
Layla kesal karena dia tak bisa mempermalukan Kayla tadi di mall.
"Ish sebenarnya kerjaan dia apa sih kok bisa dapet pengawal kaya gitu.... Aku harus cari tau!!" gumam Layla dalam perjalanan pulang ya tadi setelah dia di halangi agar tidak melukai Kayla kini dia pulang dengan membawa kekesalan yang mendalam.
"Kenapa kamu pulang malah marah-marah Layla?"Layla yang sejak masuk tak melihat orang sama sekali pun merasa kaget mendengar suara mamah nya.
"Ish mamah ngagetin aja deh!!" Layla meninggikan suara setelah melihat mamah nya ada di belakang tubuh nya.
"Kamu bukan nya menjawab malah marah ke mamah! Mamah lihat dari tadi kamu uring-uringan setelah dari luar"
"Ya bagaimana aku tidak uring-uringan mah..... Tadi sewaktu aku di mall aku melihat si Kayla di sana" Mamah Layla pun merasa kaget mendengar cerita anak nya ini karena semenjak mamah layla berada di kota ini mereka mencari keberadaan Kayla tetapi nihil dia tak pernah mendapatkan informasi, entah karena memang dia hanya mengandalkan diri sendiri atau ada hal yang lain dia pun tak mengerti.
"Coba ceritakan pada mamah bagaimana kamu bisa bertemu dengan si Kayla itu" permintaan mamah pun di turuti oleh layla. Dia mulai menceritakan kronologi awal pertemuannya dengan Kayla.
*Cerita versi Layla yang tentu sudah di bumbui dengan drama yang dia buat*
Aku mendekati Kayla untuk menyapa nya s bagai kakak wajarkan aku menyapa adik tiri aku.
"Hai siapa ini kamu kemana saja? kok gak ada kabar?" aku berusaha menyapa nya dengan lembut.
Tetapi apa yang aku dapat kan Kayla malah memanggil pengawalnya untuk menghalangi ku mendekati dirinya.
sekarang dia berubah lebih arogan dan tak mengenali kita lagi.
Aku di usir dan di dorong oleh pengawal nya yang tinggi besar entah dari mana dia mendapatkan fasilitas itu.
Mungkin dia merasa kalau dia sudah menjadi orang kaya dan tak membutuhkan kita.
Sepertinya dia menjadi simpanan om-om berkantong tebal sehingga dia dapat menyewa para bodyguard itu, kalau tidak darimana dia mendapatkan uang nya.
Layla pun menghentikan ceritanya dan melihat ekspresi yang di tunjukan sang mamah ketika mendengarkan cerita versi diri nya yang semuanya tak benar.
Didalam hati Layla bersorak dengan senang nya karena ekspresi mamah Caca itu yang di harapkan oleh Layla.
wajah mamah Caca merah padam marah karena anak tersayang nya di perlakukan seperti itu oleh Kayla.
"Berani sekali dia memperlakukan kamu seperti itu Layla!!"
"Apa kamu tau dimana rumah Kayla saat ini!!! Biar mamah yang memberikan pelajaran untuk nya, Dia sudah membuat kita susah dengan kabur dari pernikahan yang telah di sepakati dan sekarang dia seperti tak mengenali kita!!" Mamah Caca pun mulai menunjukan taring nya.
"Kamu minta sama Richard agar memberikan pelajaran untuk Kayla saja!!" Ide dadakan mamah Caca pun membuat Layla bersemangat.
"Iya kenapa tidak dari dulu aku meminta Richard mencari nya" Layla menyentuh dagu nya sambil berfikir ide mamah nya kali ini tak salah untuk di coba toh selama ini Richard selalu menuruti apa yang dia mau.
"Mikir apa lagi sih kamu Layla, cepat telpon dan minta pacar mu itu untuk mencari rumah Kayla. kamu punya foto nya kan?!"
"Punya mah, baiklah aku mau telpon Richard dulu" Layla pun melenggang pergi kedalam kamar nya agar bisa berbicara dengan Richard tanpa gangguan atau pun suara berisik mamah nya.
Di belahan negara tetangga seseorang telah mematangkan rencana nya agar bisa berhasil tanpa kendala yang berarti.
"Apa semua nya sudah selesai?" ucap nya ketika menatap semua pengawal pribadi nya.
"Sudah tuan kami sudah siapkan semua" ucap salah seorang pengawal itu
"Baiklah pastikan tak ada yang curiga kalau kita pergi termasuk si tua Bangka itu"
"Baik tuan kami sudah pastikan itu tak akan ada yang mengetahui ini"
"Kamu sudah siapkan jet nya?"
Mereka pun melangkah keluar rumah untuk pergi ke bandara terdekat.
Ya Wilson merencanakan sesuatu terhadap Kayla tetapi dia tak tau jika pengawalnya ternyata salah dalam mendapatkan informasi.
*Di Mension tuan Yui*
"Tuan, maaf mengganggu ada kabar yang di bawa anak buah kita yang ditugaskan untuk memata-matai tuan Wilson" ucap ozel yang kini sedang menghadap tuan Yui.
"Ada apa katakan lah, apa yang anak nakal itu lakukan"
"Dia akan kemari tuan dan merencanakan untuk melukai nona muda"
"Perketat penjagaan untuk Kayla, aku ngga mau jika sampai cucu ku itu terluka atas sikap Wilson yang ingin menguasai semua nya"
"Tuan apa tidak sebaiknya kita percepat pengangkatan nona di perusahaan? Agar tak ada yang mengganggu nona lagi?" Tuan Yui pun menumbangkan ide dari pengawal kepercayaannya itu.
"Apa cucu ku sudah bisa memimpin perusahaan?"
"Saya akan membantu nona tuan sebisa mungkin"
"Baiklah lakukan apa pun yang terbaik, lalu bagaimana dengan teman Kayla yang akan m njadi sekertaris nya itu?"
"Saya sedang menunggu nya tuan kata nona mungkin orang tersebut sedang dalam perjalanan"
"Baiklah, atur semuanya hingga selesai. Jangan sampai rencana anak bo*oh itu berhasil"
"Baik tuan kami akan laksanakan dan lindungi nona muda"
"Bagus kamu memang bisa aku andalkan ozel. aku sangat bangga pada mu"
Ozel pun sebenar nya sudah mengantisipasi apa yang akan di lakukan Wilson nanti nya.
"Kakek....." Kayla datang dari arah kamar nya.
Tuan yui yang melihat dengan mengembangkan senyum terhangat nya
"kek ... janji kakek waktu itu bisa aku tagih sekarang kan?"
Tuan Yui mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Kayla.
"Maksud kamu apa sayang?"
"Aku akan bawa teman aku kerja sama aku kek"
"Ow ... Itu yang mau kamu kata kan itu?" Kayla hanya menganggukkan kepala nya.
"Bawa lah nanti biar ozel yang akan memberikan pelajaran untuk nya jangan khawatir"
"Yuk kita makan dulu kalau begitu nanti kamu bisa lanjutkan pembicaraan ini lagi"
Mereka bertiga akhirnya menuju ruang makan untuk makan bersama.
"Ozel apa ada hal lain lagi yang perlu kamu katakan? jika ada kamu sekarang mulai lah bekerja dengan Kayla, aku sudah ingin menghabiskan waktu ku di rumah" ucapan tuan Yui membuat Kayla yang sedang berjalan di samping kakek nya terkejut.
"Maksud kakek apa? Aku masih harus belajar kek, ga bisa langsung kerja aja apa lagi langsung memimpin perusahaan besar" tolak halus kayak
"Kay mau sampai kapan kamu menolak kakek ga tau sampai kapan umur kakek" ucap kakek yui