Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
kehilangan


Sudah beberapa Minggu ini Kayla tak masuk kerja membuat Angga yang terbiasa melihat nya pun menjadi uring-uringan.


Angga yang sudah tak sabar ingin mengetahui keberadaan Kayla pun menghubungi Tio melalu interkom.


"Tio kamu cepat keruangan saya!!" Angga langsung menutup interkom nya tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana, tak lama bunyi ketukan pintu.


Tok.....


Tok.....


Tok.....


"Masuk!!" Angga yang lagi uring-uringan pun tak dapat bekerja dengan baik.


Tio langsung masuk kedalam ruangan Angga.


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Kemana si Kayla?!!" Tanpa bisa berbasa-basi lagi.


"Kayla??" Tio mengerutkan alis nya mengulang ucapan Angga.


"Iya Kayla apa kamu tak mendengar apa yang aku tanya tadi!! Kemana wanita itu? kenapa sudah seminggu ini dia tak membersihkan ruangan ku!!"


"Nanti saya tanyakan tuan ke pihak office" Dengan menunduk takut Tio pun menjawab pertanyaan Angga.


"Kenapa nanti?? Sekarang sana kamu tanyakan pada bagian office!! Saya ga mau tau ya dia harus segera membersihkan ruangan saya segera!!" Angga makin geram tak bisa menahan.


"Ba-baik tuan, akan saya tanyakan segera" Tio pun langsung pergi dari ruang Angga untuk menanyakan Kayla ke bagian office.


Kini Tio pun sudah berada di bagian office dan segera ke ruang manajemen office nya.


Tak ingin lama-lama Tio pun langsung membuka pintu ruang tersebut tanpa mengetuk nya.


kepala office pun tertegun melihat Tio yang sedang berdiri di depan pintu nya.


"Pak Tio?"Ayu yang merasa heran dengan kehadiran Tio pun tak dapat menutupi nya.


"Silahkan masuk pak" Akhirnya hanya kata itu yang dia bisa keluarkan.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Iya saya mau tanya kemana Kayla? Kenapa selama seminggu ini dia tak membersihkan ruangan tuan Angga?"


Ayu yang mendengar pertanyaan itu pun merasa heran sebab Tio datang keruangan nya hanya untuk bertanya tentang Kayla? Bukankah dia bisa menelpo. melalui interkom kantor menekan nomer tujuan di bagian apa yang dia mau?.


"Apa bapak kemari hanya untuk bertanya tentang Kayla?"


"Iya memang untuk apa lagi?"


"Bapak bisa memanggil saya dengan interkom kantor pak" ucapan ayu membuat Tio tersadar mengapa dia sampai lupa akan hal tersebut.


"Hm..... Sudah lah kau jawab saja tak usah berbelit!!" Ayu yang mendapat bentakan itu pun mulai menciut.


"Maaf pak" sambil menundukkan kepala nya.


"Sudah aku tak butuh maaf mu sekarang jawab saja dimana Kayla kenapa dia tak membersihkan ruangan tuan Angga?"


"Maaf pak, seminggu yang lalu dia sudah mengundurkan diri" ucap nya lirih takut akan sentakan Tio lagi.


"Apa!!! Kapan dia mengajukannya?"


"Kalau tidak salah seminggu yang lalu pak, pihak HRD juga mengetahui nya"


"Baik kalau begitu terima kasih"


"Kalau begitu pasti surat pengunduran diri Kayla sudah ada di meja tuan Angga" sambil berjalan Tio pun berfikir demikian.


****


Dia di tugas kan untuk belajar dan mempelajari semua hal tentang perusahaan agar nanti dia bisa memimpin nya.


"Kay....."Tuan Yui memasuki ruang kerja nya untuk melihat Kayla yang sibuk belajar dengan ozel.


Ya kini ozel menjadi asisten pribadi untuk Kayla semua kebutuhannya disiapkan oleh ozel tetapi tidak dengan keperluan pribadi Kayla.


Kayla menolak ketika hal pribadi nya akan disiapkan oleh ozel.


Kayla yang sedang serius belajar pun menengok asal suara itu.


"Iya kek, ada apa?"


"Kita makan siang dulu, agar perut mu tak kosong" Ajak tuan Yui dan Kayla pun berdiri dari kursi kerja nya mengikuti permintaan sang kakek.


"Ozel kamu juga ikut, jangan bekerja terlalu serius" ozel yang mendapat ucapan seperti itu hanya dapat terdiam dan memilih mengikuti cucu dan kakek itu dari belakang.


"Ozel kamu harus segera mencari pendamping, lihatlah aku saja sudah mempunyai cucu. Umur kamu sudah tak muda lagi" ucap tuan Yui yang hanya di angguki oleh ozel.


"Memang berpa umur paman ozel, kakek?"


"Dia itu perjaka tua Kay" tuan Yui pun terbahak ketika mengatakan hal tersebut karena dia tau mengapa pengawal nya ini sampai sekarang belum mempunyai pendamping.


"Aku kira paman ozel sudah mempunyai istri bahkan anak" gumam Kayla yang membuat tawa tuan Yui semakin nyaring.


"Kamu dengar itu ozel, bahkan cucu ku saja menganggap kamu sudah berkeluarga ha....ha...ha"


"Sudah lah mari kita makan dahulu baru lanjut membully ozel"


Tanpa banyak kata kini mereka bertiga pun duduk di ruang makan dan menikmati makan siang mereka dengan hikmat tanpa ada suara kecuali denting sendok yang beradu dengan piring.


"Kakek aku mau tanya sesuatu boleh?" Setelah selesai Kayla pun mengajukan pertanyaan kepada sang kakek yang membuat mata sang kakek berpindah dari makanan yang baru saja beralih dari piring ke mulut sang kakek untuk suapan terakhirnya.


"Tanyakan lah kay" Setelah di rasa makanan di dalam mulut tuan Yui habis baru lah dia bersuara .


"Apa aku boleh membawa sahabat aku bekerja dengan ku kek?" tuan Yui pun mengernyitkan dahi pasalnya Kayla baru kali ini bertanya demikian dia pun menatap ozel ok ingin mengetahui pendapat nya.


Ozel pun mengerti tentang tatapan taun Yui.


"Maaf nona pekerjaan apa yang akan nona berikan kepada nya?"


"Hm... Aku sih ingin dia jadi asisten pribadi aku paman"


"Apa dia wanita?" tanya tuan Yui tak menutup kemungkinan tuan Yui pun penasaran dengan orang yang di maksud oleh Kayla itu.


Pasalnya selama tuan Yui mengamati Kayla, Kayla hanya pulang, pergi dan dekat dengan Winda


"Apa dia karyawan di perusahaan Angga juga?" lanjut tuan Yui.


"Bukan kakek, dia teman aku di kampung. Dia selalu menolong aku, keluarga nya sudah menganggap aku sebagai anak mereka sendiri setelah ayah dan mamah tak ada mereka lah yang menolong aku"


"Baik lah bisa kita pertimbangkan kalau kamu memang nyaman dengan dia" Seketika wajah Kayla pun berubah menjadi bersemangat dan ceria mendengar kalau tuan Yui menyetujui usulannya.


"Benarkah itu kakek? Kakek gak bohong kan?"


"Tidak untuk apa kakek bohong dengan cucu kesayangan kakek ini" Kayla pun langsung menghambur memeluk erat sang kakek yang berada di sampingnya.


"Makasih kek"


"Iya sayang"


_...._


Hai pembaca..... makasih sudah suport karya aku yang masih acak-acakkan ini.


Kalian bisa koment tentang kelanjutan part selanjutnya ya.... aku tunggu komnt kalian agar aku bisa lebih banyak ide2 lain lagi makasih atas suport dan dukungan kalian sama aku selama ini love you..... kawan


like komnt kalian adalah semangat untuk aku....