
Hari ini Angga sudah di perbolehkan pulang karena kondisi nya mulai membaik dan terlihat lebih segar.
"Ga... Kamu istirahat di rumah saja dulu ya? Jangan langsung bekerja, kan baru juga keluar rumah sakit" ucap Puspa di sela-sela kegiatan membereskan semua barang-barang milik Angga untuk di bawa pulang.
"Ngga bisa mah" Tolak Angga kemudian.
Puspa menghela nafas nya dalam mendengar penolakan yang Angga berikan padanya.
"Kamu ini ya selalu saja kerja kerja kerja aja pikirannya, kamu itu perlu istirahat lagian anak kamu juga butuh perhatian kamu Angga!!" kini mamah Puspa sudah tak bisa mengontrol emosi nya pada sang anak.
Angga pun tertunduk lesu ketika diingatkan anak nya yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari nya.
"Tapi mah aku bekerja juga untuk dia, agar Bella mendapatkan penghidupan yang layak dan tak dihina oleh orang lain"
Mamah Puspa seketika menghentikan aktifitas nya lalu berdiri dan menghampiri anak nya yang sedang duduk di atas berangkar rumah sakit itu.
"Angga.... Bella itu bukan hanya butuh materi dari kamu tapi juga kasih sayang, luangkan lah waktu barang sehari untuk menemani anakmu dia pasti akan senang dan bahagia, mamah tak akan bisa selalu berada di sisi nya Angga" mamah Puspa mencoba memberikan nasihat anak nya agar dia mengerti dan mau meluangkan waktu nya untuk cucu tersayang Puspa.
Angga terdiam mendengar ucapan sang mamah, dia pun merasa kalau selama ini dia tak pernah meluangkan waktu nya untuk anak tercinta.
Angga selalu sibuk dengan urusan kantor yang ingin dia perluas dan kembangkan itu juga semata-mata demi masa depan anak nya.
Akhirnya Angga pun mengabulkan permintaan sang mamah untuk tidak bekerja dan beristirahat atau mungkin menghabiskan seharian akti dengan sang anak.
"Baiklah mah aku akan istirahat di rumah untuk beberapa hari lagi biarkan Tio yang mengurus pekerjaan ku saat ini"
Mendengar itu mamah Puspa pun bahagia akhirnya Angga mau meluangkan waktunya untuk Bella.
"Benarkan? Kamu akan istirahat di rumah?" Tanya mamah Puspa dengan senyum mengembang penuh rasa bahagia.
Angga hanya menganggukkan kepala nya tak ada lagi obrolan di antara mereka, mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
"Apa kita bisa pulang sekarang mah?" tanya Angga kemudian karena melihat mamah nya sudah tak melakukan aktifitas lain.
"Sudah nanti mamah panggil pak Joko dulu" mamah Puspa pun pergi keluar untuk menelpon pak Joko supir yang selalu menemani mamah Puspa pergi.
Tak berselang lama pak Joko datang ke ruangan Angga dan menundukkan kepala nya kepada mamah Puspa.
"Iya Bu?"
"Bawa semua barang-barang Angga ya pak, kita pulang sekarang"
"Baik Bu" Pak Joko pun langsung membawa tas yang berupa pakaian Angga selama di rumah sakit tak ada barang lain nya yang Angga atau mamah Puspa bawa.
"Angga.... Bagaimana wanita yang kata nya menolong mu tempo hari apa sudah ada info?" tanya mamah Puspa ketika mereka sedang berjalan di koridor rumah sakit.
"Belum mah Tio belum melaporkan apapun" jawab Angga memang benar Tio belum datang setelah dia beri tugas waktu itu.
"Ini kan udah beberapa Minggu Ga? Masa belum mendapatkan info" cecar mamah Puspa lagi.
"Ya memang di kota ini gak banyak wanita mah? mungkin Tio kesulitan dalam mencari informasi nya karena dia kan gak tau wanita seperti apa yang aku maksud kan itu" Angga membela sekretaris nya walaupun Angga tak tau tentang alasan Tio belum melaporkan apapun pada nya.
Mamah Puspa pun hanya terdiam sebab apa yang diucapkan Angga ada benarnya.
"Ya sudah yuk kita pulang" Akhirnya mamah Puspa memutuskan tak membahas masalah wanita yang telah membantu nya itu.
"Baik Bu" pak Joko langsung menjalankan mobil nya menuju mention milik Angga.
Didalam mobil tak ada pembicaraan yang mereka lakukan Angga melihat keluar jendela sebelah kanan sedang kan mamah Puspa pun sama melihat jendela sebelah kiri.
Mereka semua sibuk dengan pemikiran masing-masing hingga tak terasa perjalanan mereka pun sudah sampai tempat tujuan.
Bella menyambut papah dan nenek nya dengan suka cita, dia sangat bahagia papah nya sudah kembali ke rumah dengan sehat.
"Papa......h!!!!!!" Teriakan Bella menyambut kedatangan papah dan nenek nya.
Bella langsung menghamburkan pelukan kepada sang papah yang sangat iya rindukan selama ini karena tak pernah bertemu, kalau pun bertemu itu hanya saat pagi saja ketika mereka sarapan.
"Anak papah.... Senang sekali seperti nya?"
"Iya dong Bella senang karena papah sudah sehat" ucap Bella dengan senyum yang memperlihatkan deretan gigi nya yang ompong di depan.
"Bella turun sayang papah kan baru sembuh.... kasian kalau harus menggendong kamu" ucap mamah Puspa pada cucu nya.
Seketika wajah Bella menjadi murung dan memajukan mulut nya kedepan.
"Hai kenapa ini anak papah kok manyun?"
Angga yang melihat hal itu pun terkekeh gemas karena tingkah anak nya.
"Sudah kan ini masih papah gendong sayang, yuk kita masuk tenang papah masih kuat kok" Angga memperagakan tangannya yang membentuk seperti pragawan memperlihatkan otot tangannya.
****
Kayla sudah sarapan dan minum obat yang di berikan oleh Winda pun merasa lebih baik lagi.
"Kak makasih ya.... Sudah memperhatikan aku" ucap Kayla tulus karena di sini dia sendiri tanpa ada sanak saudara.
"Sudah lah kay kamu ini sudah aku bilang kan jangan sungkan dengan aku" ucap nya lagi.
"Hai..... Ternyata kalian lagi kumpul di sini ya?" ucap Cilla, dia juga sama dengan Winda yang ngekost di sini cuma kalau Winda menyayangi Kayla dengan tulus berbeda dengan Cilla dia tak suka dengan Kayla yang bisa merebut semua perhatian orang-orang tanpa Kayla harus melakukan apapun.
"Hai juga Cilla" sapa Kayla dengan ramah tetapi tidak dengan Winda yang sudah tau kalau Cilla itu cuma ada maunya saja.
"Kay malam ini ada acara gak?"
"Hm.... gak ada kenapa Cil?"
"Aku mau ajak kamu ke club' di jalan x itu loh di sana kan club' orang kaya siapa tau ada salah satu pengusaha yang nyantol Ama kita" ajak Cilla tanpa basa-basi.
"Makasih Cilla tapi Kayla harus istirahat dia masih sakit!!" bukan Kayla yang menjawab tetapi Winda, dia tak suka kalau Kayla bergaul dengan Cilla.
"Ish apa sih kamu tu win, iri ya aku gak ajak kamu? Malah ngajak Kayla!!" Cilla tak mau kalah berdebat dengan Winda.
Kayla yang mendengar dua tetangga kost nya saling adu mulut pun merasa pusing melihat nya.
"Sudah sudah.... kak Winda dan Cilla sudah jangan bertengkar. Benar kata kak Winda aku baru saja membaik, jadi mungkin lebih baik aku istirahat aja Cil. Maaf ya mungkin lain kali kita bisa pergi ke sana" ucap Kayla melerai perdebatan antara Winda dan Cilla.