Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
menemukan Bella


Di ruangan CEO seseorang sedang panik karena anak nya tiba-tiba menghilang tak ada tanda-tanda dia di sana lagi


Angga langsung menghubungi Tio untuk bertanya tentang anaknya itu


"Tio cepat ke ruangan ku!!" Angga langsung saja memerintah orang yang ada di sebrang telpon itu dan menutupnya tanpa mendengar jawaban orang tersebut.


"HM... Dasar bos ya selalu saja seenaknya sendiri" grutu Tio ketika telpon dari atasannya itu di tutup.


Tok.... Tok....


"Masuk!!" Tio pun masuk tanpa menunggu perintah selanjutnya


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Tio apa kamu lihat Bella?" Tio mengerutkan alisnya karena pertanyaan Angga itu.


"Tidak tuan tadi saya sedang sibuk mempersiapkan jadwal dan berkas yang akan tuan tanda tangani"


"Cepat kamu lihat dan periksa cctv jika kamu lihat anakku segera kabari"


"Baik tuan" Tio pun bergegas keluar ruangan CEO itu dengan tergesa-gesa menuju ruang kontrol cctv.


"Selamat siang pak" ucap petugas jaga yang berada di luar ruangan kontrol cctv tersebut.


"Pak tolong cek cctv sekarang"


"Baik pak apa ada hal yang urgent pak?"


"Iya anak atasan kita hilang cepat pak takut nya dia pergi keluar dan tak ada yang mengetahui nya"


"Baik pak mari saya antar"


Tio dan petugas itu pun memasuki ruang kontrol cctv itu setelah memeriksa rekaman cctv itu Tio pun membulatkan mata ketika melihat Bella terlihat sedang di marah-marahi oleh staf di lantai 7.


"Stop pak coba perbesar itu" perintah Tio pada petugas jaga nya.


"Ini cctv yang berada di bagian pemasaran pak lantai 7" ucap sang petugas.


Tio pun mengambil telpon yang berada di saku jas nya untuk menghubungi seseorang.


("Pak Bella sudah ketemu") ucap Tio ketika telponnya di angkat oleh orang di sebrang.


(...)


("Baik pak") Tio pun mencari ke pantry kantor dan akhirnya Bella pun dia dapati sedang duduk dan bercanda dengan salah satu office girl di sana.


"Nona kamu disini?" ucap Tio ketika sudah dekat dengan Bella.


Bella yang mendengar suara yang sangat di kenal pun seketika melihat ke arah belakang Kayla.


"Om....." Bella seketika berlari dan memeluk Tio dengan sangat kuat.


Kayla yang melihat nya pun hanya menunduk hormat kepada Tio.


"Kamu? Bukannya kamu temannya Winda?" Tanya Tio kaget ketika melihat Kayla menggunakan seragam OB disini.


"Iya pak" Kayla menganggukkan kepala nya.


"Ya sudah terimakasih udah mau menjaga non Bella"


"Sama-sama pak"


"Yuk non sudah di tunggu papah di ruangannya" Tio menggandeng tangan Bella tetapi Bella tak mau beranjak dari tempat nya sehingga Tio pun melihat anak itu kembali.


"Kenapa non?"


"Ma-mamah?" ulang Tio terbata dan merasa kaget dengan panggilan yang Bella berikan tetapi pada siapa? Di sini hanya ada dirinya dan Kayla tak mungkin kan kalau Bella memanggil Kayla dengan sebutan mamah.


"Iya om mamah ini mamah Bella om" tunjuk Bella pada Kayla yang membuat Tio tak habis pikir tentang pikiran anak kecil ini.


Tio pun menatap Kayla dengan tatapan penuh pertanyaan untuk Kayla tetapi Kayla hanya mampu menyembunyikan wajah nya dengan cara menunduk tak bisa di pungkiri wajah Kayla sudah memerah malu dengan ucapan anak kecil ini.


"Bagaimana om? Aku kesepian di ruangan papah" ungkap Bella pada Tio yang membuat Tio menghela nafas panjang.


"Baik lah non jika itu mau nya non"


Bella pun merasa senang karena keinginannya di kabulkan oleh sekretaris papah nya tersebut.


"Tetapi bel... eh non saya sedang bekerja dan ini hari pertama saya bekerja di sini" Kayla mencoba menolak nya dengan halus keinginan Bella tersebut.


"Ya sudah om kalau mamah Bella tak mau ke ruangan papah bilang saja sama papah kalau Bella akan di sini bersama mamah" ucap Bella tanpa beban kepada Tio yang membuat Tio membulatkan mata nya seperti akan lepas dari tempat nya.


Seingat Tio Bella tak mudah dekat dengan orang baru tapi kenapa dengan Kayla dia langsung nempel bahkan memanggil nya mamah sungguh luar biasa Kayla bisa menaklukan hati anak kecil ini, ungkap tio dalam hati.


"Sudah Kay biar aku yang akan bicara dengan kepala pantry sini" Tio pun berlalu tanpa mendengar jawaban Kayla.


Kayla mulai lemas mendengar kata-kata Tio barusan entah apa nanti yang akan terjadi kedepannya sedangkan dia masuk sini saja dia sudah mendapatkan tatapan maut dari teman yang satu profesi dengannya.


"Sayang kakak kan harus kerja nanti kalau Kakak gak kerja kakak bisa di marahin" ucap Kayla mencoba membujuk Bella dengan lembut.


"Mamah kan kata om Tio mamah mau di mintain ijin jadi mamah gak perlu khawatir" ucap Bella tak mau kalah dengan Kayla.


Kayla hanya dapat mendesah pasrah dengan anak kecil yang keras kepala ini.


"Heh kamu bukannya OG baru ya? Ish... Mau kerja atau ngasuh anak loe di bawa kerja segala ini tempat kerja bukan tempat bermain!!" ucap salah satu teman yang berprofesi sama dengan Kayla.


Bella yang mendengarnya pun marah karena Kayla di marahi oleh orang itu.


"Eh Tante ondel-ondel jangan asal ngomong ya ini mamah Bella kalau nanti mamah Bella sedih Bella akan pecat Tante!!" Bella membela Kayla yang membuat teman-teman yang berada di sana tertawa terbahak-bahak.


"Eh anak kecil mimpi tu jangan ketinggian nanti jatuh sakit nak!!!"


Tak lama dari perdebatan sengit antara Bella dan karyawati itu pun nampak Tio yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Sin..... Udah tu ada pak Tio kesini" ucap temannya yang berada di samping yang ternyata nama nya Sinta itu.


Dia pun mulai berdiri tegak dan merapikan baju nya yang terlihat sedikit kusut karena membukukan badannya ketika berdebat dengan Bella barusan.


"Pagi pak" ucap mereka kompak seperti di komandoi.


Tio hanya menganggukkan kepala nya tak menjawab.


"Non mari kita keruangan ayah" ucap Tio mampu membuat ketiga orang yang berada di sana melongo mendengar kata yang Tio ucapkan baru saja.


"Om.... Aku mau......" Bella menggantungkan ucapannya dan melirik ke arah tiga orang tadi yang terlihat memucat dan mengeluarkan butiran keringat dingin


"Pak memang ini anak siapa pak?" Tanya salah seorang dari mereka memberanikan diri untuk bertanya kepada Tio.


"Dia ini anak pemilik perusahaan ini...." Dari penjelasan Tio itu mereka bertiga pun mulai paham akan kesalahan mereka tadi.


"Non maafkan kami ya non kami tak bermaksud seperti tadi" ucap Sintya mengiba.


"Om.... Aku mau ke ruang papah saja sama mamah!!" ucap Bella dengan sikap arogan dan bossy nya.


"Baik non mari" Tio pun mempersilahkan Bella dan Kayla untuk berjalan terlebih dahulu.


"Kalian kembali bekerja!!" ucap tegas Tio pada ketiga orang tersebut.


"Baik pak" ucap mereka serempak dengan lemas nya.