?"


"Apa kamu yang membersihkan ruanga aku?"


"Iya tuan"


"Ya sudah mulai besok kamu terus bersihkan ruangan aku ya"


"Baik tuan " hanya itu yang mampu Kayla ucapkan pada Angga